Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Kunjungan


__ADS_3

Seusai dengan penyiksaan Maira di markas miliknya, Mark pulang menuju ke rumah. Sebenarnya ia tak ke kantor itu hanya alibinya untuk menyiksa Maira!


Bukan menyiksa! memberi kesempatan Maira untuk menyadari kesalahan nya, namun nampaknya tak ada cara lain untuk membuat Maira jera selain kematian bukan?


Sebelum pulang, Mark menyempatkan membeli beberapa kotak salad buah dan beberapa kue brownies kesukaan istrinya.


Annisa pasti senang aku bawakan ini semua untuknya. Senyum Mark menatap dua kantong kresek jajanan untuk istri tercintanya.


Tuan! berhentilah tersenyum karena sebuah kantong kresek! kau sungguh menggelikan tuan! Lirih Asisten Hito yang melihat sekilas dari kaca mobil itu.


"Hito, berhenti mengumpati diriku yang tersenyum menatap kantong kresek ini dalam hatimu." Ucap Mark dingin pada Asisten Hito.


"Ah, tuan! saya tidak akan punya keberanian sebesar itu untuk mengumpat anda." Ucap Asisten Hito tergugup.


"Kau jangan membohongi ku, aku tau arti sorot matamu Hito! Ah kau hanya saja belum merasakan jatuh cinta, maka menikahlah!" Ucap Mark tersenyum.


Liat lah dirimu tuan! tadi kau berucap dingin sekarang kau bisa langsung tersenyum! Sungguh hanya nyonya Annisa yang mampu membuat mu seperti ini. Dan setelah kejadian itu! Kadar kewarasan mu jika berhubungan dengan Nona Annisa sudah dalam tahap memprihatinkan! Lirih Asisten Hito dalam hatinya! Ah ia tak mungkin mengungkapkan itu semua nya di depan Mark kan? Bisa-bisa! Kepalanya yang menjadi taruhan.


"Soal menikah saya belum memikirkan itu tuan." Ucap Asisten Hito.


Mobil pun melaju, hingga sampai di pekarangan rumah milik Mark.


Mark yang terbiasa di bukakan pintu oleh Asisten Hito mendadak keluar terlebih dahulu dengan dua kantong kresek yang ada di genggaman tangan nya. Jangan lupakan senyum yang terus mengembang di bibirnya.


"Sayang." Teriak Mark memanggil istrinya. Kakinya perlahan melangkah masuk kedalam kamar miliknya.


Nihil


Tak di temukan Annisa di dalam sana.


"Sayang... " Teriaknya lagi memanggil istrinya, namun masih tak ada sahutan dari Sang istri.


"Sayang... kau dimana?" Ucap Mark memanggil, kakinya melangkah turun untuk mencari di sekitar rumah itu.


"Maaf tuan, Nyonya Annisa ada di taman belakang." Ucap Bodyguard memberitahu.


"Oke! terimakasih." Ucap Mark berlalu pergi menuju taman belakang rumah.


"Sayang! kenapa mau disini." Ucap Mark memeluk tiba-tiba tubuh istrinya yang saat ini tengah berjongkok menanam bunga.


"Assalamualaikum bee." Ucap Annisa masih dengan keadaan membelakangi suaminya.


"Hehehehe, waalaikumslaam." Tawa ringan Mark dengan senyum secercah mentari.


Cup


Cup


Cup

__ADS_1


Mark mengecup bibir Annisa, dan kedua pipinya.


"Bee! kau ini." Ucap Annisa merona malu


"Sayang kenapa wajah mu masih malu seperti itu. Kau bahkan sudah melihat setiap inci tubuh suami mu yang tampan ini setiap malam." Ucap Mark berbisik pada Annisa dengan menggigit kecil telinga istrinya.


"Sudah hentikan!" Ucap Annisa tegas menghardik Mark yang terus menggodanya.


"Sayang kau menanam apa?" Tanya Mark pada Annisa.


"Ah ini, hanya bunga mawar, bunga anggrek dan lily." Ucap Annisa menjelaskan.


"Kenapa tak menyuruh pelayan menanam nya saja?" Ucap Mark masih ada di belakang Annisa.


"Aku bosan, kau melarang ku untuk keluar dari rumah ini, aku tak ada kegiatan jadi aku menanam bunga saja." Ucap Annisa menjelaskan.


"Ah maafkan aku yang membuat mu bosan." Ucap Mark memeluk mencium leher Annisa.


"Tak apa, aku tau kekhawatiran mu, kau kenapa sudah pulang jam segini?" Tanya Annisa mengalihkan pembicaraan.


"Aku merindukan mu." Ucap Mark manja.


"Huh, kau bahkan sudah sebulan penuh menemaniku," Ucap Annisa.


"Hehehehe, aku membawa salad buah dan roti untukmu, biar pelayan saja yang menyelesaikan ini. Ayo." Ucap Mark


"Iya bee, sebentar. Kau ganti pakaian mu dulu, nanti aku akan menunggu di meja makan. Aku juga ingin mencuci tangan ku terlebih dahulu." Ucap Annisa.


🍃


Saat keduanya sudah terduduk di meja makan, seorang pelayan menghampiri mereka.


"Maaf tuan, ada tamu untuk nyonya Annisa." Ucap Pelayan memberitahu.


"Siapa?" Tanya Mark.


"Kedua orang tua Annisa, berserta kakak dan istrinya." Ucap Pelayan.


"Suruh mereka masuk kedalam. dan beritahu pelayan lain untuk menambah makanan yang ada segera hidangkan di meja ini." Ucap Mark dingin.


"Baik tuan." Ucap pelayan berlalu pergi meninggalkan Mark dan Annisa.


"Ayah Bunda." Ucap Annisa berdiri berjalan ke arah kedua orang tuannya, memeluk mereka dengan hangat.


"Annisa rindu sama Ayah dan Bunda, maafin Annisa ya yang belum bisa main ke rumah." Ucap Annisa lirih.


"Sudah tak apa." Ucap Sang Ayah.


"Sayang," Ucap Mark pada Annisa.

__ADS_1


"Ya?" Ucap Annisa menatap Mark.


"Ayah, Bunda, Kak Hanafi dan Kak Ira, kita makan terlebih dahulu semuanya ya." Ucap Mark tersenyum mempersilahkan mereka semua duduk di kursi yang telah ada.


Mereka semua pun menikmati hidangan yang ada di sana, Hingga malam harinya, mereka semua memutuskan untuk menginap sehari di rumah milik Mark.


Tok


Tok


Tok


"Masuk." Sahut Mark yang ada di dalam ruang kerja dengan Asisten Hito yang setia di sampingnya.


"Bisa aku berbicara dengan mu berdua adik ipar?" Sahut Kak Hanafi yang baru saja masuk kedalam ruangan kerja milik Mark.


"Apa yang ingin kau biasakan?" Ucap Mark.


"Bisa berdua?" Ucap Kak Hanafi lagi.


"Ah, tentu duduklah." Ucap Mark menyuruh Kak Hanafi untuk duduk di kursi berhadapan dengan dirinya.


"Hito, kau boleh keluar. Besok kita selesaikan di kantor." Ucap Mark pada Asisten Hito.


"Tapi tuan?" Ada keraguan saat Asisten Hito ingin meninggalkan Mark berdua dengan Kak Hanafi.


"Aku hanya ingin membicarakan masalah keluarga bersama Adik iparku, Asisten Hito.


Kau tak perlu khawatir, aku tak akan melukainya." Ucap Kak Hanafi yang mengerti kekhawatiran Asisten Hito pada tuan nya.


"Kau dengar sendiri kan?" Ucap Mark menatap Asisten Hito.


"Baiklah, selamat malam." Ucap Asisten Hito berlalu pergi meninggalkan ruangan kerja milik Mark.


"Apa yang kau ingin bicara kan dengan ku kakak ipar?" Ucap Mark menatap Kak Hanafi.


"Siapa yang berusaha mencelakai Annisa hingga mengakibatkan Cerry meninggal?"


"Dan siapa dirimu sebenarnya?" Ucap Kak Hanafi menatap serius manik mata hitam milik Mark.


🌈🌈🌈


Happy Reading guys.


Maaf kalau kemarin ga upload 😌 Because kemarin Author ada ujian.


Dan untuk besok, Up nya sore ya🙃😌


Paginya Author mau ujian dulu. 😚

__ADS_1


Mohon pengertiannya ya❤❤❤


__ADS_2