
"Belajarlah melupakan nya Rafa! Papa percaya kau bisa, biarkan mereka bahagia!" Ucap Papa Mark menepuk pelan bahu sang putra demi menguatkan nya.
"Entahlah, aku masih tak percaya dia lebih memilih abang laki-laki yang tidak di cintai nya, di banding diriku!" Ucap Rafa menatap tak percaya kala keduanya telah menghilang dari ruang kerja papa Mark.
"Seharusnya kau tau Kirana, dia wanita yang baik seperti Mama mu, dia tahu arti pernikahan yang sesungguhnya tak hanya sekedar kata dan status."
"Ya! Dia sangat baik bahkan hampir sempurna!"
"Hah, pergilah jika kau butuh waktu! Papa akan segera menghubungi Paman Hito jika kau ingin segera ke sana! Jangan berfikir papa dan mama mengusir mu! tak ada orang tua yang sejahat itu Rafa, papa sangat menyayangi kalian berdua. Tapi membiarkan mu disini melihat kakak mu dan istrinya itu akan jauh lebih menyakitkan bukan!"
"Ya pa, aku butuh waktu untuk itu!"
"Papa percaya kau bisa!"
🎶
"Pakai ini! Ayo!" Ucap Rama memakaikan jaket ke tubuh istrinya dan bergegas untuk mengandeng nya keluar rumah.
"Mau kemana? ini sudah malam!" Tanya Kirana heran.
"Ikuti saja!" Ucap Rama mengandeng Kirana masuk kedalam mobil miliknya, perlahan roda mobil itu pergi menjauh meninggalkan halaman rumah milik keluarga Roman.
"Kau ingin mengajak ku kemana?" Tanya Kirana dengan penuh selidik,
"Aish! Kau cerewet sekali! Kau sendiri kan yang memilihku! Dan ingin menjadi istri yang baik! sekarang kau tunjukkan padaku! Jangan banyak bicara!" Ucap Rama.
"Baiklah!" Ucap Kirana pasrah.
"Apartemen!" Ucap Kirana tergugup kala mobil yang di tumpangi nya terparkir di salah satu apartemen mewah.
"Ayo turun!"
"Untuk apa kita kesini?"
"Kau jelas tau kan, kita suami istri dan kau memilihku! Lalu apa yang dilakukan wanita dan laki-laki di dalam kamar dan di apartemen?" Tanya Rama dengan seringai licik.
"Ehhh tapi.... "
"Jangan membantah ayo!" Ucap Rama mengandeng Kirana masuk kedalam.
"Duduklah!" Ucap Rama menyuruh Kirana duduk di balkon apartemen miliknya.
__ADS_1
"Apartemen ini milikmu?"
"Ya!"
"Aku ingin berbicara serius dengan mu!" Ucap Rama menatap dalam Kirana, wanita yang selama ini menganggu hidupnya, tak membuatnya tidur nyaman dan nyenyak.
"Apa!"
"Hah... Aku minta maaf telah menjebak mu secara tak langsung aku memaksamu terikat hubungan pernikahan dengan ku! Aku tak tau bagaimana mengungkapkan perasaan pada seorang wanita......!
Kirana, aku tak tau apakah ini rasa cinta atau tidak? yang jelas aku tak ingin kehilangan mu, aku tak ingin kau di sentuh laki-laki lain selain diriku! saat itu terjadi didepan mataku! Hatiku berdenyut sakit....!
Kirana, aku tak bisa menjanjikan selalu ada di sampingmu, tapi aku berjanji selama aku hidup aku akan selalu menjaga dan melindungi mu! Kirana, mari kita mulai semua dari awal, membuka lembaran baru menjadi keluarga kecil bahagia! Kau mau bukan?" Tutur Rama panjang lebar dengan mengeluarkan sebuah cincin dan berlutut di hadapan Kirana. Cukup bingung ia merangkai kata, ah ia tak pandai merayu seperti sahabatnya Chris, dan wanita pertama yang memenangkan hatinya adalah Kirana. Jelas terpancar dalam raut wajahnya akan kegugupan yang di rasakan nya.
"Aku memaafkan mu, aku akan menjadi istri yang baik dan berbakti padamu, dan aku mohon bantu aku untuk melupakan Rafa dan belajar mencintaimu!"
"Kau mau memulai membangun keluarga dengan ku?" Ucap Rama nampak berkaca-kaca.
"Ya aku menerima mu, dan aku mau membangun keluarga bahagia dengan mu. memulai lembaran baru pernikahan kita tanpa adanya kebohongan."
"Ya aku janji, aku tak akan membohongi mu dan aku akan membuatmu jatuh cinta padaku!" Ucap Rama langsung berdiri memasangkan cincin dan mendekap Kirana dalam pelukan nya.
"Ayo masuk! tak baik jika berlama-lama di luar!"
"Kita akan pulang kan?"
"Tidak! Kita akan bermalam di sini."
"Baiklah, selamat tidur!" Ucap Kirana yang hendak merebahkan dirinya di sofa.
"Apa yang kau lakukan disana!"
"Tidur!"
"Apa aku menyuruhmu tidur disitu!"
"Lalu!"
"Mulai malam ini dan seterusnya kau tidur satu ranjang denganku."
"Tapi.... "
__ADS_1
"Tak ada bantahan! Kau bilang ingin menjadi istri yang baik dan menerima pernikahan kita bukan?"
"Ya! Tapi.... ah itu..." Ucap Kirana tampak meragu.
"Apa!!!!" Tanya Rama dengan tatapan tak mengerti.
"Aku belum bisa memberikan hak kepadamu sebagai istri!" Lirih nya tertunduk, cukup malu ia untuk mengatakan itu, tapi bagaimana pun masih ada ketakutan bahkan keraguan yang ada didalam hati Kirana dengan perasaan sang suami.
"Hahaha... Aku tak meminta itu dari mu, pernikahan bukan hanya tentang hubungan ranjang. aku akan menunggu mu, yang terpenting kau sudah mau menerimaku dan memulai hubungan ini dengan ku!" Ucap Rama mengelus puncak kepala sang istri.
"Kau serius kan!"
"Ya! Jika hanya mengincar itu, banyak wanita cantik yang memberikan tubuhnya secara percuma kepada ku!" Ucap Rama menggoda Kirana.
"Jadi begitu! Ya sudah sana! Aku akan tidur disini! Tak mau tidur dengan mu!"
"Hahaha.... apa kau baru saja cemburu nyonya Rama!"
"Tidak!" Ucap Kirana acuh.
"Apa yang kau lakukan!" Pekik Kirana kala Rama dengan gerakan tiba-tiba menggendong dirinya.
"Memakan mu! Hahaha!"
"Rama!!!! Turunkan!!!" Ucap Kirana.
"Aku bercanda, aku hanya ingin tidur! Ayo tidur!" Ucap Rama menaruh Kirana di atas ranjang, dan dirinya ikut naik langsung menarik tubuh sang istri dalam dekapan nya.
"Rama!!! Apa harus seperti ini?" Ucap Kirana melayangkan protes, terlalu sesak di dekap sang suami, bukan sesak namun ah tak ada ruang bebas untuknya bergerak.
"Ya! Aku ingin tidur memeluk mu seperti ini, jangan banyak bergerak tidur lah!" Ucap Rama dengan mata terpejam.
Kirana, maafkan aku terlalu kaku bibir ini mengucap kata cinta untukmu! Maaf telah menjebak mu dan memaksamu menikah dengan cara licik! yang perlu kau ketahui aku tak bisa jauh darimu apalagi membiarkan mu bersama pria lain selain diriku! Selama aku. masih hidup aku akan menjagamu dengan nyawaku! tak akan pernah menyakitimu -Ramaxelio Roman-
Rama, meski hadirmu dengan cara yang salah,tapi aku percaya ikatan pernikahan yang menyatukan kita begitu suci, entahlah aku tak tau aku bisa melupakan Rafa atau tidak dalam waktu dekat, tapi yang ku tahu aku akan belajar mencintaimu. aku percaya perlahan rasa cinta itu akan tubuh seiring kita bersama bukan? dan aku percaya bahwa kamu adalah takdir sekaligus imam terbaik yang Allah kirimkan untuk melengkapi separuh agamaku! -Kirana Lasarasi Hadi-
🎶
Happy Reading guys
Setiap hari akan aku Up ya, tapi waktunya tak menentu, hehehehe harap maklum ya.
__ADS_1