Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Menghangatkan (S2)


__ADS_3

RAFA POV


Penolakan yang dilakukan kekasihnya membuatnya termenung dan merubah dirinya menjadi dingin, dunianya hancur berkeping-keping kala harus melihat dan menyaksikan kekasihnya menjadi istri sang kakak bukan menjadi istrinya tapi menjadi kakak iparnya sendiri.


"Mama tahu ini bukan hal yang mudah bagimu kan?"


"Mama" Pekik Rafa kala ia duduk termenung sendiri di kamarnya menghadap kearah jendela luar.


"Mama tau, antara dirimu dan abang mu kau lah yang memiliki hati lebih besar dan bersabar. Jangan seperti ini, Mama sangat sedih melihatmu!"


"Tapi ma...


"Mama tau apa yang kamu rasakan, tapi mama percaya kamu mampu melewatinya."


"Ya ma,"


"Mama berikan ini untukmu!" lirih Mama Annisa menyodorkan selembar kertas di hadapan putranya.


"Apa ini ma?"


"Buka lah!" Ucap Mama Annisa tersenyum.


"Beasiswa?"


"Ya, beasiswa. Berangkatlah. Kau masih ada punya waktu sebulan untuk memikirkan itu, di sana akan ada Paman Hito yang akan menjagamu!" Ucap Mama Annisa begitu lirih namun bibirnya di paksakan untuk tersenyum.


"Mama mengusir ku?"


"No sayang! Tak ada seorang ibu yang ingin mengusir anaknya, Mama hanya memberikan mu kesibukan yang bisa membantu mu mengikhlaskan Kirana untuk abang mu!"


"Jadi Mama membela abang!"


"Bukan seperti itu, kau salah faham dengan Mama sayang!"


"Lalu? Apa maksud semua ini ma!" Lirih Rafa.


"Sekarang apa yang Rafa ingin kan?"


"Rafa ingin Kirana menjadi istri rafa, bukan menjadi istrinya abang. Karena itu yang seharusnya."


"Lalu dengan cara apa? Agar Kirana menjadi istri Rafa?"


"Rafa akan menyuruh abang untuk melepaskan Kirana, menceraikan nya dengan begitu Rafa dan Kirana akan bisa bersatu."


"Jika Kirana sendiri yang tak ingin berpisah dengan abang mu! Apa yang akan Rafa lakukan?"


"Itu tidak mungkin ma, Rafa yakin Kirana masih sangat mencintai Rafa!" Kekeh Rafa dengan pendirian nya.


"Baiklah! Silahkan Rafa memperjuangkan Kirana, tak apa! Tapi Mama mohon! Rafa tak melakukan cara licik untuk merebut Kirana dari abang! Mama ingin Kirana lah yang dengan sendirinya memilih Rafa dan memilih berpisah dengan abang? Tapi jika Rafa gagal dan Kirana lebih memilih melanjutkan pernikahan dengan abang, maka Mama mohon Rafa harus mengikhlaskan Kirana! Rafa mau menerima tawaran Mama untuk melanjutkan studi dan tinggal dengan Paman Hito untuk sementara waktu? Dan yang terakhir Rafa hanya memiliki waktu hanya 1 bulan untuk memperjuangkan Kirana kembali? bagaimana? apa Rafa setuju?" Ucap Mama Annisa memberikan penjelasan sekaligus penawaran pada putra bungsunya.


"Ya Mama, Rafa menyetujuinya."

__ADS_1


"Dan Mama tak ingin ada perkelahian apapun di antara kalian berdua! Oke!"


"Ya ma, Rafa akan berusaha mengontrol emosi Rafa!"


"Baiklah, sekarang sudah malam. Rafa beristirahat lah!"


"Kau melakukan yang terbaik sayang!" Ucap Papa Mark saat melihat sang istri keluar dari kamar sang putra.


"Bee! Kau.... "


"Ya aku mendengarkan semua yang kau bicarakan sayang! Memilih salah satu diantara mereka untuk memaksakan kehendak mengikhlaskan nampaknya kita akan menjadi orang tua yang sangat jahat bukan?" Hah... Lengguh nafas panjang keluar dari mulut suaminya itu, keduanya perlahan melangkah masuk kedalam kamar mereka.


"Aku masih tak percaya dulu mereka masih kecil bahkan sangat menjengkelkan karena terus berusaha merebut perhatian mu, tapi sekarang keduanya juga saling berebut untuk mendapatkan satu wanita. Biarkan Kirana memilih siapa yang pantas menjadi suaminya! Kita doakan semoga keputusan yang di ambil oleh nya adalah yang terbaik untuk mereka berdua." Papar Papa Mark begitu lirih, hatinya terpukul tak kalah sedih dengan sang istri melihat persaingan sengit yang terjadi diantara kedua kakak beradik itu.


🎶


"Ikut dengan ku!" Tarik Rafa kala melihat Kirana pulang bekerja, dan membawanya ke taman belakang yang jarang di lalui seseorang.


"Lepaskan Rafa! Kenapa kau menarik ku!" Teriak Kirana saat merasakan pergelangan tangan nya berdenyut sakit.


"Hah... Mari kita keluar dari rumah ini, menghilang dari semuanya hidup berdua dan tak ada seorang pun ada yang menganggu kita!" Ucap Rafa serius saat keduanya telah sampai di taman belakang.


"Maaf Rafa, aku tak bisa. Aku sudah menjadi istri dari kakak mu sendiri dan kau tau itu bukan? ku harap kau bisa menerima ini!"


"Omong kosong! aku tau kau masih mencintai ku Kirana!" Pekik Rafa dengan suara meninggi.


"Ya! Aku memang masih mencintai mu, tapi aku mempunyai suami dan semenjak ijab qobul itu di katakan oleh kakak mu aku akan berusaha menerima dan mencintainya." Lirih Kirana yang juga merasakan sakit.


"Kau bisa menceraikan kakak ku!"


"Aku tak bisa menerima nya!"


"Hah, waktu akan membuat mu menerimanya!" Ucap Kirana berlalu pergi meninggalkan Rafa di taman belakang.


🎶


"Hiks... hiks... hiks.... kenapa Rafa! Kenapa kau membuat ini semakin sulit!." Lirih Kirana menangis pilu dan meringkuk dalam selimut itu hingga tanpa tersadar dirinya terlelap.


Jam menunjukkan pukul 7 malam, Rama pulang melangkah kan kakinya masuk kedalam kamar.


"Tumben? jam segini dia masih tertidur? apa dia sakit." Gumam Rama saat melihat Kirana masih saya terlelap dan meringkuk. Kakinya perlahan mendekat kearah sang istri.


"Panas sekali!" Ucap Rama yang langsung khawatir seusai mengecek suhu badan sang istri


Tok


Tok


Tok


"Ma," Panggil Rama mengetuk pintu kamar sang Mama.

__ADS_1


"Ya Rama ada apa?"


"Itu, Kirana sakit Ma, badan nya demam." Ucap Rama dengan nada khawatir.


"Tenanglah! Ikut Mama!"


"Sementara kompres dulu seperti ini!' Ucap Mama Annisa mempraktekkan nya dengan teliti Rama memperhatikan setiap gerakan yang diajarkan oleh sang Mama.


"Kau mengerti?"


"Ya ma,"


"Mama sudah memanggil dokter, kemungkinan sebentar lagi akan segera sampai."


"Terimakasih Mama."


Dokter pun memeriksa kondisi Kirana, "Ibu Kirana terlalu kelelahan dan banyak pikiran itu yang menyebabkan nya drop. Dia butuh istirahat yang cukup! Saya sudah menyuntikkan obat untuknya! Jika besok pagi demam nya masih tinggi Anda bisa membawanya ke rumah sakit untuk di periksa lebih lanjut!" Begitu garis besar yang bisa dokter itu sampaikan.


"Baik dokter terimakasih."


Sepanjang malam, Rama terus terjaga mengganti kompres untuk sang istri, entahlah sampai pukul berapa Rama tak tau, hingga tanpa sadar dirinya ikut terlelap dengan keadaan terduduk di bangku di samping sang istri dengan tangan yang selalu menggenggam erat.


Alarm adzan subuh membangunkan Kirana, "Apa ini?" Ucap Kirana saat memegang dahinya ada kain basah yang sudah mengering , ekor matanya melirik ke arah samping dan melihat Rama yang tidur dengan terlelap masih menggunakan kemeja yang ia gunakan.


"Apa dia yang menjagaku sepanjang malam?" Ucap Kirana bermonolog dengan hatinya.


Ada perasaan hangat yang menjalar dalam diri Kirana saat ia melihat suaminya kala itu.


"Ah kau sudah bangun? Sebentar biar ku periksa." Ucap Rama dengan suara serak basah yang di paksakan bangun saat melihat pergerakan tangan yang di lakukan oleh Kirana.


"Ah sudah membaik! Sebentar jangan bergerak! Minumlah dulu!" Ucap Rama memposisikan Kirana yang duduk dan menyodorkan air putih untuk Kirana,


"Apa kau butuh sesuatu? ini masih terlalu pagi untuk kau bangun kan?"


"Kau yang merawat ku sepanjang malam?"


"Ah ya! Kau jangan kegeeran kalau aku cinta dengan mu! Aku melakukan ini... itu.. karena kau tinggal disini? jika mama ku tau aku tak merawat mu maka aku akan mendapat makian darinya!" Tutur Rama mengelak dengan gugup.


"Aku bahkan tak menanyakan perasaan mu?"


"Dasar tak tau berterima kasih! Huh!" Dengus Rama yang merasa kesal, ia merutuki kebodohan nya atas jawaban yang ia berikan terhadap Kirana yang terkesan sangat melebihkan!


"Kau mau kemana!" Tanya Rama saat melihat pergerakan Kirana turun dari ranjang.


"Aku ingin sholat!"


"Kau masih sakit! Tak perlu sholat!"


"Rama! itu kewajiban ku sebagai seorang muslim! sakit tak menjadikan alasan untuk tidak menunaikan ibadah ku!"


"Baiklah! Mari ku bantu!" Ucap Rama lembut.

__ADS_1


🎶


Happy Reading!


__ADS_2