Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Malu


__ADS_3

03.00 WIB


seperti biasanya Annisa terbangun untuk menunaikan ibadah sholat sunnah nya.


Annisa tersenyum memandang jarinya yang kini ada sebuah cincin yang melingkar disana.


Bismillah, semoga kamu adalah imam yang tepat, ayah yang tepat serta jodoh yang tempat yang dikirim Allah untukku. Menyempurnakan separuh agamaku❤


Aku mencintaimu Mark❤ Ucap Annisa lirih dalam hatinya.


Ia pun bergegas menunaikan semua kewajiban yang telah menjadi kebiasaan nya.


Disisi lain.


Mark yang selalu bangun jam 7 kini ia perlahan sudah mau menunaikan ibadah sholat nya.


Ya, semua perubahan itu berkat Annisa. Mark juga belajar memperdalam ilmu agamanya. agar kelak bisa menjadi imam yang terbaik untuk Annisa.


Seperti rutinitas biasanya, Mark menjemput Annisa untuk mengantarkan nya pergi ke kampus.


"Sepertinya, hari ini aku tidak bisa menjemputmu. Ada banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan. Nanti akan ada supir yang akan menjemputmu." Ucap Mark memecah keheningan saat mereka berada di dalam mobil.


"Hem... Baiklah." Ucap Annisa lembut.


"Kau tidak marah kepadaku." Ucap Mark melirik ke arah Annisa.


"Tidak." Ucap Annisa lembut tersenyum pada Mark.


12.00 Annisa sudah selesai dengan kuliah nya, dan ia juga sudah menunaikan ibadah sholatnya.


Tak lama setelahnya, mobil yang menjemput Annisa pun tiba, ia pun masuk kedalam mobil tersebut.


"Pak, antar kan saya ke kantor tuan Mark ya, saya ingin membawakan makan siang untuknya." Ucap Annisa lembut pada sopir itu.


"Baik non." Ucap Bapak sopir itu sopan.


"Sebelum itu, kita mampir dulu ke rumah makan ya pak." Ucap Annisa pagi.


"Baik non." Ucapnya.


🌹Roman Corporate🌹

__ADS_1


Mark masih duduk di kursi kebesaran nya dengan berkas yang berkutat di atas meja nya.


Disisi lain Annisa sudah sampai di lantai bawah , ia pun keluar dari dalam mobil dan melangkahkan kakinya menuju ruang Mark.


Dia pun bertanya pada resepsionis disitu,


"Maaf mba, ada yang bisa saya bantu." Ucap Resepsionis itu ramah.


"Saya ingin bertemu dengan tuan Mark." Ucap Annisa


"Apa sebelum nya mba sudah membuat janji." Ucap Resepsionis tersenyum.


"Belum, Tapi saya tunangan tuan Mark. Saya hanya ingin mengantarkan makan siang untuknya." Ucap Annisa ramah menjelaskan.


Resepsionis pun itu bergumam tidak percaya. Melihat penampilan Annisa yang tidak ada menariknya sama sekali.


Baju tertutup dengan jilbab yang cukup tertutup. namun dari segi wajah Annisa memang cukup cantik.


Annisa melihat sorot tidak percaya dari Resepsionis tersebut, kemudian Annisa merogoh ponsel yang ada di tasnya dan menghubungi Mark.


Annisa meminta Mark untuk berbicara pada Resepsionis nya agar ia memperbolehkan untuk menemuinya.


setelah itu,


Yang dimaksudkan adalah, Siapa pun yang keluar dari Roman Cororate tidak akan mendapatkan pekerjaan yang layak dan sangat sulit mencari pekerjaan.


"Saya mohon jangan pecat saya nona." Ucap Resepsionis itu lagi dengan nada sedih.


"Tidak akan ada yang memecat mu, aku memaafkan mu. karena memang tak banyak orang ya tau. kau sudah bekerja dengan baik." Ucap Annisa menjelaskan.


"Terimakasih nona." Ucap Resepsionis itu tersenyum ramah.


"Mari nona, saya antar keruangan tuan." Ucapnya resepsionis itu.


"Tidak usah, biarkan aku ke sana sendiri." Ucap Annisa lagi.


Annisa pun menaiki lift menuju ruangan Mark.


Sesampainya di atas, Baru beberapa langkah Annisa keluar ada seseorang yang memanggilnya.


"Siapa anda?" Ucap seseorang di sebrang sana.

__ADS_1


"Saya Annisa." Ucap nya mengulurkan tangan pada perempuan itu namun tak disambut uluran tangan nya.


"Untuk apa anda disini? " Ucap nya dingin.


"Saya ingin menemui tuan Mark, saya ingin mengantarkan makanan." Ucap Annisa menjelaskan pada Tisa.


"Oh jadi anda kurir makanan. Berikan makanan itu biar saya yang mengantarkan." Ucap nya dengan nada menyombongkan.


"Maaf nona, saya ingin mengantarkan sendiri makanan ini pada tuan Mark, dan saya bukan kurir nona, saya tunangan tuan Mark." Ucap Annisa menjelaskan.


"Cuih... tidak mungkin tuan Mark tertarik dengan wanita sepeti kamu." Ucap Tisa menghina Annisa.


Annisa tidak ingin meladeni ucapan Tisa ia memilih untuk melangkah menghindari tisa.


Namun, lengan Annisa di cekal oleh tisa. dan tisa merebut paksa makanan yang ada ditangan Annisa.


Ia juga menarik jilbab yang di kenakan Annisa.


"Sudah ku peringatkan biar aku saja. Kau jangan mengaku-ngaku tunangan tuan Mark. itu tidak mungkin." Ucap Tisa dengan kilatan Amarah.


Tak sampai disitu kini Tisa juga mendorong Annisa dan membuatnya tersungkur dilantai. dengan jilbab yang cukup berantakan.


Annisa menunduk malu, dan ia meneteskan air matanya.


🐾


🐾


🐾


Duh, kasihan Annisa, Abang Mark kemana nih? Sibuk aja sama kerjaan banget ya☹️


Tolongin Annisa itu😌


Kasihan Annisa ☹️☹️☹️


Pesan Author:


Dear pembaca setiaku, jangan pelit like ya, jangan lupa komen juga biar author bisa memperbaiki kesalahan Author dalam pemakaian kata😌


Maafkan typo katanya juga ya kalo masih sering🤗

__ADS_1


Boleh dong kalau kalian suka vote cerita ini😌🤗


Happy Reading❤


__ADS_2