
Di sebuah kamar, seorang pria paruh baya tengah termenung memandang langit luar, entahlah harusnya ia bahagia melihat putrinya telah menikah namun ada rasa tak rela yang menjalar di dalam dirinya
"Kenapa Bi?" Tanya sang istri, hanya kebisuan yang ia dapat, tarikan nafas membuatnya memeluk tubuh pria yang di cintai nya dari belakang.
"Kau harusnya bahagia bukan? Putri kita telah menemukan cintanya, Hari ini adalah hari kebahagiaan nya? Jika dia tau Abi nya bersedih seperti ini! Pasti dia juga sedih." Lirih nya pelan berbisik.
"Masih tak menyangka dulu dia masih sangat kecil, aku yang selalu menggendong nya, aku yang menenangkan nya di pakuan ku! Tangan ini yang selalu ada untuk menuntun nya memberinya kebahagiaan! Tapi tadi, tangan ini lah yang melepasnya pergi!" Isak tangis sempat terdengar.
Kata orang, anak perempuan pertama merupakan cinta pertama untuk sang Ayah, begitu sebaliknya. Rasanya masih kurang percaya dan ada banyak kekhawatiran saat Ayah melepas putri semata wayang nya.
Apa dia bisa membahagiakan putriku? Apa dia akan memperlakukan putriku dengan baik?
"Aku tau, kau telah melakukan yang terbaik selama ini Bi, aku yakin kau melepaskan Citra pada laki-laki yang tepat bukan? Dia pasti akan bisa membahagiakan putrimu, mencintainya lebih besar dari cintamu!"
"Tapi..... "
"Sudahlah, Ayo tidur! Kau juga perlu istirahat!" Ucapnya menuntun sang suami untuk tidur.
"Kau mau sesuatu?" Tanya sang Istri.
"Tidak! Tidur lah disini!"
"Baiklah!" Ucapnya naik di atas ranjang menemani suaminya,
Cukup susah menaklukan pria yang ada dalam dekapan nya, pertemuan tak sengaja membawa keduanya terlibat perasaan.
Pria dingin dengan segala teka teki nya, saat ini sudah takluk di hadapan nya, Mungkin dirinya patut di beri penghargaan karena sanggup mengajak pria ini berkomitmen menikah dan mencintainya. menjadikan dirinya ratu di dalam hati dan hidupnya.
Tahu bahwa pekerjaan sang suami dulu ada kaitan nya dengan dunia hitam, tak membuatnya goyah untuk tetap menikah dengan nya, janji akan menjaga membuat hatinya menghangat dan menerima pinangan laki-laki ini.
Yeah! meskipun ia harus menyembunyikan dirinya, tak apa! Yang terpenting pria ini mampu membuktikan segalanya.
Bukti hanya mencintainya dan hanya pada nya bersikap manis.
__ADS_1
Abi kau telah melakukan yang terbaik untuk ku dari putrimu, kau telah membuktikan janji mu kepadaku! Aku mencintaimu Hito. - Ika -
...*****...
Kala melihat suaminya sudah terlelap ada rasa kasihan dalam diri Kirana, bagaimana tubuh Rama tampak lebih kurus, dan ada beberapa kerutan di wajahnya.
Maafkan aku yang telah meninggal kan mu... Lirihnya.
Kedua bola matanya mengikuti sang suami untuk tidur mengarungi mimpi, hingga suara tangis Baby Reyhan membangunkan dirinya, perlahan kakinya turun tak ingin membangunkan sang suami yang masih tampak sangat lelah.
Baby Reyhan sayang! Haus ya nak? Jangan nangis ya! Kasihan Papa, kalau Baby Reyhan nangis nanti Papa bangun lo! Ucapnya bermonolog mengangkat baby Reyhan dan sedikit menggoyangkan nya.
Membawa ke sofa untuk di susui, Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, Kirana menyiapkan beberapa pakaian untuk sang buah hati.
Baby Reyhan mandi ya! Ucapnya pada sang anak.
"Sayang!" Lirih Kirana menggoyangkan suaminya yang masih terlelap,
Nihil! Rama begitu tenang dan enggan untuk bangun.
...****...
"Arghhh!" Pekik Citra kaget kala melihat Rafa keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk sepinggang.
"Ada apa?" Tanya Rafa panik saat melihat istrinya berteriak.
"Kamu itu ih! Kenapa gak pake baju!" Protes Citra pada sang suami.
"Oh! Itu... Ya ini mau ganti baju! Memang nya kenapa? Kau sudah tak sabar ya!" Godanya.
"Rafa!!!"
"Astaga sayang! Aku ini suamimu! Gak enak banget manggil suami pake nama!" Ketus Rafa sambil memakai baju dan celana miliknya.
__ADS_1
"Ya ih! Kamu lagian gak pake baju!" Ucap Citra masih menutup kedua mata dengan kedua tangan nya.
"Kan kita sudah menjadi suami istri, kamu liat gini itu pahala loh sayang! Gak dosa lagi!" Godanya kembali, entahlah sangat lucu melihat ekspresi istrinya.
"Ayo... " Ajak Rafa menggandeng sang istri untuk tidur, karena reflek Citra langsung memutar tangan sang suami. "Astaga sayang! Sakit! ini kamu kekerasan banget sama suami!" Ucap nya mengibas tangan nya.
"Ya lagian kamu ih ngagetin, pegang-pegang aja!" Ucap Citra dengan sewot.
"Ya kan pegang istri sendiri, kalau pegang istri orang itu baru.... "
"Apa!"
"Ih masih galak aja! Udah ayo! Aku ingin tidur!" Ucap Rafa kembali menggandeng tangan Citra.
"Rafa.... "
"Atuh ini suami mu sayang! Rafa-Rafa aja! Sayang! Sayang! Panggil aku sayang!" Ucap nya langsung menarik Citra tidur di sampingnya.
"Kamu... engga minta itu kan... engga minta... "
"Bhahahha.... Sayang ternyata kamu sudah tak sabar ya?" Goda Rafa kembali mendekap sang istri dalam pelukan nya.
"Apa!"
"Hanya ingin tidur memeluk mu sayang! Sudah ayo tidur!"
"Tapi ini... "
"Diam sayang! tidur sebelum aku berubah pikiran!"
"Baiklah.... "
🎶
__ADS_1
Happy Reading ❤❤❤