
Annisa melangkah kan kaki nya masuk kedalam kamar miliknya.
Dan di lihatnya Mark baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit pinggang nya.
"Cih? sudah lupa kau adalah seorang istri? kau pergi kemana? Bertemu selingkuhan mu?" Ucap Mark mencercah Annisa yang baru sampai di ujung pintu masuk.
"Bee, aku sudah menjelaskan pada mu aku berkunjung ke panti, dan maaf kalau aku pulang terlambat. aku beristirahat sejenak di rumah ibu, karena kelelahan." Ucap Annisa menjelaskan.
"Cih, alasan saja." Ucap Mark berlalu hendak mengambil pakaian nya.
"Biar aku saja yang menyiapkan." Ucap Annisa yang juga melangkah kan kakinya mengambilkan pakaian sang suami.
"Tidak perlu! kau pergi saja sana dengan selingkuhan mu." Ucap Mark lagi dengan tegas nya.
"Bee, dia bukan selingkuhan ku! Percayalah! aku dijebak." Ucap Maira menjelaskan.
"Mana buktinya?" Ucap Mark dan Annisa hanya menundukkan kepalanya. Karena memang ia tak memiliki bukti apapun.
Dan Mark hanya diam, melanjutkan kegiatan nya mengambil pakaian santai dan memakainya.
Annisa menghela nafas nya lalu ia beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
🍃
Hari terus berganti, dan Mark tak tau kalau kunjungan Annisa ke panti waktu itu untuk mengadakan syukuran ulang tahun nya.
Sungguh sikap Mark berubah drastis, namun Annisa tetap bersabar menghadapinya.
"Bee, aku ingin berbicara?" Ucap Annisa malam itu.
__ADS_1
Mark hanya menunjukkan ekspresi diam nya tanpa ingin menjawab istrinya.
"Besok adalah hari wisuda ku, kalau kau tak sibuk kau boleh datang ke kampus menemaniku." Ucap Annisa pada Mark yang saat ini masih sibuk dengan berkas di meja kerja nya.
"Bee ini aku buatkan teh hangat dan sedikit cemilan untukmu." Ucap Annisa pada menyerahkan nya.
Lagi dan lagi, Mark hanya diam tanpa ada suara, menyentuh makanan yang Annisa bawa juga tidak.
"Kakak." Ucap Maira yang tiba-tiba masuk kedalam ruang kerja itu.
"Ups maaf." Ucap Maira lagi, saat mengetahui ada Annisa di dalam ruang kerja itu.
"Ada apa Maira?" Ucap Mark.
"Apa kakak sibuk?" Ucap Maira bertanya.
"Aku ingin kakak menemaniku jalan-jalan, makan bakso, uh.... aku sangat menginginkan itu." Ucap Maira dengan membayangkan ekspresi kesegaran semangkuk bakso.
Keduanya seolah tak memperdulikan adanya kehadiran Annisa di sana. Dan Annisa hanya menghela nafas nya pasrah.
Semoga kau tau siapa yang salah dan benar , aku sungguh mencintaimu, semoga tak ada kata terlambat saat kau menyadari semuanya.
Gumam Annisa dalam hatinya.
🍃
Mobil Mark melaju ke sebuah Mall terbesar sesuai dengan arahan dari Maira.
Sesampainya didalam Mall tersebut keduanya masuk kedalam mencari stand makanan sesuai keinginan Maira tentunya.
__ADS_1
Sungguh saat orang lain melihat keduanya mungkin? akan mengira jika mereka adalah pasangan kekasih.
Kini mereka sudah duduk di salah satu meja dan sedang menunggu pesanan mereka.
saat keduanya sedang menunggu, "Mark?" Ucap seseorang memanggil di sebrang sana.
Mark pun menoleh ke arah sumber suara yang manggilnya dan hanya menganggukkan kepalanya.
"Annisa di mana?" Tanya laki-laki itu yang tak lain adalah Faiz.
Mark diam tanpa ingin menjawab pertanyaan Faiz. "Di rumah." Ucap Maira cepat.
"Kau siapa?" Ucap Faiz tak mengerti siapa perempuan di hadapan nya.
"Maira." Ucap nya mengulurkan tangan, namun Faiz enggan untuk menyambut ukuran tangan tersebut. dan beralih pamit undur diri.
"kak, aku pergi ke toilet sebentar ya?" Ucap Maira dan Mark menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Tunggu!" Ucap Maira mencekal langkah Faiz.
"Ya?" Ucap Faiz acuh menaik turun kan alisnya seolah tak mengerti.
🌈🌈🌈
Happy Reading ya guys💙
Jangan lupa like komen dan Vote ya!
Sayang kalian semua. 😘
__ADS_1
Nah loh? Kira-kira mau ngomong apa ini nih si Maira sama Faiz. 🤣