Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Sadar


__ADS_3

Sebelum ke cerita disini aku mau jelasin sebentar ya!


Thor! Kapan Maira dihukum! gak sabar! Pengen tau Mark bakal ngelakuin apa ke Maira!


Dan aku jawab dengan satu kata sabar, wkwkwkkwkw.


Canda kok😂


Begini! Biarin Mark fokus dulu dengan kesembuhan Annisa terlebih dahulu! minimal Annisa bisa siuman dan nerima keadaan!


Annisa posisi nya belum sadar! Cerry yang baru meninggal! dan Bayi yang di kandung Annisa juga keguguran kan?


Cukup ngebuat Mark sedih! Biarkan Mark menyembuhkan kesedihan nya! Ngebantu Annisa menerima semua kenyataan dulu!


Setelahnya! Maira akan kena hukuman yang setimpal kok!


Dan aku bakal kasih gambaran Flashback masa lalu Maira dan Mark.


Bagaimana? Sabar ya🙃 satu satu dulu.


🍃


Kembali ke Cerita ya🌈


Setelah Annisa di pindah di ruang rawat, Mark masih setia berada di samping istrinya.


Kedua orang tua Annisa dan Kak Hanafi, serta Kak Ira merasa bersyukur, bukan? tapi bahkan sangat bersyukur karena Annisa bisa selamat dari maut.


Mark menyuruh semuanya untuk pulang ke rumah terlebih dahulu, Mengadakan acara pengajian untuk kematian Cerry di rumah kedua orang tua Annisa dan untuk Kak Hanafi dan istri mereka masih punya anak yang masih membutuhkan nya.


Mark sendiri yang akan menjaga Annisa, Esok paginya mereka semua boleh berkunjung kembali.


Mark juga berjanji pada kedua orang tua Annisa, akan memberikan perkembangan kondisi Annisa.


"Tuan, saya akan pulang ke rumah sebentar mengambil semua keperluan yang anda butuhkan." Ucap Asisten Hito meminta izin.


"Bibi Inah kemana?" Tanya Mark tanpa mengalihkan pandangan ke arah Asisten Hito, tangan nya masih setia menggenggam tangan dingin Annisa.


"Bibi Inah sudah kembali ke rumah tuan, apa anda ingin menghukumnya karena kelalaian nya?" Ucap Asisten Hito.


"Tidak! Dia sudah bekerja dengan baik, Disini aku yang salah, hingga Maira bertindak sejauh ini." Ucap Mark dengan nada tegas.


Didalam hati Mark, ia masih bertanya? Kenapa kau setega ini Maira? Kenapa? Apa salah ku Maira? Hingga janin yang bahkan belum terlahir harus menjadi korban? Jika kau membenciku? kenapa kau lampiaskan pada istriku Maira?

__ADS_1


"Apa yang akan anda lakukan dengan Nona Maira tuan!" Ucap Asisten Hito tampak takut dan ragu menanyakan soal itu.


"Semua akan menjadi urusan ku! setelah Annisa benar-benar sembuh aku yang akan memberinya pelajaran." Ucap Mark dengan sorot mata membunuh.


"Maaf tuan, jika saya lancang bertanya. Saya permisi dulu. Dan saya sudah menempatkan beberapa orang untuk mengamankan nona Annisa dan Anda disini." Ucap Asisten Hito.


"Baiklah. Kau memang bisa di andalkan." Ucap Mark.


Asisten Hito pun pamit untuk pulang, membawa semua perlengkapan yang Mark butuhkan. Hanya butuh waktu 1 jam semua benda yang Mark butuhkan sudah ada di rumah sakit.


Mark pun mandi terlebih dahulu untuk menyegarkan dirinya. Setelahnya ia kembali duduk di ranjang dekat Annisa, menggenggam tangan istrinya memandang wajah pucat sangat istri dengan kesedihan.


Setelah ini, aku akan berusaha menjaga mu Sayang, aku tak akan membiarkan orang lain menyakitimu! Dan siapapun itu! Jika mengusik ku, aku tak akan membiarkan nya lolos dari cengkraman ku! Ku mohon sadarlah. Lirih Mark dengan satu tangan mengelus pipi Annisa.


Hingga jam menunjukkan pukul 3 dini hari Mark baru bisa memejamkan matanya, entahlah rasanya ia tak bisa tertidur sebelum melihat kelopak mata istrinya terbuka.


🍃


Keesokan harinya, tepat pukul 6 pagi, perlahan namun pasti kedua bola mata Annisa membuka, menyesuaikan pencahayaan di sekitarnya.


Argh


Rasa sakit langsung menghantam bagian perut Annisa.


"Bee." Lirih Annisa tangan nya tergerak untuk mengusap puncak kepala Mark yang tengah tertidur.


"Sayang, terimakasih." Ucap Mark menciumi pipi Annisa.


"Apa ada yang sakit?" Ucap Mark.


"Kau ingin minum?"


"Atau kau mau makan?" Cercah Mark dengan berbagai tawaran nya.


"Minum." Lirih Annisa, dengan perlahan Mark membantu Annisa untuk meminum air yang ada.


"Bagaimana? Apa ada yang kau inginkan lagi?" Tanya Mark menatap wajah pucat istrinya, dan Annisa menjawab dengan gelengan kepala.


"Bee, bayi kita?" Ucap Annisa lirih menahan sakit di dalam perutnya


Deg


Deg

__ADS_1


Deg


"Sayang, maaf." Ucap Mark menunduk menitihkan air mata.


"Kenapa kau minta maaf?" Ucap Annisa lirih.


"Maafkan aku, semua ini salah ku, Allah lebih sayang dengan nya!" Lirih Mark menunduk


Tidak


Tidak


Tidak


Kau pasti berbohong padaku bee!!! ya kan? jawab!!!!


"Bayi kita salah apa bee? kenapa Maira begitu jahat padaku, Dia tak berdosa bee, melihat dunia saja dia belum! tapi kenapa dia dengan kejam nya membunuh." Ucap Annisa lirih.


Mark memeluk tubuh Annisa dan dengan lembut mengusap punggung belakang istrinya, menenangkan Annisa dengan membisikkan berbagai kalimat baik untuk istrinya.


Cukup lama Annisa terisak dalam pelukan Mark, "Sayang tenangkan dirimu, kau baru bangun, aku tidak ingin kau sakit lagi." Ucap Mark.


"Cerry dimana?" Ucap Annisa lirih menyeka air matanya.


Good! Pertanyaan paling mematikan yang Mark ingin hindari, dan detik ini mau tak mau ia harus menjawabnya.


Tuhan? apa yang harus aku katakan! Lirih Mark bingung menimang kata yang pas untuk di sampaikan pada istrinya.


"Hem.... Cerry ada di tempat yang aman dan bahagia." Ucap lembut Mark dengan Mark kesedihan.


"Aku ingin bertemu Cerry." Ucap Annisa.


"Nanti ya, kau harus sembuh dahulu, jika kau sudah sembuh, aku akan mengajak ku bertemu dengan Cerry." Ucap Mark menenangkan dengan tersenyum simpul.


Annisa hanya menganggukkan kepalanya dengan lemah mengiyakan pernyataan sang suami.


🌈🌈🌈


Happy Reading ya guys.


jangan lupa like dan komen.


yang udah Vote makasih banyak ya❤❤❤

__ADS_1


Maaf kalau masih ada kata yang typo😂🙃


Terimakasih Semua😚😚😚


__ADS_2