
Sudah 3 hari Mark merasa tak tenang, hati dan fikiran nya sudah diselimuti dengan rasa rindu pada Calon istrinya.
"Hito!!" Teriak Mark yang menggema, ia kini berada di rumah nya dan sedang bersantai di ruang keluarga.
Tidak, bukan bersantai, Mark semenjak tadi bolak balik berjalan ke sana kemari bagai sebuah setrika yang menggosok sebuah baju kusut bahkan sangat kusut.
Hito dengan langkah lebarnya ia pun setengah berlari menuju kearah Mark.
"Ya tuan." Ucap Hito pada Mark dengan membungkukkan sedikit badan nya serta menormalkan nafasnya.
"Kau lama sekali." Ucap Mark pada Hito.
"Maaf tuan." Ucap Hito lagi.
Hanya kata maaf yang terlontar dari mulut Hito, sudah 2 hari ini Mark membuat kesabaran nya teruji. Sungguh Hito akan lebih milih berkutat dengan semua dokumen ataupun musuh dan beberapa pistol maupun bahan peledak.
Daripada ia harus berurusan dengan manusia yang memiliki tingkat kebucinan tidak tertolong seperti Mark ini.
"Kenapa Anak buah mu tidak mengirimkan foto kepada ku pagi ini." Ucap Mark membrenggut kesal.
Ya. Mark menaruh camera cctv didepan rumah Annisa.
Tentu , tanpa sepengetahuan Annisa dan keluarga nya.
Dan setiap pagi jam 7 Annisa akan keluar rumah untuk menyiram bunga dan membersihkan halaman didepan rumah.
__ADS_1
Namun sampai jam 7.10 Annisa belum keluar untuk membereskan halaman depan dan menyiram bunga.
Hito melihat jam tangan yang melingkar di tangannya, hanya waktu 10 menit Annisa belum keluar untuk menyiram dan membersihkan halaman depan, kau sudah seperti orang kesetanan tuan. Astaga aku pusing melihat tingkah mu.
Begitu lah monolog Hito dalam hatinya yang semua umpatan itu hanya bisa tertahan.
Hito tak menanggapi ocehan Mark hingga Mark memukul lengan milik Hito.
"Kau ini, bisu atau tuli cepat lakukan sesuatu." Ucap Mark.
Sungguh walau hanya pukulan di lengan namun itu cukup membuat Hito kesakitan.
Namun Hito tak berani mengusap lengan nya yang terkena pukulan oleh Mark.
Sepersekian detik kemudian senyum Mark muncul dalam bibirnya.
Annisa baru saja keluar dari dalam rumah untuk menyiram bunga dan membersihkan halaman depan rumahnya.
Mark segera membuka cctv yang berada di rumah Annisa yang langsung terhubung dalam handphone miliknya.
Ia memandangi setiap gerak gerik Annisa yang begitu telaten menyiram dan merawat tanaman itu.
"Kenapa kau masih disini! apa kau mau melihat Annisa ku." Ucap Mark sinis pada Hito yang berdiri di sampingnya. Mark sedikit menutupi layar Handphone miliknya itu.
"Baik tuan saya permisi." Ucap Hito pergi.
__ADS_1
Sungguh, siapa yang ingin melihat nona Annisa tuan. Jika tuan menyuruhku pergi sedari tadi aku juga akan pergi. Berada di samping singa yang sedang rindu akan induknya sungguh merepotkan dan menjengkelkan. Gumam Hito.
Hito pun melangkah kan kakinya disebuah kamar yang ia miliki di mansion mewah Mark.
Hito kemudian melanjutkan pekerjaannya yang tertunda akibat panggilan singa yang tengah merindu.
Ia memeriksa beberapa dokumen dan email yang masuk dalam perusahan Roman Corporate.
Ya, selama seminggu ini sampai hari pernikahan Mark tidak ingin ke kantor. Ia memilih berdiam diri di rumah mengerjakan hal yang lebih penting. Yaitu melihat Annisa di pagi dan sore hari.
Dan selama itu, mungkin semua pekerjaan yang menyangkut perusahaan Roman Corporate akan di ambil alih oleh Hito.
(Yah! Kasihan Hito, Mark sih bilang nya seminggu namun? bisa saja kan bertambah. Hem... Bukan bertambah tapi memang harus ditambah. Hahahaa kasihan Hito ya. 😂)
🌈🌈🌈
Hito! gak boleh julid dengan Mark ingat!
kalau Mark tau ntar marah loh.
Ga boleh ya ngatain Mark Singa yang merindu. Ya walaupun begitu kenyataannya. 😂
Oke Happy Reading ya Guys.
Jangan lupa like, Komen dan Vote .
__ADS_1
Thank yang udah Vote ya🤗