
Setelah acara ijab qobul, selanjutnya merupakan sesi foto yang dilakukan oleh pengantin bersama dengan sanak saudara maupun keluarga yang hadir.
Senyum Annisa tak pernah luntur, ia sangat sabar meladeni semua tamu undangan yang hadir sesekali ia tampak berdiri dan duduk kembali. begitu lah.
"Apa kau merasa lelah." Bisik Mark yang duduk di samping Annisa.
"Tidak." Ucap Annisa lembut dan tersenyum pada Mark.
Mesti di bibir Annisa berucap tidak namun dari raut wajah Annisa dan helaan nafas nya yang terdengar itu menandakan bahwa dirinya sudah lelah dan butuh istirahat.
"Kau jangan membohongi ku sudah lah jika kau lelah duduk saja. tak perlu berdiri." Ucap Mark menasehati dan sangat peduli terhadap Mark.
"Baiklah." Ucap Annisa menuruti kemauan Mark.
Mark tampak memeluk posesif tubuh Annisa yang duduk di sampingnya nya dengan melingkarkan tangan nya.
"Kau di sini dulu ya." Ucap Mark pada Annisa yang dibalas dengan anggukan kepala.
Mark berjalan menghampiri Hito, Ia membisikkan sesuatu dan,
Setelah itu ia kembali ke hadapan Annisa. duduk di sampingnya.
Tak selang berapa lama, semua nya sudah tampak sepi, beberapa tamu sudah meninggalkan tempat acara tersebut.
"Ayo, ku antar kau istirahat di kamar." Ucap Mark pada Annisa.
"Tap.....i" Ucap Annisa ragu tertahan.
Cup.
Mark mengecup bibir Annisa untuk membungkam agar wanita yang sudah berstatus menjadi Nyonya Mark tersebut melanjutkan kalimatnya.
__ADS_1
Cukup cepat tak ada apapun hanya sebuah kecupan singkat.
"Tak apa. Ayo." Ucap Mark pada Annisa, Ia meyakinkan dan mengulurkan tangan nya pada Annisa.
Mark dan Annisa pun melangkah kan kakinya menuju ke kamar milik Annisa.
Clek
Pintu kamar milik Annisa pun terbuka dengan sempurna.
Keduanya pun melangkah kan kakinya masuk kedalam kamar.
Dengan posisi Mark berada di belakang Annisa setelah ia menutup pintu tersebut.
Sebelum Annisa melangkah, Mark menarik pergelangan tangan Annisa.
Dan Hap.
Satu tangan menarik pinggang posesif milik Annisa untuk lebih mendekatkan dirinya.
"Mark..." Ucap Annisa ter gugup.
Sungguh debaran jantung Annisa semakin menggila dengan jarak yang cukup sensitif seperti ini.
Mark menempelkan satu telunjuk di bibir Annisa untuk tidak melanjutkan kalimatnya.
"Istirahat lah, tapi bersihkan dirimu terlebih dahulu. Aku akan kebawah. Ada hal yang harus aku bicarakan dengan Ibu dan Ayah." Ucap Mark pada Annisa dengan sangat lembut bahkan setengah berbisik.
Dan
Cup
__ADS_1
Mark mengecup bibir Annisa sekilas, Lalu ia pergi meninggalkan kamar Annisa tak lupa ia menutup pintu kamar tersebut.
Setelah kepergian Mark, Annisa tampak mematung beberapa detik untuk menormalkan degup jantung nya yang seakan menggila karena ulah Mark tadi.
Tak ingin larut dalam pikiran itu terus menerus, Annisa memutuskan untuk mandi dan membersihkan diri nya.
Annisa memilih berendam sejenak di air hangat untuk merilekskan tubuhnya yang terasa cukup pegal.
Cukup lama Annisa berendam hingga 30 menit kemungkinan ia baru menyelesaikan ritual mandinya.
Annisa melangkah kakinya keluar dari kamar mandi dengan pakaian tidur yang sudah lengkap.
Dengan rambut yang masih baca dan masih terlilit oleh handuk di atas kepalanya.
Kini wajah Annisa tampak lebih fresh dan segar, Sungguh kecantikan nya sangat Natural dan menyejukkan.
Annisa pun duduk di meja riasnya untuk mengeringkan rambutnya.
Setengah rambutnya masih belum kering dengan sempurna , Namun tiba-tiba pintu kamar Annisa pun terbuka, dan Annisa meletakan pengering rambut di atas meja rias dan segera main apapun untuk menutupi kepalanya.
Annisa pun menoleh kearah pintu yang dibuka oleh seseorang.
πππ
Happy Reading ya guys.
Jangan lupa Like, Komen dan Voteππ€
Hayoloh, siapa yang masuk sih ah.
Ganggu aja.
__ADS_1
Kok ga ngetuk pintu sih!!!