Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Bahagia


__ADS_3

Selama 3 hari ke depan, sepasang suami istri tersebut lebih banyak menggunakan waktunya untuk berada di dalam kamar, Sesekali mereka akan turun untuk makan, atau makanan akan di antarkan ke kamar mereka.


Sementara itu, Asisten Hito juga memulihkan keadaan nya, dan sesekali memeriksa beberapa berkas kantor yang masih bisa ia kerjakan di rumah.


Semua berjalan dengan damai, nyaman dan tentram layaknya kehidupan normal manusia pada umumnya. Tidak ada pertumpahan darah, luka sayatan maupun suara menggema dari sebuah timah panas.


Waktu terus berlalu dan kian bergulir, sudah 3 bulan semua kenangan pahit itu di ganti dengan kisah bahagia keluarga kecil milik Mark.


Sesekali Ayah Arifin dan Ibu Tati menginap di rumah besar tersebut, melepaskan kata rindu yang membelenggu di hati dua orang paruh baya yang masih menganggap Annisa sebagai putri kecilnya sampai kapan pun itu.


Mark benar-benar merealisasikan janjinya, meninggalkan dunia hitam yang tak seharusnya, menjual segala aset yang ada di dalam untuk membangun sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang properti perhotelan.


Kak Hanafi adalah pimpinan perusahaan tersebut, yang di beri nama "Annisa Grup"


Semua orang yang bekerja di dalam perusahaan itu, sebagain adalah mereka anak buah Mark yang saat setia mendampingi dirinya di dunia hitam. Dan sebagai adalah orang luar yang di seleksi ketat dan membuktikan bahwa dirinya pantas untuk masuk kedalam perusahaan Annisa Grup.


Namun tetap, setiap minggunya akan ada pelatihan khusus yang sangat melelahkan bagi mereka yang tak bisa ilmu beladiri.


Semua usaha memang sudah berjalan dengan semestinya, berada pada jalur benar! Namun tetap, kemampuan bela diri dan beberapa bahan peledak, peluru, pistol masih ada sebagian yang Mark simpan. Yeah! Hanya sekedar di berjaga. Tak lebih! Jika keadaan terdesak mungkin akan ia pergunakan.


🎶


Anggara Putra Hanafi, balita berumur 8 bulan yang saat ini sudah bisa mengoceh ria, berbagai suara ia keluarkan, Ah selalu saja membuat semua nya tertawa dan gemas melihat tingkah lucunya.


"Annisa sayang?" Ucap Bunda Tati pada putrinya.


"Iya Bunda, kenapa?" Tanya Annisa yang saat ini tengah memangku Baby Anggara.


"Apa kau bahagia? Apa kau baik-baik saja." Ucap Bunda Nur tiba-tiba, rasanya entahlah, hanya ingin menanyakan itu pada putrinya.


"Kenapa Bunda? Kenapa tanya seperti itu tiba-tiba?" Ucap Annisa.


"Ah tak apa, entahlah Bunda hanya ingin menanyakan saja." Ucap Bunda Nur jujur.


"Annisa bahagia Bunda, Mark sangat baik pada Annisa, dia adalah menantu Bunda yang terhebat." Ucap Annisa.


Cup


"Terimakasih sayang." Ucap Mark tiba-tiba mencium pipi istrinya dan mendudukkan dirinya di samping Annisa.


"Aish, kau ini apa tak malu dengan Ayah dan Bunda." Ucap Annisa berbisik.


"Hahaha.... Tak apa, aku tak malu." Ucap Mark dengan entengnya.

__ADS_1


Keempatnya kini bercengkrama ria di ruang keluarga tersebut, Hari ini kedua orang tua Annisa akan menginap di rumah Mark dengan Baby Gara.


🎶


Keesokan harinya, Bunda dan Ayah pamit untuk pulang, bersama dengan baby Anggara yang ada di pelukan omanya.


"Bunda pulang dulu ya sayang, jika ada waktu Bunda akan mengunjungi mu kembali." Ucap Bunda Nur tersenyum.


"Baik Bunda."


"Sayang.... " Teriak Mark mencari sosok istrinya ke sana kemari.


"Suami mu kenapa nak?" Tanya Bunda.


"Sayang dimana? bantu aku memakaikan dasi ku." Ucap Mark berteriak.


"Bunda tau kan, akan ada drama seperti ini setiap pagi." Ucap Annisa yang faham adegan pagi seperti ini.


"Hahaha, ya sudah Bunda dan ayah pamit. Kau segera keatas sana." Ucap Bunda Nur.


"Ayah juga pamit sayang, jaga dirimu baik-baik." Keduanya pun melangkah pergi kala itu.


Berbeda dengan Annisa yang terkadang tampak jengkel dengan sifat suaminya, Kedua orang tuanya justru sangat bahagia, sesekali mereka terglitik melihat tingkah laku menantunya itu.


🎶


"Malu? Emang apa yang aku lakukan padamu?" Ucap Mark seolah tak mengerti.


"Mana dasi mu!" Ucap Annisa.


"Aku tak tau, kau selalu lupa menatanya untukku." Ucap Mark dengan tampang tak berdosa nya.


"Meski aku sudah menyiapkan untukmu, anehnya dasi itu akan hilang bersama jam tangan dan jas yang juga sudah aku pilihkan." Dengus Annisa.


"Sudah! Ayo pakai kan dasi untukku!" Ucap Mark.


"Apa seorang pembinis sukses setara Markxelio Romantis tidak bisa memakaikan dasi?" Ucap Annisa dengan genit.


"Kau ingin aku mengundurkan jam kerjaku?" Ucap Mark menatap penuh selidik.


"Maksudnya?" Tanya Annisa tak mengerti.


"Berhenti menggodaku!" Ucap Mark.

__ADS_1


"Hahahah, baiklah bee. Sudah sana berangkat." Ucap Annisa.


"Aku tidak ke kantor, aku akan mengajak mu pergi, memberikan kejutan untukmu." Ucap Mark.


"Apa? Kenapa tiba-tiba?" Tanya Annisa.


"Sudah segera bersiap, aku tunggu dibawah dulu." Ucap Mark berlalu pergi tak lupa mengecup dahi Annisa sekilas.


🎶


"Tutup matamu!" Ucap Mark memerintah.


"Kenapa!"


"Sudah, jangan membantah! turuti kemauan ku sayang!" Ucap Mark dengan nada tegasnya.


"Baiklah bee."


Mobil melaju dengan kecepatan standar hingga ia sudah sampai di tempat tujuan, kaki Annisa perlahan melangkah masuk mengikuti langkah kaki suaminya.


"Sudah siap?" Bisik Mark.


"Sudah!" Ucap Annisa.


1


2


3


"Suprise." Ucap Mark dengan tersenyum senang.


"Bee, kau yang.... " Ucap Annisa tertahan tak mampu melanjutkan Kata-katanya.


"Ya, hanya untuk mu." Ucap Mark dengan tersenyum.


🎶


Happy Reading ya guys.


Jangan lupa like, dan komen.


Untuk yang udah Vote terimakasih 😇

__ADS_1


Sarapan dulu, sambil nunggu part selanjutnya ya❤


__ADS_2