Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Penyerangan


__ADS_3

Seminggu sudah Mark mencoba mencari bukti tentang nya bahwa ia dan Maira memang tak melakukan apapun.


CCTV tersembunyi yang ada dikamar Mark menampakkan bahwa memang ia yang menindih Maira terlebih dahulu dan mencium nya.


Argghh...


Erangan frustasi Mark mengacak rambutnya. Ia tertunduk lesu dan lemah di kursi kantornya.


Dan saat bertemu dengan Maira di rumah, ia terus melihat wajah murung adiknya dan menyalahkan semua tindakan yang telah terjadi atas keteledoran yang dilakukan Mark.


Dan karena dirinyalah yang telah merenggut mahkota milik Maira sebagai wanita.


Selama itu pula, Mark jarang pulang ke rumah, ia juga hanya sesekali mengunjungi istrinya, Annisa sendiri masih enggan berkomunikasi seperti sedia kala terhadap suaminya.


🍃🍃🍃


Dua Minggu (Udah aku cepetin aja alurnya ya😂)


Annisa POV


"Sayang?" Ucap Ibu Tati menghampiri Annisa yang duduk di kamarnya.


"Iya bu... " Ucap Annisa tersenyum.


"Ibu tau kau pasti ada masalah dengan suami mu bukan?" Ucap Ibu Tati, pasalnya Annisa sudah menginap lebih dari seminggu dan itu sangat aneh.


"Sayang, Tak selamanya bukti menunjukkan sebuah kebenaran yang nyata bukan? terkadang hati kecil kita menepis segalanya. Hanya Allah lah pihak yang berlaku benar.


Mintalah ketenangan hati pada Allah, ia tak mungkin memberikan cobaan di luar batas kemampuan hambanya bukan? Dan selesaikan semua dengan baik-baik kau mengerti?" Ucap Ibu Tati menjelaskan petuah pada anak gadisnya.


"Apa lagi didalam perut mu ada seorang bayi yang tentunya membutuhkan kasih sayang kalian berdua bukan?" Ucap Ibu Tati tersenyum.


"Iya bu, Annisa mengerti." Ucap Annisa tersenyum.


Dan selama itu, Annisa merenungkan semuanya, tak baik jika ia terus menyalahkan Mark dan meminta bukti kebenaran nya secara sepihak.


Sebagai seorang istri, ia juga harus selalu ada di samping suaminya ikut membantu melewati masalah bahkan menyelesaikan semuanya.


Annisa hari ini akan ke rumah Mark mengutarakan isi hatinya untuk membantu Mark menyelesaikan semuanya.


Mark tentu senang, dan ia menunggu kepulangan Annisa di rumah nya.


...*****...


Annisa sudah sampai didepan pintu masuk, sengaja Annisa tak ingin suaminya menjemput dan memilih untuk datang sendiri.


Ditangan nya sudah ada kue kesukaan Mark.


Kakinya perlahan masuk melangkah kedalam rumah.


Tak


Tak


Tak


"Kak aku hamil dan ini anakmu! kau harus menikahi ku! aku tak ingin anak ini tumbuh tanpa adanya kasih sayang seorang ayah!" Ucap Maira

__ADS_1


"Itu tidak mungkin! aku sudah memiliki Annisa sebagai istriku!" Ucap Mark.


"Istri! istri!" Maira berucap remeh.


"Istri yang tidur sekamar dengan pria yang lain? itu yang kau maksud?" Ucap Maira remeh.


"Jaga bicara mu Maira!" Ucap Mark menatap tajam ke arah Maira!


"Itu Faktanya kak! kalau kau lupa!" Ucap nya tak kalah tegas.


"Dan kau harus bertanggung jawab atas anak yang aku kandung!" Ucap Maira berteriak lagi ke arah Mark.


"Itu tidak mungkin." Ucap Mark.


Brug


Brug


Brug


Bungkusan roti yang dibawa Annisa terlepas dari tangan nya, ya Annisa mendengar semua yang telah di ucapkan oleh Mark dan Maira.


Keduanya menatap ke arah Annisa dengan tatapan yang sulit di artikan!


"Annisa." Lirih Mark menatap istrinya.


Mark melangkah pelan menuju ke arah sang istri.


"Stop!!!!" Ucap Annisa menunjuk ke arah Mark dengan tajam.


"Jangan mendekati ku!" Ucap Annisa lagi.


"Kau harus bertanggung jawab atas ulah mu! Anak itu tak bersalah." Ucap Annisa pilu.


"Tidak Annisa! Tidak sayang! tidak!" Ucap Mark cepat.


Dor


Dor


Dor


terdengar bunyi tembakan nyaring dari arah luar, satu bodyguard menghampiri Mark.


"Maaf tuan, rumah kita di kepung musuh!" Ucap bodyguard itu lagi.


"Bersiap!" Ucap Mark, mengambil pistol tak jauh darinya.


Sialan! siapa yang berani mengepung rumah ku! Arghh.....


Annisa masih pada posisi bingung harus bagaimana? Pistol! Kenapa ini?


"Maira masuk kedalam kamar! Annisa kau masuk kedalam kamar!" Ucap Mark dingin.


Maira dengan sigap masuk kedalam kamar! Namun Annisa masih diam mematung di tempat?


Semua pertanyaan ada didalam benar otak kecilnya! Tentang siapa Mark kenapa?

__ADS_1


"Annisa! aku tak punya banyak waktu sekarang kau harus masuk kedalam kamar mu!" Ucap Mark dingin.


Dor


Dor


Dor


tembakan semakin menggema di depan gerbang.


Annisa bergegas melangkah masuk kedalam kamarnya namun musuh telah masuk dan mengepung semuanya.


Hingga mata Annisa menyaksikan Mark bertarung dan menembaki semua musuh dengan brutal, semua tak luput dari pandangan Annisa.


Mark menembak dengan membabi buta dan sesekali menghajar musuhnya.


Tebakan!


Sayatan!


Tubuh Annisa diam kaku menyaksikan mayat tergeletak tak berdosa.


Seketika rasa mual menghantam perutnya dan rasa pusing mendera kepalanya.


Darah yang menghiasi lantai itu, semua ia saksikan dengan pandangan tak bisa di pertanyakan.


Di lain sisi, Nafas Mark terenggah-enggah. mengajar musuh yang terus berdatangan.


Sial kenapa banyak sekali! Ucap Mark.


"Mark." Ucap Annisa berteriak, saat ia di tarik paksa dan di bekap oleh seseorang.


Annisa pun kehilangan kesadaran nya, dan bawa pergi oleh orang tersebut.


"Shit!!?" Umpatnya.


Dor!


Saat ingin menyelamatkan istrinya, Bahu kiri dan kaki kanan Mark tertembak secara bersamaan,


Rasa nyeri menghantam, namun Mark tetap harus menyelamatkan istrinya.


Brugh


Brugh


Brugh


Seseorang menghajar Mark di saat ia menahan rasa sakit yang menderanya.


Sepersekian detik kesadaran Mark menghilang.


🌈🌈🌈


Happy Reading ya guys🤗


Jangan lupa like komen dan Vote ya.

__ADS_1


Gimana? udah panjang? atau masih kurang nih?


Besok asisten Hito pulang ya😂 Ada yang kangen ga?


__ADS_2