
Annisa pun melihat ke arah sumber suara yang tadi memanggilnya.
"Mark." Lirih Annisa melihat Mark yang berada tak jauh di depan nya.
"Sejak kapan kau berada disitu?" Ucap Annisa bertanya pada Mark yang tiba-tiba muncul di hadapan nya.
"Sejak melihatmu tertawa padanya." Ucap Mark dingin pada Annisa.
Glek,
Annisa menelan salivanya saat melihat Mark dalam mode sembari buta seperti ini.
"Maaf jika aku tak melihat kehadiranmu." Ucap Annisa lirih, terlihat raut wajah sedih darinya.
Mark masih dalam mode diam tak menanggapi ucapan dari Annisa.
"Apa bunga itu untukku." Ucap Annisa merubah eksport wajah nya dengan berbinar melihat tangan Mark yang menggenggam sebuket bunga mawar putih.
Mark pun sekilas melirik ke arah bunga yang berada di tangan nya keduanya menganggukan kepala masih dengan ekspresi dingin nya.
"Duduk lah Mark. " Ucap Annisa dan Mark pun menuruti keinginan Annisa, namun ia lebih memilih duduk di samping Annisa.
Kini posisinya Annisa dan Mark yang berhadapan dengan Faiz.
"Siapa dia?" tanya Mark lirih sedikit mengintimidasi Annisa. Sorot matanya ingin mencabik-cabik Faiz dengan berada di depan nya.
__ADS_1
"Oh ya, aku lupa memperkenalkan. Mark ini Kak Faiz dan Kak Faiz ini adalah Mark" Ucap Annisa memperkenalkan keduanya.
Faiz tersenyum sedangkan Mark masih mempertahankan ekpresi dingin nya.
"Kau memakan apa?" Tanya Mark pada Annisa yang melihat memangku salad buah diatas kedua pahanya.
"Oh ini, salad buah. Kak Faiz yang memberikan nya kepadaku." Ucap Annisa menjelaskan.
Tangan Mark seketika mengepal kuat, sesekali melirik ke arah Faiz dan dari sorot matanya ia ingin memberitahukan bahwa Annisa adalah miliknya dan jangan pernah kau ganggu milikku.
Sepersekian detik, suasana di antara ketiganya menjadi hening seketika.
Hingga suara Faiz pun memecahkan kelingan diantara ketiganya.
"Baik kak sekali lagi terimakasih. Ayo aku antar. " Ucap Annisa menawarkan diri.
Sorot mata Mark langsung mengarah menajam kepada Faiz yang berada di hadapan nya.
Glek, kenapa dia sepertinya tidak suka padaku. sorot matanya sangat ingin membunuhku. Gumam Faiz yang melihat tatapan sorot mata dari Mark.
"Tidak usah, kau temanilah tunangan mu disini." Ucap Faiz pada Annisa menolak secara lembut.
"Tidak apa - apa kak aku sudah sehat
ayo kuantar." Ucap Annisa lagi pada Faiz.
__ADS_1
Namun langsung dibalas dengan gelengan kepalanya, saat Annisa ingin mengeluarkan kata-katanya lagi.
"sayang apa kau tidak dengar bahwa dia tidak butuh kau antarkan kedepan untuk pulang. Kau harus disini menemaniku." Ucap Mark dengan nada lembut dan Manjanya.
Apa Laki-laki yang ser status tunangan Annisa itu memiliki kepribadian ganda ya? Sepersekian detik yang tadi wajahnya tampak marah tapi ini? dia memasang nada lembut dan manja bak anak kecil. Gumam Faiz yang memperhatikan perubahan Mark yang sukses mebuat keningnya menyeritkan setelah menyelidik.
"Baiklah, terimakasih kak, lain kali kau bisa berkunjung sesukamu. Kau sudah ku anggap kakak bagiku." Ucap Annisa pada Faiz.
"Baiklah." Ucap Faiz dengan mengacungkan 2 jempolnya.
Faiz pun melangkahkan kakinya keluar, melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Annisa.
ππΎ
Happy Reading yang teman-temanπ Maaf kalau masih banyak yang typo dalam penulisan kata. π
Jangan lupa like, Comment dan Vote.
Author sayang kalian semua pokoknya. ππ
Maafin ya, mungkin Author hanya bisa update 1 bab aja duluπ
πΎ
Do'ain ya, Author ngerevisi skripsi dulu didunia nyataπ Do'ain revisi an nya lancar dan terkakhir yaπ€π Amin Amin Amin
__ADS_1