Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Pulang


__ADS_3

Hay Guys😂


Nungguin aku up ya?


Ah maaf telah membuat kalian menunggu😫 Pasti gak enak ya😟


Kemarin bener-bener gak bisa up soal nya ada urusan urgent banget dan dadakan.


Huhuhu.


Maafin😫


🍃


Back to cerita aja ya🌹


Annisa masih menangis tersedu di pelukan suaminya.


Beberapa menit kemudian, setelah di rasa Annisa sudah tenang dan tak menangis lagi.


Mark melepaskan pelukan nya, ia mengusap dengan lembut air mata istrinya yang masih mengenang di sudut mata.


"Apa ada yang sakit?" Ucap Mark menangkup kedua pipi Annisa dengan tangan nya.


"Tidak, aku sudah lebih baik." Jawab Annisa tersenyum.


"Ingin makan?" Ucap Mark menawarkan.


Dan di balas dengan anggukan cepat oleh Annisa, karena semalam ia memang belum makan sama sekali.


Mark pun menyuapi Annisa dengan telaten.


"Kau tidak bekerja?" Ucap Annisa bertanya disela Mark menyuapi nya.


"Tidak! Aku ingin menemanimu hari ini." Ucap Mark menatap serius.


"Faiz kemana?" Ucap Annisa bertanya.


"Ehm.... " Gumam Mark ragu menjawab pertanyaan istrinya.


"Aku disini Annisa." Ucap Faiz yang sudah tiba di ujung pintu tersebut. Perlahan kaki nya mendekat ke arah ranjang Annisa,


"Terimakasih telah menolongku." Ucap Annisa menatap sekilas Faiz.


"Tentu, kau tak perlu berterima kasih karena kau adalah adikku dan memang aku harus menjagamu." Ucap Faiz tersenyum.


"Hey! aku suaminya! dan aku yang berhak menjaga istriku! bukan kau!" Ucap Mark setengah berteriak menatap Faiz.


"Bee." Ucap Annisa menatap tajam ke arah Mark.


"Baiklah." Ucap Mark menunduk pasrah. Sungguh seperti anak kecil yang di marahi oleh ibu kandung nya.


"Hahahaha... tak apa Annisa, suamimu ini memang sedikit posesif dan sensitif bila menyangkut dirimu." Ucap Faiz berbisik.

__ADS_1


"Hey! aku masih bisa mendengarnya." Ucap Mark.


"Diam!" Ucap Annisa menatap Mark dengan galak.


"Oke Annisa, kata dokter kau boleh pulang hari ini. Dan kau harus hati-hati lain kali." Ucap Faiz.


"Iya kak, terimakasih." Ucap Annisa tersenyum.


"Sama-sama." Kata Faiz "Aku permisi. " Ucap Faiz mengundurkan diri dan meninggalkan mereka berdua.


"Aku ingin bicara padamu." Ucap Annisa dingin. seusai Faiz pergi meninggalkan mereka.


Entahlah, ini saat yang tepat atau tidak untuk membicarakan masalah nya disini. Tapi di rumah pun Annisa mungkin tak bisa menjamin berbicara dengan Mark leluasa dan berdua.


"Apa?" Ucap Mark lirih,


"Liat aku!" Ucap Annisa menatap galak, Mark langsung mendonggakkan kepala nya menghadap istrinya.


"Ada yang ingin kau jelaskan?" Ucap Annisa dingin menajam tanpa basa basi.


"Apa?" Ucap Mark bingung berpura-pura tak tau.


"Kau tau pasti apa yang aku maksud!" Ucap Annisa.


"hem, baiklah." Ucap Mark menghela nafas panjang nya.


"Waktu itu, aku sadang berada di kantor mengerjakan setumpuk dokumen seperti biasanya. Saat jam istirahat Maira menawari ku jus dan berbicara padaku, supaya aku mempercayai mu.


selepas kepergian nya keluar dari ruangan ku, tiba-tiba aku merasakan panas di sekujur tubuhku, mungkin AC nya mengalami kerusakan. Dan aku memutuskan untuk pulang. Menyerahkan semua pekerjaan pada Maira. Dan sampai di rumah karena kepanasan aku memutuskan untuk mandi agar badan ku lebih segar seperti sedia kala. Setelah itu Maira datang masuk menanyakan keadaan ku, setelah nya aku tidak tau apa yang terjadi.


Aneh sekali, semua tampak biasa saja. Gumam Annisa dalam hatinya.


"Lalu? bisa menjelaskan kenapa kau dan dia tak memakai sehelai benang pun?" Ucap Annisa lagi.


"Percayalah, aku tak melakukan apapun padanya." Ucap Mark lesu.


"Tapi? semua bukti menyalahkan mu?" Ucap Annisa.


"Kau tak mempercayaiku?" Ucap Mark menatap manik mata indah istrinya.


"Hem? Bagaimana rasanya tak di percayai? Sakit bukan?" Ucap Annisa.


"Apa?" Ucap Mark.


"Sudahlah kau telah mengecewakan ku! aku ingin sendiri." Ucap Annisa membuang muka.


"Sayang aku janji padamu aku akan membuktikan nya padamu. bahwa aku sama sekali tak menyentuhnya." Ucap Mark serius.


"Aku tunggu!" Ucap Annisa.


"Sementara, aku ingin tinggal dulu di rumah ibu." Ucap Annisa dingin.


"Tapi..... "

__ADS_1


"Tak ada kata tapi! biarkan aku sendiri dulu. kumohon!" Ucap Annisa


"Baiklah." Ucap Mark pasrah.


"Aku akan urus dulu administrasi mu, kau tunggu disini jangan kemana-mana!" Ucap Mark dan Annisa hanya menganggukkan kepala nya.


Mark pun keluar, dan membereskan semua Administrasi rumah sakit Annisa. Ia mengantarkan istrinya untuk pulang ke rumah.


...*****...


Tok


Tok


Tok


"Assalamualaikum." Ucap Annisa di luar pintu.


"Waalaikumsalam." Ucap Seseorang membuka pintu.


"Sayang putri ibu." Ucap Ibu Tati menyambut hangat putri bungsu nya dengan pelukan.


"Ibu merindukan mu... " Ucap Ibu lirih di sela pelukan.


"Annisa juga merindukan ibu." Ucap Annisa tersenyum membalas pelukan sang ibu.


"Ayo masuk." Ucap Ibu Tati menyuruh kedua nya masuk.


"Bu Annisa ingin menginap di sini boleh?" Ucap Annisa bertanya.


"Aish kau ini! tentu saja boleh." Ucap Ibu Tati tersenyum.


"Apa kau ingin istirahat?" Ucap sang ibu bertanya.


"Iya bu, Annisa capek." Ucap Annisa lirih.


"Baiklah. Kau dan suamimu istirahat lah dahulu." Ucap Ibu Tati.


"Baik bu, Annisa dan Mark permisi ke kamar." Ucap Annisa dan Mark mengikuti dari belakang.


🌈🌈🌈


Happy Reading ya guys.


Jangan lupa like komen dan Vote.


Sayang kalian semuanya.


.


Oh ya yang disini tanya ke aku? kenapa tiap part dikit banget? Hem....


Sejak awal aku nulis ini. Setiap partnya hanya 500 kata lebih sedikit.

__ADS_1


Sesuai dengan ketentuan minimal Up tiap bab.


Makasih saran kalian. ke depan nya aku akan lebih memperpanjang tiap bab nya🌹


__ADS_2