
"Ada apa ini Tisa?" Ucap Mark dingin saat berada di belakang tisa.
"Maaf tuan wanita ini memaksa masuk keruangan tuan dan dia juga mengaku tunangan tuan." Ucap Tisa dengan nada sombong nya.
Seketika, Mark menampar pipi tisa. dengan kerasnya.
Plak
Plak
Tak cukup satu, Mark mendaratkan 2 tamparan sekaligus di pipi Tisa kanan dan kiri.
Itu cukup membuat pipi putih mulus Tisa merah seketika.
Mark pun menghampiri Annisa yang tengah terduduk.
Merengkuh tubuh Annisa dan berucap "Maaf."
Mark pun kemudian menuntun Annisa berdiri, ia pun merebut kantong plastik yang di genggam oleh Tisa.
Tisa masih tak mengerti dan bingung dengan keadaan ini. Lalu ia pun bertanya.
"Tuan Apa salah saya? sehingga tuan menampar saya." Ucap Tisa bingung.
"Perlu kau ketahui! dia adalah tunangan ku! dan kau tidak memperlakukan nya dengan baik. Justru kau mendorong nya dan aku melihat semuanya. " Ucap Mark dengan kilatan amarah.
Tak jauh dari tempat Tisa, Mark dan Annisa berdiri, Hito datang dengan tergesa-gesa.
Pasti Tisa melakukan kesalahan. Hem.. dia akan membuat ku repot hari ini. Gumam Mark dalam hatinya.
Flashback On
Sudah 30 menit yang lalu, apa selama itu sampai keruangan ku? ini terlalu lama. Jangan-jangan terjadi sesuatu dengan Annisa. Gumam Mark yang melihat jam yang melingkar di tangan dengan ekspresi khawatir.
__ADS_1
Mark pun melangkah kan kakinya keluar ruangan nya meninggalkan setumpuk dokumen yang ada di atas meja kerja nya.
Baru beberapa langkah keluar, Mark melihat Annisa jatuh tersungkur dan terduduk di lantai dengan pakaian yang cukup berantakan.
Tak jauh dari Annisa, Mark melihat Tisa yang tengah berdiri dengan kantong berisi makanan.
Flashback Off
"Hito, kau tau apa yang harus kau lakukan. Aku tidak mau kejadian ini terulang lagi. dan aku tidak mau wanita itu ada disini." Ucap Mark dingin pada Hito dengan pandangan ke depan.
"Mark, aku sudah memaafkan nya." Ucap Annisa lirih masih menundukkan kepala.
"Keputusan ku tidak bisa dibantah Annisa." Ucap nya dengan Nada tegas.
Annisa hanya bisa pasrah dan menghela nafasnya.
"Baik taun." Ucap Hito dengan sorot mata menajam ke arah Tisa.
"Tuan saya mohon maaf, jangan pecat saya tuan. " Ucap Tisa menangis tersedu dengan berlutut di hadapan Mark.
Hito pun menyeret paksa Tisa dan bersama dengan itu. Mark melangkahkan kaki nya menuju ruangan nya dengan merengkuh tubuh Annisa.
🍃Ruang Presdir Mark🍃
Mark mendudukkan Annisa di sofa yang ada.
"Kau tak apa-apa Mark." Ucap Annisa lirih menenangkan Mark, karena ia tahu sorot mata Mark masih menunjukkan ke khawatiran.
Mark melihat telapak tangan Annisa yang memerah akibat terjatuh tadi.
"Bagaimana kau berkata tidak apa sedangkan tangan mu terluka." Ucap Mark bergegas berdiri mengambil kotak P3K dan meraih tangan Annisa untuk mengobatinya.
Tok
__ADS_1
Tok
Tok
Hito masuk kedalam ruangan Mark membawa paper bag ditangannya.
"Ini taun." Ucap Hito menyerahkan bawaannya.
"Kau bersihkan dulu dan ganti pakaian mu ya sayang." Ucap Mark menyerahkan paper bag itu dan menunjuk sebuah ruangan didalam situ.
"Baiklah." Ucap Annisa melangkahkan kakinya meninggalkan Mark dan Hito.
Setelah kepergian Annisa,. Suasana di ruangan itu begitu mencekam.
"Kau sudah membereskan semuanya?" Ucap Mark dingin pada Hito.
"Sudah tuan." Ucap Hito.
"Bagus, kau lanjutkan pekerjaanmu. Aku tidak mau hal ini sampai terjadi lagi." Ucap Mark dingin penuh penekanan.
"Baik tuan. " Ucap Hito berlalu pergi dengan sopan untuk melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.
🐾
🐾
🐾
🐾
Tuh, abang Mark udah bantuin Annisa ya😌 Oke, jangan lupa like, comment.
Vote juga dong😌
__ADS_1
Ini novel perdana Author, Maaf jika masih ada salah penulisan kata dan bahasa.
Happy Reading guys❤❤❤