
"Apa yang kalian lakukan!" Teriak seseorang dengan lantang untuk kedua kalinya.
"Sayang! Aku bisa jelaskan!" Ucap Citra segera mendorong tubuh Hugo dan berjalan mendekati Roman sang suami.
"Bisa kalian jelaskan!" Tanya Roman untuk ketiga kalinya meminta penjelasan atas apa yang di lihatnya.
"Ah kau manis sekali Honey! Ciuman mu masih sama seperti dulu." Ucap Hugo dengan ibu jari tangan menghapus bercak lipstik milik Citra yang ada di bibirnya.
"Kalian?" Ucap Roman tak percaya.
"Bukan seperti itu! Dia bohong sayang! Percaya lah!" Ucap Citra dengan tatapan memohon dan mata berkaca-kaca.
"Ah, jujurlah pada suami mu honey! kau bahkan meminta ku khusus datang ke rumah kan?" Ucap Hugo tersenyum.
"Apa yang kau katakan! aku tak pernah menghubungi apalagi meminta mu datang kesini!" Ucap Citra dengan berapi-api.
"Ayolah! Jangan berbohong! kau bahkan sering mengunjungi ku di apartemen bukan?" Ucap Hugo tersenyum.
"Kau! Jangan percaya sayang! aku tidak seperti apa yang dikatakan olehnya!" Ucap Citra menatap manik kata Roman.
"Stop! Aku tak menyangka kau akan mengkhianati ku Citra!" Ucap Roman.
"Ku mohon percayalah! Aku tak akan mungkin mengkhianati mu." Ucap Citra.
Bugh
Bugh
Beberapa lembar foto syur dengan adegan intim ada di sana, yang sengaja di lempar kan oleh Hugo di hadapan Roman.
"Apa kau masih tak percaya Roman?" Ucap Hugo menaik turunkan alisnya.
"Kau tau bukan? Semenjak sekolah dulu kami saling mencintai! Citra bahkan memilih diriku di bandingkan dirimu!" Ucap Hugo.
"Kau harusnya sadar Roman! Kau lah duri di antara hubungan kami!" Ucap Hugo lagi.
"Demi Tuhan! Di masa lalu aku memang mencintai nya, tapi semenjak aku pergi meninggalkan Indonesia aku sudah
mengikhlaskan dia untuk pergi mencari kebahagiaan nya. Dan saat kau datang! Perlahan kau menjadi obat atas rasa sakit itu! Aku mencintai mu Roman bukan dia! Dan selama aku hidup aku akan selalu mencintai mu dan putra kita." Ucap Citra menjelaskan.
Semua rasa sesak di rasakan oleh Roman, sakit hati , kecewa, di khianati.
Roman percaya pada istrinya mengingat tentang sikap dan pengabdian istrinya selama ini, tapi bukti foto yang Hugo bawa, kenyataan masa lalu mereka membuat Roman bimbang akan semua ucapan sangat istri.
"Hahahaha. Kau bahkan tak punya bukti untuk membuktikan ucapan mu Honey! Mengaku lah!" Ucap Hugo dengan tatapan remeh
__ADS_1
"Tidak! Ku mohon kau harus percaya!" Ucap Citra pada suaminya.
"Aku kecewa padamu Citra! Jika kau ingin mengakhiri hubungan ini, aku tak apa! Aku mengikhlaskan mu kembali dengan nya jika memang bahagia mu ada padanya." Ucap Roman berlalu pergi meninggalkan Citra dan Hugo yang masih di sana.
Saat Citra ingin mengejar suami pergelangan tangan itu di cekal oleh Hugo, "Kau harus merasakan sakit yang aku rasakan Citra!" Ucap Hugo dengan menatap tajam dengan penuh dendam dan amarah.
"Hugo! Untuk kesekian kalinya aku meminta maaf atas nama Ayah ku Hugo! Maafkan beliau di masa lalu! Ikhlaskan apa yang telah terjadi di antara kita di masa lalu." Ucap Citra memohon.
"Kau bilang maaf?" Ucap Hugo dengan nada remeh.
"Tidak Citra! Kalian terlalu sombong meremehkan seorang! Kalian yang menyebabkan hidup ku seperti ini! Bahkan saat kedua orang tua ku telah tiada! Aku tak bisa melihat nya untuk yang terakhir kali." Ucap Hugo dengan sinis mencengkram erat kedua pundak Citra.
"Hugo lepaskan! Sakit." Ucap Citra merintih kesakitan.
"Bahkan aku belum menyayat tubuhmu kau sudah kesakitan Citra!" Ucap Hugo dengan sorot mata horor.
"Kumohon! Kau tak akan mendapatkan apa-apa jika membalas dendam Hugo! Itu akan merugikan mu." Ucap Cita dengan mata sebab berkaca-kaca.
"Aku tak akan hidup tenang jika kalian bahagia! Bahkan demi nama Ayah dan ibuku yang telah tiada. Aku akan menjadi malaikat kematian mu Citra! Kau sendiri yang nantinya akan meminta kematian itu padaku." Ucap Hugo mendorong tubuh Citra hingga jatuh tersungkur ke lantai.
hiks... hiks... hiks....
Tangis Citra pecah hingga terduduk di lantai rumah miliknya.
🍃
"Ah iya, paman siapa?" Tanya Mark pada Hugo.
"Kenalkan aku paman Hugo, teman ibumu." Ucap Hugo memperkenalkan dirinya.
"Mark paman." Ucap Mark membalas uluran tangan Hugo dengan tersenyum.
"Apa yang paman lakukan disini? kenapa tidak masuk?" Ucap Mark bertanya dengan ramah.
"Ah paman tak enak, jika harus menceritakan padamu." Ucap Hugo dengan nada sedih nya.
"Maksud paman?" Tanya Mark pada Hugo meminta penjelasan.
"Ah bagaimana? Paman melihat Mommy mu memarahi Papa mu, karena ketahuan berselingkuh dengan sekretaris nya." Ucap Hugo dengan mata sedih.
"Apa yang paman katakan itu benar? Papa tak mungkin mengkhianati Mommy paman." Ucap Mark tak Terima.
"Paman tak bohong! Ini buktinya." Ucap Hugo menunjukkan foto pada Mark, dimana adegan intim sang Papa dan salah satu wanita ada di sana.
"Masuk lah! Mommy mu pasti membutuhkan mu, Bahkan Paman melihat Papa mu mendorong Mommy mun hingga jatuh ke lantai, karena Papamu tak terima di nasehati oleh Mommy mu."
__ADS_1
"Saat Paman ingin menolong, Mommy mu tak mau paman sentuh, karena ia tak ingin menyakiti Papa mu." Ucap Hugo menepuk pundak milik Mark.
"Papa mu suka berselingkuh di belakang mu Mark, Tapi Mommy mu menutupi semua darimu! Papa mu telah menyakiti Mommy mu." Ucap Hugo dengan hasutan kesekian kalinya.
Raut wajah Mark berubah tak suka, Banyak pikiran yang tak menyangka sang Papa akan berbuat seperti itu.
Mark pun segera berlari masuk kedalam, dan terbukti, ia melihat Mommy nya terduduk di lantai dengan air mata yang berlinang. Mark segera menghampiri Sang Mommy.
"Mommy... " Ucap Mark yang datang dengan tiba-tiba.
Melihat mommy nya terduduk di lantai, Mark langsung menghampiri dan memeluk sang mommy, menuntun nya untuk duduk di kursi yang terletak tak jauh dari sana, Ia segera berlari mengambilkan Air untuk sang Mommy.
"Mommy kenapa?" Ucap Mark saat mommy nya telah selesai meminum air putih pemberian nya.
"Kenapa mommy menangis? Ada apa?" Tanya Mark untuk kesekian kalian ya karena khawatir melihat keadaan Mommy Citra.
"Mommy tak apa sayang, hanya sedih saja teringat dengan kakek." Ucap Citra berusaha tegar di hadapan sang anak.
Jika Papa menyakiti Mommy! Kenapa Mommy menyembunyikan ini semua dariku mommy! Jangan membela Papa lagi mommy. Lirih Mark dalam hatinya.
Mungkin sang Mommy tak ingin melihat dirinya sedih, tapi menyembunyikan fakta itu dan tau dari orang lain, justru membuat Mark semakin kecewa.
"Mommy ingin istirahat." Ucap Citra yang hendak berdiri, beranjak dari kursi.
"Ayo Mark antar mommy ke kamar." Ucap Mark menuntut sang Mommy untuk beristirahat di kamarnya.
"Makasih sayang." Ucap Citra pada anaknya.
"Mommy istirahat ya, Mark keluar dulu! Kalau ada apa-apa Mommy panggil Mark saja." Ucap Mark. Citra pun menganggukkan kepalanya.
Kenapa pa! Kenapa Papa jahat sekali dengan Mommy! padahal mommy sangat mencintai mu pa! Kenapa kau menyakiti mommy! Aku kecewa padamu papa! ternyata kau selama ini berpura-pura baik ketika didepan ku! Ucap Mark sedih dengan terduduk di lantai kamar pribadi miliknya.
Tak akan ku bicarakan Papa menyakiti Mommy lagi! Aku membenci mu Papa! Lirih Mark menghapus kasar air matanya.
🌈🌈🌈
Gimana? Udah siap Part pembantai an nya?
😂
Happy Reading guys.
Jangan lupa like dan komen ya.
Untuk yang udah Vote dan dukung author selama ini aku ngucapin banyak terimakasih.
__ADS_1
Boleh kok Follow IG Author kalau mau kasih Ide agar cerita ini ke depan nya lebih baik lagi ya🤗