
"Jagoan Mama udah mandi sekarang! udah wangi!" Ucapnya mengangkat baby Reyhan yang baru saja di mandikan oleh nya, sesekali mencium pipi gembul sang putra yang tampak sangat menggemaskan.
Seolah tau bahwa sang ibu tengah mengajaknya bicara, Baby Reyhan tersenyum.
"Aku juga ingin di mandikan seperti Reyhan!" Celetuknya memeluk sang istri dari belakang.
"Eh sudah bangun ternyata!"
"Hem, saat kau tak ada di sampingku tidur ku tak nyaman lagi!" Ujarnya mengecup leher sang istri.
"Sayang! Diam lah aku sedang memakaikan baju untuk Baby Reyhan!" Ucapnya memperingati sang suami, ciuman itu seolah tanda bahaya jika di teruskan dan tak segera di hentikan.
"Jagoan Mama, sudah siap ya! Uluh-uluh ganteng nya!" Ucap Mama Kirana mencium pipi Baby Reyhan yang sudah tampak sangat tampan, maklum saja! bibit Unggul dari sang Papa tidak bisa terbantahkan.
"Kemari kan sayang!" Ucapnya meminta sang putra dari gendongan istrinya.
Tok.
Tok.
Tok.
"Nah akhirnya datang juga," Gumam Rama membuka pintu, tampak Tasya yang berdumel "Kakak, kenapa memanggil ku!" Tanya Tasya langsung pada intinya.
"Ini jaga Baby Reyhan! Ini susunya! Aku dan Kirana akan bersiap!" Ucapnya langsung memberikan Sang Putra pada Tasya keponakan nya.
"Kakak... Kau... "
"Jaga putraku baik-baik! Aku sudah mentransfer 10 juta di rekening mu! Terimakasih! Kau memang keponakan terbaik!" Ucap Rama dengan senyum, sengaja ia menyebut nominal uang seolah tau bahwa Tasya akan mengeluarkan protesnya.
Untung kau ganteng sayang! Jadi onty mau menjagamu! ya walaupun tak di bayar! Tapi Papa mu itu kan orang kaya, jadi tak apa ya meminta uang padanya, itung-itung nambah uang jajan Onty!" Ucap Tasya bermonolog dengan Baby Reyhan.
Pintu di tutup dan di kunci dengan segera oleh Rama, "Air hangatnya... Baby Reyhan kemana?" Ucap Kirana terhenti saat suaminya tak membawa sang putra.
"Dengan Tasya, dia memaksa untuk mengajak Baby Reyhan sayang!" Kilahnya pada sang istri.
"Benarkah?"
__ADS_1
"Ya! Apa Air hangatnya sudah siap?"
"Ya! Airnya..... " Pekik Kirana kaget kalau tubuhnya langsung di gendong sang suami.
"Rama... ini... "
"Mandi bersama! Aku merindukan mu!" Ucapnya mengecup singkat bibir sang istri.
Baiklah, biarkan Rama menuntaskan rasa rindunya pada sang istri yang telah menghilang beberapa bulan. Katakan Maaf dan sedikit sogokan waktu libur dan tiket bulan madu pada sang saudara kembar jika dirinya terlambat untuk menghadiri resepsi pernikahan nya, Rama hanya ingin membayar 3 bulan kerinduan tanpa membuang waktu lagi! Ia tak mau sia-sia memaksa Tasya jika tak bisa berduaan dengan sang istri seperti ini.
...****...
Semua orang sudah berkumpul di salah satu lantai gedung hotel itu, tempat dimana resepsi pernikahan antara Rafa dan Citra akan di selenggarakan.
Hanya Rama dan Kirana yang akan terlambat untuk acara ini, sudahlah biarkan saja. Rama sudah mengirimkan pesan pada adiknya, tentu Rafa sangat faham kemauan sang kakak.
"Dibayar berapa lu dek! Mau jagain cebong nya Rama!" Cibir Angga pada adik kandung nya itu.
"Kakak ih! Mulutnya itu loh! Cebong-cebong! Genteng gini loh!" Sembur Tasya tak Terima dengan omongan yang baru saja kakaknya lontarkan.
"Bhahahaha, Tapi bener kan dia cebong nya Rama?"
"Oek... Oek... "
"Tuh kan kakak ih!" Cemberut nya Tasya saat Baby Reyhan tiba-tiba menangis.
"Bantuin ih!" Ucapnya sambil menaruh baby Reyhan pada pangkuan sang kakak dan membuka susu yang sudah di bekal kan untuk Baby Reyhan.
"Gantengnya onty jangan nangis ya! Haus ya ganteng!" Ucap Tasya seolah berbicara pada Baby Reyhan.
"Lu ngomong apa dia juga ga ngerti dek! Udah buruan di kasih minum!"
"Ya ya ya, jangan keras-keras bicaranya, ntar nangis lagi kak!" Peringat Tasya pada kakaknya.
Dua sorot mata tampak menajam, Chris berdiri tak jauh dari keduanya yang tengah berinteraksi, Gadis yang baru kemarin menjadi kekasihnya kini tengah bermesraan dengan seorang pria, jangan lupakan bayi yang ada di pangkuan pria itu, tampak seperti keluarga yang bahagia.
Hatinya berdenyut sakit, kenapa kisah cintanya selalu berakhir tragis seperti ini. Apa memang dia ditakdirkan menjadi pemuda yang selalu di khianati wanita.
__ADS_1
Langkah nya begitu cepat, menarik kasar tangan dari Tasya.
"Chris!" Pekik Tasya kaget saat Chris mencengkram kuat tangannya.
"Kau siapa! jangan berani-berani menyakitinya!" Ucapnya Angga menajam, ia tak suka jika adik kesayangannya di perlakuan kasar oleh laki-laki lain.
"Diam!" Umpatnya langsung pada Angga.
"Ikut aku!" Ucap nya menarik Tasya agar mengikuti nya.
"Hey!" Pekik Gara, "Its Okey!" begitu kira-kira isyarat tangan yang di layangkan Tasya pada kakaknya.
Waktu sangat cepat bergulir, Tasya belum mengenalkan sama sekali keluarganya kepada Chris, termasuk fakta bahwa ia memiliki kakak laki-laki.
"Lepas!" Ucap Tasya mengibaskan tangannya saat keduanya sudah berada di lorong hotel yang tampak sepi.
"Kenapa! Apa yang akan kau jelaskan! Ternyata kau wanita yang suka berselingkuh!" Tuduhnya tanpa bertanya.
"Chris! Aku bisa jelaskan ini tak seperti yang kau kira!"
"Jelaskan! Berapa dia membayar mu! Katakan! Hingga kau mau datang kesini dan menemani nya!"
"Chris!"
"Dasar perempuan murahan! Atau memang bukan aku orang pertama yang datang ke apartemen mu! Pasti kau sudah sering memasukkan pria dalam apartemen mu kan!"
"Jaga batasan mu Chris! Aku bisa jelaskan!"
"Hahaha... Jelaskan! Untuk apa kau berhijab! Jika kelakuan mu sangat murahan!" Remeh Chris untuk kesekian kalinya.
Plak.....
"Aku kecewa padamu! Ambil ini!" Ucap Tasya menyerahkan cincin berlian itu dengan kasar di tangan Chris, kakinya melangkah gontai menuju ke toilet, air matanya tumpah seketika kalimat murahan! Sering memasukkan pria dalam apartemen!
"Chris! Kau mengecewakan ku!" Lirih nya.
🎶
__ADS_1
Happy Reading. ❤