
Keesokan harinya, Citra sudah bersiap dengan segala kebutuhan untuk berangkat ke Amerika guna melanjutkan bangku perkuliahan.
Tatapannya begitu lirih menatap sekeliling rumah yang sebentar lagi akan ia tinggalkan dalam waktu lama.
Hugo, Maafkan aku! Aku selalu mendoakan mu semoga kau mendapatkan pengganti diriku yang jauh lebih baik Hugo. Lirih Citra dalam hati mendoakan.
Kakinya terasa berat melangkah masuk kedalam mobil yang sudah Ayah siapkan untuk mengantarkan dirinya pergi ke Bandara.
Tak butuh waktu lama, Citra sudah sampai di Area bandara, matanya mulai berkaca-kaca, kenangan serta memori indah bersama Hugo terus menari dipikiran nya tanpa di minta.
Hugo? kenapa sesakit ini! Aku masih mencintaimu! Apa kau juga sesakit ini! Lirih nya dalam hati, sesekali arah pandang matanya menghadap ke belakang memastikan? atau memantapkan hati untuk meninggalkan negera ini.
Memulai hidup yang baru dengan orang baru, memaksanya harus melupakan seseorang yang teramat Citra cintai selama ini.
🍃
Amerika,
Sudah setahun Citra berada di sana, tinggal mandiri dan melanjutkan studi sesuai keinginan sang ayah.
Perihal hati? jangan tanyakan! Hugo masih menepati posisi terpenting dalam lubuk hati terdalam miliknya.
Sosok laki-laki mandiri dan pekerja keras.
Hingga suatu hari, pertemuan tak terduga membuat dirinya harus bertemu dengan Roman yang saat itu juga berada dan tinggal tak jauh dari apartemen milik Citra.
Citra menceritakan semua yang di alami dan bagaimana ia sampai di Amerika, kisah cintanya dengan Hugo yang harus berakhir karena sang Ayah tak merestui hubungan yang terjalin oleh keduanya.
Roman ikut prihatin atas apa yang menimpa Citra dan Hugo, ia pun mendoakan semoga keduanya sama-sama ikhlas dan mendapatkan pengganti jodoh yang lebih baik lagi dari nya Amin.
Untuk Roman? Ah sial setelah 4 tahun lebih lamanya terpisah oleh Citra, detik dimana ia melihat Citra semua kata move on yang ia susun dengan rapi dan epik selama bertahun-tahun harus runtuh seketika.
Ah katakan bahwa Roman laki-laki paling bodoh di dunia, harta kekayaan yang berlimpah? Ah kenapa hatinya masih tertaut oleh Citra? Bukankah Roman bisa mendapatkan wanita yang lebih cantik dan supermodel lainnya?
__ADS_1
Untuk Hugo? semenjak Citra mengakhiri hubungan di antara keduanya, laki-laki itu menjadi pria ambisius dan pendendam.
Cinta yeng seharusnya memberikan bahagia tapi justru memberi sakit yang luar biasa.
Apa salah Hugo? Jika dia bisa memilih dia tak ingin di lahir kan di keluarga sederhana seperti ini agar Ayah Citra memberikan restu padanya.
Namun apa boleh di kata? semua sudah menjadi takdir yang kuasa bukan?
"Untung putri ku tak menikah dengan mu, Dia pasti hidup susah jika bersamamu." Ucap Ayah Citra remeh saat melihat Hugo berada di sebelah mobil nya. Dan Hugo masih mengendarai motor yang ala kadarnya.
Posisi keduanya saat ini entah berhenti di karenakan lampu merah di depan sana.
"Maaf om, Tapi harta hanya titipan semata.Tak selamanya bahagia harus dengan uang bukan?" Jawab Hugo dengan sopan.
"Hahahaha... Kau masih bocah kemarin sore yang tak tau apa-apa? Apa hidup cuman makan cinta saja?" Tanyanya memandang rendah Hugo.
"Saya permisi om." Ucap Hugo tak mau menanggapi ucapan Ayah Citra. disisi lain di depan nya sudah berwarna hijau.
Rasa sesak kian memenuhi rongga dada milik Hugo, ia masih berusaha mengikhlaskan Citra? Namun ayahnya kenapa terus memandang remeh Hugo seperti ini.
🍃
Selama setahun lebih ia mengumpulkan hasil kerja kerasnya untuk membangun usaha tersebut.
"Hah, hanya seorang kurir pengantar barang." Ucap Ayah Citra meremehkan.
Kenapa bumi begitu sempit sekali? Kenapa ia harus bertemu lagi dengan Ayah Citra yang saat ini adalah orang paling di hindari oleh Hugo?
Saat itu, Hugo tengah mengantarkan barang di salah satu hotel berbintang yang sialnya milik keluarga Citra dan saat dia menunggu ia harus mendengar sapaan yang menyakitkan.
"Bagaimana kabarnya om?" Tanya Hugo mengalihkan pembicaraan.
"Ternyata keputusan saya sudah tepat untuk menolak kamu beberapa tahun yang lalu. Dan putri saya sudah menikah dengan pengusaha muda tentu nya." Ucap Ayah Citra membanggakan dirinya tanpa memperdulikan sapaan Hugo kepadanya.
__ADS_1
"Saya ikut bahagia mendengarkan hal itu." Ucap Hugo dengan tersenyum meski rasa sesak menghampiri rongga dadanya.
"Setelah kau mengantarkan barang! Segera pergi! Aku tak ingin kau menularkan virus miskin mu di hotel milikku. Kau tak akan mungkin bisa sukses dengan bisnis murahan seperti itu anak ingusan." Ucap nya berlalu pergi meninggalkan Hugo yang masih terduduk.
🍃
Brak
Brak
Brak
Hugo menggebrak Meja di kamar miliknya. Rasa sakit hati dan kecewa terhadap Ayah Citra kian menjadi.
Apalagi saat mendengar Citra sudah menikah, Ayolah! Kenapa hati ini tersayat begitu memilukan. ternyata benar bukan? Citra tidak melanjutkan kuliah? Tapi mencari pengusaha kaya raya di negeri orang seperti kemauan Ayahnya. Ah perempuan matre!
🍃
5 Tahun kemudian, Sosok Citra dan Roman sering berada dalam cover depan majalah para pebisnis, Keduanya adalah pasangan tersukses yang mampu melebarkan sayap bisnis nya di luar negeri.
Banyak para pebisnis yang lain merasa iri dengan apa yang di miliki oleh keduanya, harta berlimpah, Karir yang sukses dan tak lupa buah hati jagoan mereka yang bernama Markxelio Roman menjadi penambah kebahagiaan nya kala itu.
Untuk Hugo? Keadaan seakan menghukumnya begitu kejam dan menyakitkan, Usaha jasa pengantar barang yang ia rintis mengalami kerugian yang sangat besar hingga menyebabkan ia harus menutup usahanya dikarenakan satu pegawai yang membawa kabur semua aset perusahaan.
Frustasi! Hampir Gila dan semua rasa menjadi satu, bertanya pada Tuhan? Kenapa menghukum dirinya sekejam ini.
Kenapa dunia begitu sempit? Kenapa Citra harus menikah dengan Roman? dan kenapa kedua sahabatnya seakan lupa terhadap dirinya.
🌈🌈🌈
Happy Reading guys.
Jangan lupa like komen ya.
__ADS_1
Untuk yang udah Vote terimakasih.