
"Tasya!" Ucapnya langsung masuk keruangan dokter miliknya,
"Ada yang bisa saya bantu tuan Chris?"
"Sayang ayolah, jangan bicara seperti itu! Aku minta maaf!"
"Maaf tuan Chris, saya tak mengerti apa yang sedang anda bicarakan?"
"Sayang jangan berbicara formal seperti itu padaku, maaf!"
"Tuan Chris! Jadwal pasien saja masih banyak jika tak ada hal yang ingin di bicarakan lagi! Silahkan anda keluar!" Ucapnya duduk dan memeriksa setiap lembar tanpa menoleh kepada pemuda yang duduk di hadapan nya,
Pemuda yang berhasil merebut hatinya, dan sialnya pemuda ini lah yang memberikan luka pada hatinya, sangat sakit dan menyakitkan!
"Aku minta maaf! Maaf jika aku tak mempercayai mu!" Ucapnya langsung terduduk di kaki Tasya.
"Tuan Chris! Anda.... "
"Berhenti berbicara formal seperti itu sayang! Maaf aku.... "
"Sudahlah Chris, lupakan kita memang tak berjodoh!" Ucapnya langsung membantu Chris untuk berdiri.
"Tapi aku... "
"Hubungan harus dilandasi rasa saling percaya satu sama lain, jika tak ada rasa percaya, hubungan seberapa lama pun akan hancur seketika Chris! Sudahlah, ku harap kau mengikhlaskan semuanya! Mungkin kita tak berjodoh!" Ucapnya lagi.
...******...
"Lo kenapa sih! Kusut banget!" Ucapnya menatap Chris yang baru saja tiba-tiba di kantor nya.
Libur sudah selesai, kini Rama telah kembali bekerja di perusahaan setelah acara pernikahan sang adik.
"Lo harus bantu gue! Tasya mutusin gue!" Lirih sedih.
"Memang ada masalah apa?"
"Lo sih! Gue baru omong kemarin! Cih dasar pelupa!"
"Its okey! Jangan sensi gitu bro! Lo sih lagian. Itu anak gak pernah sekalipun deket sama cowok lain! Dan loh harusnya beruntung dapat dia! Dan lo malah nuduh dia yang engga-engga!"
"Ya gimana? Lo tau kan gimana dulu saat cinta sama nadia!"
"Tau, dan lo Pemuda paling bego yang bisa-bisanya cinta sama wanita ular seperti Nadia. tapi bukan berarti lo menyamakan semua cewek itu sama!"
__ADS_1
"Ya maaf bro! Udah deh gak usah nyalahin gue! Harus gimana nih?"
"Ya lo minta maaf lah ke dia!"
"Udah sialan! Tapi dia gak mau maafin gue!"
"Ya itu nasib lo! Suruh siapa jadi orang bego banget!"
"Lo sebenarnya mau bantuin gue gak sih! Heran gue!" Umpat Chris.
"Dah! Gue mau pulang kangen anak sama bini! Gue bakal bantu loh! Tungguin aja bye!"
"Woy! ini masih jam 2 belum jam pulang!"
"Bodoh! Gue bos nya! Makanya menikah!" Ucap Rama berlalu pergi.
...*****...
"Assalamu'alaikum sayang!" Ucapnya melangkah masuk kedalam kamar.
"Waalaikumsalam!" Ucap nya mencium tangan sang suami dan mengambil tas kerja miliknya.
"Uluh-uluh Baby Reyhan Papa kangen!" Ucap nya hendak mengambil baby Reyhan.
"Baiklah Mama!" Ucapnya mengecup pipi sang istri dan melangkah masuk kedalam kamar mandi.
"Tumben kau sudah pulang jam segini!" Tanya Mama Kirana saat Rama sudah selesai mandi dan memakai bajunya.
"Entahlah, aku merindukan mu dan Baby Reyhan!" Ucapnya sudah bermain dengan Baby Reyhan yang ada di ranjang.
"Apa tak akan menganggu pekerjaan mu!"
"Tenanglah, aku bos nya sayang!" Ucapnya mencium baby Reyhan dalam pangkuan nya, keduanya tampak asyik bermain sesekali baby Reyhan mengeluarkan suara nya yang entahlah hanya anak bayi yang bisa memahaminya.
"Kau lapar?"
"Hem,? Aku ingin makan tapi suapi?"
"Baiklah sebentar, aku akan mengambil makanan untukmu!" Ucapnya melangkah keluar kamar.
...****...
"Sayang!" Ucap Rafa kembali mendekap sang istri dalam pelukan nya, sudah seminggu ini Rafa enggan untuk beraktivitas di luar kamar. keduanya masih menginap di hotel tempat indah yang menjadi saksi bisu penyatuan cinta mereka, Tubuh sang istri sangat nyaman untuk di peluk dan di dekap.
__ADS_1
"Apa kau tak bekerja? Ini sudah seminggu kita menginap di hotel ini!"
"Tenanglah, abang ku bisa mengontrol semua pekerjaan di kantor, dia juga memberikan ku perpanjangan cuti untuk berbulan madu!"
"Tapi... "
"Sudahlah, ayo tidur lagi! suasana ya sangat enak untuk tidur!" Ucap Rafa kembali mendekap sang istri, namun tangan nya tampak liar bermain ke sana kemari.
"Sayang! Tangan mu!"
"Ah apa! Aku ingin berolahraga dengan mu!" Ucap Rafa yang mengukung Citra dan kembali mencumbu sang istri dalam pelukan nya, permainan panas kembali menggelora dalam kamar hotel, suara desahan keduanya tampak menggema dan satu jam lebih keduanya saling memadu kasih cinta.
...****...
"Bang!" Ucap Rama melangkah masuk ke ruang kerja Kak Angga,
"Kenapa ku bawa dia kesini!" Tanya Angga menajam kala Chris juga ada di belakang Rama.
"Duduk bang! Dia mau bicara sama lu!" Ujarnya menenangkan kak Angga.
"Cih! Gue gak sudi! Jangan harap gue mau maafin dia setelah dia nuduh adik gue gak engga-engga!"
"Kak maafin aku, maaf kalau aku udah salah faham dan nuduh Tasya yang engga-engga, tapi aku sayang dan cinta sama Tasya kak! Tolong! Aku minta maaf dan aku mohon restui hubungan ku dengan Tasya!" Lirih Chris memohon.
"Minggir! Udah pulang sono! Gue gak mau maafin lu!" Kesal Kak Angga.
"Bang! Setiap orang pernah melakukan kesalahan, kasih Chris kesempatan kedua! Gue kenal dia bagaimana, gue jamin dia gak akan lagi nyakitin adik lu! Gue jaminan nya!" Ucap Rama menjadi penengah.
Tampak helaan nafas panjang yang kak Angga keluarkan kala Rama telah menyelesaikan kalimat nya!
"Percaya gue bang! Dia beneran suka dan cinta sama adik lu! Ya kali gue kasih cowok sembarang untuk jaga Tasya, gue juga sayang sama dia bang!" Ucap Rama lagi.
"Hem... "
"Bang!"
"Gue pegang kata-kata lu! Awas kalau temen lu nyakitin hati adik gue! Lu tau kan apa yang harus lu tanggung!"
"Makasih kak! Makasih! Gue gak akan nyakitin adik lu! Gue bakal jaga dia segenap jiwa dan raga gue!" Kali ini Chris yang berjanji dan memeluk Kak Angga secara tiba-tiba atas kesempatan kedua yang telah di berikan padanya.
š¶
Happy Readingā¤
__ADS_1