Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Khawatir


__ADS_3

Setelah kepergian Annisa, 30 menit kemudian, Mark meraba samping tempat tidurnya.


Mencari sosok istri yang membuat nyaman dan merasa tenang saat memeluknya.


Tangan nya meraba namun nihil tak di temukan istrinya.


Mata hitam tajam milik Mark langsung terbuka sempurna.


"Annisa." Gumam dalam hatinya.


Dilihatnya masih jam 3.30 WIB, masih pagi untuk sholat subuh,


Masih pagi juga untuk Annisa memasak.


Kaki Mark perlahan turun dari tempat tidur, Ia melangkahkan kakinya melihat kamar mandi.


Clek!


Tidak ditemukan sosok istrinya di sana.


Seketika, rasa khawatir menyeruak dalam diri Mark.


Ia pun bergegas ke luar kamar dan menuju lantai dasar.


Membangun kan semua penjaga dan para pelayan yang ada.


"Dimana Annisa!" Ucap Mark tegas pada para pelayan dan penjaga.


Penjaga dan pelayan tampak diam tak ada berani yang menjawab apapun.


"Kalian mau mati! membuatku bertanya kedua kali!" Ucap Mark lagi dengan nada keras nya.


Karena ruang beribadah itu kedap suara, Annisa tidak bisa mendengar pergerakan suaminya waktu turun dan membentak para pelayan dan penjaga.


Bibi Inah yang baru datang pun berucap.


"Tuan." Ucap nya dengan lembut.

__ADS_1


"Apa! Berani nya kau telat dan membuat ku menunggumu!" Ucap nya dengan nada dingin penuh mengintimidasi.


Glek!


"Astaga tuan, kenapa kau mengerikan sekali! aku hanya ingin memberitahu keberadaan nyonya tapi kau seakan-akan ingin membunuhku." Monolog bibi Inah dalam hatinya.


"Jangan merasa kau paling tua dan seenaknya tidak menjawab pertanyaan ku! Ucap Mark lagi dengan nada dingin, melihat tidak ada respon dari Bibi Inah.


"Maaf tuan, saya ingin memberitahukan bahwa nyonya sedang ada di ruang ibadah menunaikan sholat sunnah dan mengaji." Ucap Bibi Inah menjelaskan.


🌈 FlasBack On 🌈


"Nyonya." Ucap Bibi Inah yang melihat Annisa keluar dari kamarnya.


"Iya Bibi." Ucap Annisa.


"Ada perlu apa nyonya? ini masih terlalu pagi untuk anda bangun." Ucap Bibi Inah.


"Aku ingin sholat Bibi." Ucap Annisa.


"Lalu, apa yang sedang bibi lakukan." Ucap Annisa bertanya pada Bibi Inah


Oh ya! disini hanya Bibi Inah yang dipercaya langsung oleh Mark menjaga kebersihan ruang beribadah itu, karena Bibi Inah yang bekerja paling lama dan tertua.


Dia juga seorang wanita paruh baya yang selalu taat menjalan kan ibadah nya.


"Baiklah, ayo kita masuk sama-sama." Ucap Annisa mengajak Bibi Inah untuk masuk kedalam.


"Baik nyonya." Ucap Bibi Inah menuruti kemauan Annisa.


"Bibi jangan panggil aku seperti itu, Panggil saja aku Annisa, aku menganggap Bibi bukan sebagai seorang pelayan tapi lebih seperti sosok ibuku." Ucap Annisa menjelaskan.


"Tapi bibi tidak enak nyonya! Bibi hanya seorang pelayan disini, sedangkan nyonya adalah istri tuan." Ucap Bibi tak enak.


"Saya tidak memandang seseorang dari statusnya Bibi, sudah lah panggil saya Annisa saja." Ucap Annisa lembut.


"Baik Nyonya." Ucap Bibi Inah.

__ADS_1


"Kau sungguh wanita yang baik dan rendah hati nyonya Annisa. Semoga nyonya dan tuan selalu diberikan kebahagiaan dan dijauhkan dari semua masalah dan mara bahaya." Begitulah kira-kira monolog Bibi Inah


🌈 Flashback Off 🌈


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Mark segera berlari menuju ke ruang tempat ibadah miliknya itu.


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Mark langsung menarik dan membuka kasar handle pintu tersebut.


"Bee.. " Ucap Annisa yang saat ini sedang melipat mukena dan sajadah nya.


Mark langsung berlari kearah Annisa dan memeluknya.


"Ada apa?" Tanya Annisa lembut saat suami nya tiba-tiba memeluk dirinya.


"Jangan pergi sebelum aku membuka mataku." Ucap Mark lirih.


Ditangkupnya pipi Mark lalu Annisa mamandang wajah tampan itu.


"Aku melihat kalau kau tidur terlalu nyenyak. Dan Aku tak tega membangun mu." Ucap Annisa.


"Aku tidak pergi kemana-mana, aku hanya ingin menunaikan ibadah sholat." Ucap Annisa menjelaskan.


Hap


Mark memeluk Annisa lagi dan lagi.


"Apapun yang terjadi kau harus membangunkan ku sebelum kau pergi dari tempat tidur." Ucap Mark lagi tak ingin dibantah.


"Baiklah bee. aku akan membangunkan mu."Ucap Annisa lembut sambil mengusap punggung belakang suaminya.


Mark pun melepas pelukan nya tersebut dan menuntun Annisa untuk kembali ke kamarnya.


🌈🌈🌈


Happy Reading ya guys🤗


Maaf kalau masih ada yang typo.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote ya.


💙💙💙


__ADS_2