
Derrtttt
"Halo, saat ini Annisa dan Mark sedang berada di salah satu Mall, aku akan kirimkan lokasinya padamu."
"Baik aku akan segera kesana."
🌹
Annisa dan Mark sedang memilih beberapa perlengkapan bayi di salah satu toko.
"Sayang, kau disini sebentar ya aku ingin pergi ke toilet." Ujar Mark berpamitan pada istrinya.
"Iya bee." Ucap Annisa dengan anggukan kepala dan tersenyum.
Mark pergi meninggalkan Annisa, untuk bergegas ke toilet.
Annisa memilih beberapa baju untuk hadiah calon keponakan nya yang akan segera lahir.
Karena usia kandungan Kak Ira sudah menginjak 9 bulan dan menurut dokter, Kak Ira akan segera melahirkan dalam waktu dekat ini.
Annisa sudah membeli semua yang ia butuhkan, termasuk hadiah untuk Cerry dan tentunya hadiah untuk si bayi besarnya yang tampan, siapa lagi kalau bukan Mark.
"Sayang." Ucap Mark yang baru tiba di sana.
"Sudah?" Ucap Annisa.
"Sudah, maaf lama ya?" Ucap Mark.
"Tidak apa-apa bee." Ucap Annisa.
"Ingin segera pulang atau makan terlebih dahulu?" Ucap Mark pada istrinya itu.
"Makan dulu ya bee, aku lapar." Ujar Annisa memegang perutnya sambil tersenyum menampakkan deretan gigi putih bersih miliknya.
__ADS_1
"Baiklah tuan putri, laksanakan." Ucap Mark menggandeng tangan Annisa dan satu tangan nya lagi membawa semua belanjaan milik istrinya.
Kini, mereka berdua tengah terduduk disalah satu kursi restoran tersebut.
"Tuan, Nona, Ini daftar menu makanan nya, silahkan mau pesan apa?" Ucap Pelayan memberikan buku menu dan menghampiri meja keduanya.
"Kau ingin makan apa?" Ucap Mark bertanya pada Annisa.
"Aku ingin spaghetti dan steak bee. Minum nya air putih saja." Ucap Annisa.
"Baiklah."
"Mba pesan itu, ditambah nasi goreng satu dan jus jeruk satu." Ucap Mark memberikan buku menu pada pelayan.
"Baik tuan, Mohon di tunggu." Ucap Pelayan berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.
"Bee, aku ke toilet sebentar ya." Ucap Annisa meminta ijin.
"Apa perlu aku antar?" Ucap Mark.
"Baiklah."
"Hai bung." Ucap Alex yang tiba-tiba hadir didepan Mark dan tanpa tau malunya dia langsung duduk di hadapan Mark.
"Siapa yang menyuruhmu duduk?" Ucap Mark dengan kilatan amarah.
"Santai bung tenang. Kau sendirian? Dimana istrimu?" Ucap Alex bertanya.
Namun Mark diam tak menanggapi semua celotehan Alex.
"Hahahaha.... Oke baik-baik kalau kau tak mau berbicara padaku tak apa." Ucap Alex lagi.
"Hem, aku ada hadiah untukmu." Ucap Alex menyodorkan kertas di hadapan Mark.
__ADS_1
"Ambil lah, kau akan menyesal jika tak membukanya." Ujar Alex lagi dengan kedipan mata.
Dengan terpaksa, Mark mengambil apa yang di sodorkan pada nya.
Seketika, tangan nya mengepal dan menahan amarah. Di remas nya kertas tersebut. Sungguh Aura membunuh Mark benar-benar di pancing oleh Alex detik itu juga.
"Jangan mudah percaya pada wanita bung. Oh ya Aku permisi. Salam untuk istri cantik mu ya." Ujar Alex lagi dan berlalu pergi meninggalkan Mark yang masih duduk terdiam memendam semua amarahnya.
🐾
Brugh.
Tubuh Annisa berada di dalam pelukan seseorang.
Karena tanpa sengaja ada seorang pria yang menabraknya.
"Faiz." Ucap Annisa.
"Maaf." Ucap Faiz.
Annisa dan Faiz segera berdiri dengan posisi menjaga jarak di antara kedua nya.
"Hem, tidak apa. Ya sudah aku pergi dulu." Ucap Annisa berlalu pergi.
🌈🌈🌈
Oke, Hari ini aku udah 3 bab yang ya teman-teman.
Semoga kalian suka ya❤
Jangan lupa like, komen dan Vote.
Untuk pembaca setia ku, Makasih banyak ya💙💙💙💙💙
__ADS_1
Cinta kalian pokoknya❤❤❤
Kalau like nya banyak aku akan up cerita banyak juga ya😘