Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Fakta menyakitkan (S2)


__ADS_3

2 Minggu terasa sangat hampa, masa dimana menggoda Citra adalah hal yang paling wajib di lakukan oleh Rafa. Ada rasa bahagia bahkan kesenangan tersendiri dalam hatinya.


Apa aku mencintainya? Tapi ini terlalu cepat? Ah apa aku sudah bisa melupakan Kirana? Monolog nya.


Langkahnya gontai, memasuki kelas sudah beberapa pertemuan yang seharusnya di isi oleh Citra harus di gantikan oleh Bapak Alexander selaku dosen.


Duduk di pojok dengan kepala di taruh di atas meja, Oke baiklah mari kita tidur! Gumam Rafa terlalu malas mendengarkan pak alexander untuk berbicara.


"Rafaxelio!"


"Ya pak, bapak berisik banget sih!"


"Kamu tidur di kelas saya!!"


"Engga pak, mejamin mata aja ini! Saya capek!"


"Rafa! Keluar dari kelas saya!"


"Alhamdulillah pak! Makasih, tau aja kalau saya lagi bosen dengan bapak!" Ucap Rafa dengan nada entengnya, melenggang keluar kelas.


Duduk di taman dekat danau buatan halaman kampus, sesekali melempar krikil kecil ke arah sungai.


Hah! Menyedihkan sih! Jadi kangen mama, lagi apa ya! Sepi banget rasanya! pengen pulang! Dan masih banyak omelan keluh kesah yang Rafa layangkan.


"Apa kau tak bisa menjadi pemuda yang baik? Dengan tak mengacau bahkan tidur di jam kuliah?" Celetuknya.


"Citra?"


"Ya, memang kau mengharapkan siapa? Pak Alexander?"


"Dih amit-amit sama dosen tua itu, kok gak ngajar sih selama 2 minggu kemana aja?"


"Usianya masih 30 tahun, dan dia bukan tua untuk laki-laki jaman sekarang, tapi cukup matang dan dewasa!"


"Kau menyukainya?" Tanya Rafa tak suka.


"Yeah, siapa yang tidak menyukai nya, kurasa semua mahasiswa disini menyukainya bukan? Dia tampan dan kaya?"


"Hey! Aku lebih tampan dan kaya, kau tau aku putra pewaris kekayaan Roman!"


"Kudengar itu hanya sebuah candaan! Dan kau masih menjadi laki-laki yang tidak tanggung jawab!"


"Apa! Kau mau melihat bagaimana aku bertanggung jawab? Ah baiklah kau harus hamil Rafa junior di dalam perutmu!" Goda Rafa.


"Saya baru tau, anda orang yang tidak sopan! Kedepan nya saya tak ingin anda menemui saya dengan alasan apapun!" Ucap Citra berdiri.


"Tunggu!" Cekal Rafa pada tangan Kirana.


"Ah, sakit-sakit. Maaf aku hanya bercanda kenapa kau sensitif sekali!" Ucap Rafa merasakan nyeri akibat tangkisan Citra pada tangan nya.


"Jangan macam-macam!" Ucap Citra dengan nada galaknya.


"Maaf! Bisa duduk kembali! ada yang ingin ku bicarakan!"

__ADS_1


"Katakan, aku tak punya waktu!"


"Jangan berdiri seperti ini, tidak sopan! Duduk ya!" Lirih Rafa.


"Tidak! Cepat katakan!"


"Aku mencintaimu!"


"Anda tak cukup pandai untuk menjadi seorang pelawak tuan muda!"


"Aish!!!! aku tak bercanda untuk itu! Aku serius Citra! Menikahlah denganku!" Ucap Rafa dengan serius menatap lekat manik mata teduh Citra, sudah apapun resikonya ia ingin Citra selalu ada untuknya, tak ingin menunda lagi hari ini ia dengan tekad bulat tanpa persiapan menyatakan cintanya, sadar akan ada banyak saingan yang ia hadapi! Tapi ia yakin Citra akan mau menerima cintanya.


"Selesaikan pendidikan anda tuan muda, nanti saya akan menjawab pertanyaan anda!" Ucap Citra tersenyum berlalu pergi.


🎶


"Mau apa!" Bentak Rama kalau Nadia mendatanginya secara tiba-tiba di kantor.


"Apa aku salah mengunjungi suamiku?"


"Aku bahkan benci dengan status itu, dan tak menginginkan nya!"


"Tapi aku adalah istrimu! Kau tak bisa mengingkari hal itu!"


"Hanya istri siri! Istri sahku hanya satu! Kirana bukan kamu!"


"Shut!!!! Yang penting aku adalah istrimu!"


"Mau apa kau kemari! Berapa uang yang kau butuhkan!"


"Sudah aku kirimkan 300 juta di rekening mu menyingkir lah!" Ucap Rama langsung mengusir Nadia.


"Terimakasih suamiku!" Ucap Nadia berlalu pergi.


"Menjijikkan."


Pembebasan Kirana kala itu, harus di bayar mahal oleh Rama dengan menikahi Nadia secara sirih! Tak ada pilihan lain selain itu. Hanya dirinya yang tau dan Nadia!


Entahlah, ia tak tau apa yang harus ia perbuat jika sang istri dan kedua orang tuanya mengetahui hal itu!


Bulan terus bergulir dan berganti bukan?


Perihal Rama, ia masih bisa menyembunyikan semuanya dari pihak keluarganya, ia juga masih mencari celah untuk bisa melepaskan diri dan mencari kekurangan Nadia, tanpa menyakitinya.


perjanjian sialan yang di lakukan nya dengan Chris membuat ia tak bisa langsung meledakkan otak Nadia dengan timah panasnya!


🎶


"Halo sayang!" Celetuk Rafa memangil Citra,


"Aku?"


"Bukan? Tapi tukang pos yang di sana! Ya iyalah kamu!" Dengus Rafa dengan nada kesalnya.

__ADS_1


"Apa ada?"


"Bulan depan kau tau bukan? Bahwa aku sudah di wisuda? aku sudah menyelesaikan studiku!


"Lalu?"


"Ku harap kau tak melupakan janji mu?"


"Janji? Namun sayang aku melupakan nya."


"Kau janji bukan akan menerima ku jika aku sudah menyelesaikan studiku?"


"Apa benar begitu? Kurasa kau memaksaku!"


"Citra.... Aku serius dengan perasaanku padamu."


"Benarkah? Bahkan kau bisa mendapat wanita yang lebih cantik dariku? Kenapa memilihku hem?"


"Cinta tak bisa di ukur soal fisik Citra! Aku nyaman dengan mu! Dan aku mencintaimu! Aku ingin kau menikah dengan mu!"


"Akan aku pikirkan lagi!" Ucapnya dengan tersenyum.


"Kau akan menerima ku bukan?" Tanya Rafa memastikan dengan senyum mengembang melihat respon bahagia dari Citra ah pasti ia mau menerima cinta Rafa.


"Lihat nanti tuan muda! Saya permisi!" Ucap Citra berlalu pergi.


Entahlah, kamu adalah ingin ku terbesar saat ini! kau hadir saat luka menghinggapi diriku! Terimakasih! Aku mencintaimu Citraku! -Rafaxelio Roman-


🎶


"Kapan kau menikahi ku secara resmi!" Berontak Nadia


"Tidak akan pernah!"


"Tapi aku juga mengandung anakmu!" Ucap Nadia dengan melempar hasil USG.


"Itu tidak mungkin!"


"Jangan mengelak Rama! Ini juga anakmu darah daging mu! Lambat laun kau harus menerima kenyataan bahwa aku juga istrimu!"


"Jangan melampaui batasan mu nadia!"


"Aku tak mau anak ini lahir tanpa adanya seorang ayah!"


"Tapi...."


"Rama!!! Mama kecewa padamu!" Celetuk Mama Annisa di ujung pintu sana, hari dimana mereka bertiga yang terdiri dari Papa Mark, Mama Annisa dan Kirana yang tengah hamil tua akan memberikan kejutan ulang tahun untuk putra sekaligus suaminya.


Namun ketiganya harus di kejutkan dengan fakta yang membuat mereka bungkam tanpa kata.


"Ma... Pa... sayang... " Ucap Rama dengan nada tergagap.


🎶

__ADS_1


Happy Reading.


__ADS_2