
"Hah, jam berapa sekarang!" Monolog Kirana dalam hatinya, ternyata sudah jam 2.
Kakinya melangkah memeriksa suhu tubuh Rafa, ah nampaknya sudah membaik Rama menjaganya dengan baik, tampak sang suami yang terduduk di kursi dengan wajah lelahnya.
"Mas Rama!" Ucap Kirana lembut mengelus puncak kepala Rama.
"Ah! Kenapa?" Tanya Rama yang masih dengan mata terpejam suaranya sangat berat enggan untuk bergerak.
"Bangun lah, Rafa sudah membaik. Ayo kembali ke kamar, istirahat lah dengan baik!"
Dengan setengah mata terpejam Rama berjalan masuk kedalam kamar dengan Kirana yang menuntun nya, "Dia tidur jam berapa si nampaknya ia kelelahan?" Liriknya Rama yang matanya sangat enggan untuk terbuka.
"Kau tidurlah!" Ucap Kirana menyelimuti tubuh sang suami.
"Kau mau kemana! Ayo tidur!" Ajak Rama menarik Kirana dan menjatuhkan dalam pelukan nya.
Deg
Deg
Deg
Jantung milik Kirana berpacu dan berdebar, rasanya sangat cepat terpompa! Oh ini kenapa? Jaraknya begitu intim dapat di lihat manik mata Rama yang tertutup, hidup mancung kulit bersih sedikit kumis tipis, bibir merah.
Kirana! sadar!! Apa yang kamu pikirkan! Ayo sadar Kirana! Ucapnya menepuk kedua pipi.
"Aku ingin sholat sebentar, kau tidur lah dahulu!"
"Ah kau pasti berbohong kan! Kau pasti ingin kembali ke kamar adikku kan!" Ucapnya dengan mata terpejam.
"Jika kau ingin sholat bersama ayo! bangun lah!" Ucap Kirana mengelus pipi Rama untuk membangunkan sang suami.
"Rasanya ini masih tengah malam, kenapa kau sholat!"
"Aku sudah terbiasa melakukan nya Mas! Kau tidur lah, aku akan sholat sebentar!"
"Ya! Jangan pergi! Jangan kabur!"
"Tidak mas!"
"Sudah?" Ucap Rama langsung menarik Kirana dalam pelukan nya saat merasakan ada pergerakan di ranjang itu.
"Kau belum tidur!"
"Aku menunggumu!"
"Eh kenapa?"
"Rasanya aku tak bisa tidur nyenyak jika tak memeluk mu! Serasa ada yang kurang!"
"Eh begitu!"
"Sudahlah ayo tidur sayang! Jika kau tak tidur kau akan membangun kan singa seperti ku yang siap melahap mu!"
"Ya kita tidur sekarang!"
🎶
"Dok, maaf! bapak ini memaksa masuk kedalam!" Ucap Suster kala Rama masuk tanpa permisi di ruangan sang istri.
__ADS_1
"Cih, aku suaminya! kenapa harus meminta izin darimu jika ingin menemui istriku sendiri." Ucap Rama mendengus kesal.
"Biarkan saja suster, dia memang suami saya!" Ucap Kirana saat suster tersebut ingin mengeluarkan kalimatnya.
"Maaf dok, saya tak tau!"
"Tak apa suster, kita beristirahat dulu selama satu jam kedepan."
"Baik dokter, saya permisi sekali lagi maaf!"
"Ya suster, tak apa bukan salahmu."
"Cih, mudah sekali memaafkan!" Ucap Rama kala Kirana tak memarahi suster yang tak tau bahwa dirinya adalah suami nya Kirana, harusnya suster itu tahu dong!
"Kau yang salah mas, tak semua suster di rumah sakit ini tau kau suamiku!"
"Jadi kau menyalahkan ku!"
"Bukan menyalahkan, tapi memang kau yang salah!
"Kau menyebalkan!" Ucap Rama menghempaskan dirinya duduk di kursi.
"Bukan seperti itu, kenapa kau kesini..... "
"Apa aku tak boleh mengunjungi istriku sendiri!" Potong Rama dengan nada kesalnya.
"Bukan seperti itu, kenapa kau tak memberitahuku sebelumnya?"
"Sudah lupakan! Aku ingin mengajak mu keluar untuk makan siang dan jalan-jalan!"
"Aku tak bisa, masih ada beberapa pasien yang harus aku tangani, untuk makan siang? bagaimana kalau kita makan di kantin rumah sakit!"
"Bukan seperti itu, tapi aku masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesai kan!"
"Alasan!"
"Hah, baiklah bagaimana kalau makan siang di kantin rumah sakit, aku akan menyelesaikan pekerjaan ku terlebih dahulu, lalu pulang bersama mu!"
"Aku tak mau menunggu mu! Aku mau sekarang!"
"Apa pekerjaan mu sudah selesai?"
"Sudah makanya aku kesini! Aku ingin jalan-jalan!" Ucap Rama dengan nada tegas.
"Hah, baiklah aku akan keluar bersama mu! Tapi sebentar!"
"Mau kemana? kabur?"
"Ayo ikuti aku!"
"Maaf dokter, saya ijin untuk pulang, ada keperluan mendadak!" Ucap Kirana meminta izin pada salah satu dokter senior.
"Untuk dokter Kirana tak apa, jangan sungkan!" Ucap dokter senior dengan tersenyum menggoda.
"Kau tak lebih tampan dariku! Jangan menggoda istriku!" Celetuk Rama langsung menarik Kirana kebelakang nya.
Hah, kenapa dia hari ini sangat menyebalkan? Sebenarnya apa yang dia makan tadi pagi? apa dia salah meminum obat? Monolog Kirana.
"Ah maafkan perkataan suami saya jika kurang berkenan di hari dokter, kami permisi dulu!" Ucap Kirana sopan dan langsung menarik Rama keluar dari rumah sakit, ia tak ingin malu dengan kekonyolan sang suami dengan celetukan yang dinilai terasa aneh dan berlebihan.
__ADS_1
🎶
"Pulang saja, jika kau marah seperti ini!" Celetuk Kirana kala Rama masih diam mengacuhkan dirinya seusai keduanya menyantap hidangan makan siang, tentu dengan tempat yang dipilih oleh Rama.
"Dan kau ingin kembali ke rumah sakit menemui dokter jelek itu!"
"Astaghfirullah Mas, kamu kenapa ih selalu berfikiran jelek terus ke aku!" Lirih Kirana dengan nada sedih!
Kenapa? Entahlah aku tak tau, aku masih saja tak rela kau di sentuh pria lain, berinteraksi dengan pria lain bahkan melempar senyum mu kepada laki-laki selain diriku! Rasanya sakit Kirana, meski kita sudah menikah, tapi kau belum seutuhnya menjadi milikku! Aku masih ragu jika kau meninggalkan ku! Monolog Rama.
"Maaf." Ucap Rama tertunduk sedih
Shut!!!!!
Mobil berhenti secara tiba-tiba, tak ada apapun yang melewatinya. Hanya saja sang sopir masih syok dengan apa yang didengarnya? bagaimana mungkin Rama mudah sekali berucap maaf?
"Apa kau ingin kita mati sialan!" Umpat Rama pada sang sopir.
"Maaf tuan!"
"Jika sesuatu terjadi pada istriku dan diriku! kata maaf mu tak berguna lagi!"
"Sudah mas, aku tak apa, jangan mudah tersulit emosi ya"
"Pak hati-hati ya! kita jalan lagi." Ucap Kirana dengan nada lembutnya.
🎶
"Kenapa kau mengajakku kesini!" Ucap Rama sinis karena Kirana membawanya ke danau.
"Kau lihat! kita tak tau apa yang tengah terjadi atau sedang terjadi di dasar danau bukan? Tapi dia masih mampu tenang dalam hal apapun!"
"Aku tak mengerti apa maksudmu!"
"Belajar lah untuk mengontrol emosi mu mas, jangan mudah tersulit emosi! Jika kau tak mampu mengendalikan emosimu suatu saat emosi itu akan merugikan mu!"
"Tapi aku tak suka dengan dokter tadi? Dia tampak genit terhadap mu!"
"Manusia memiliki sifat dan sikapnya masing-masing, kita tak bisa mengendalikan nya, yang kita lakukan hanya bisa meminimalisir nya!"
"Maksudnya?"
"Dengan cara mengajak mu keruangan itu, aku tak menyembunyikan apapun darimu dan aku meminimalisir rumor yang tak di inginkan!
Dan aku tau, sebagai seorang istri aku tak boleh berada di ruangan yang sama dengan pria lain selain suamiku! aku tau batasan itu!"
"Aku mencintaimu!" Ucap Rama memeluk Kirana dari belakang mendekapnya dengan mesra. Tak lupa satu ciuman hangat di daratkan pada pipi sang istri.
Kenapa jantung ku selalu berdebar saat sedekat ini dengan Rama! Gumam nya.
Sadar atau tidak, Rama telah mengungkap kan perasaan nya pada Kirana. sederhana namun ah membahagiakan.
🎶
Happy reading
Maaf kalau ada yang typo.
Dear Kirana, kalau babang Rama menyebalkan, getok aja kepalanya pake centong sayurnya emak aja ya😂😋
__ADS_1