
Sudah 3 hari Annisa di siksa oleh Tisa, Mantan asisten pribadi Mark.
Sehari Annisa hanya diberikan makan sekali saja oleh Tisa, dan pakaian nyang dikenakan masih sama seperti 3 hari yang lalu.
Annisa masih tetap menunaikan ibadah sholat semampunya, dikarenakan kedaan nya seperti ini.
**Tak
Tak
Tak**
Suara langkah kaki terdengar, dan Clek, pintu itu terbuka.
Tisa berjalan mendekati Annisa dengan keadaan yang cukup memprihatinkan.
Badan Annisa begitu lusuh dan kotor.
"Kau tampak lebih cantik dari biasanya." Ucap Tisa tersenyum remeh pada Annisa.
Annisa hanya diam tak menjawab pertanyaan dari Tisa.
Disentuhnya dagu Annisa dan di dongakkan kepala Annisa untuk menatap wajah Tisa.
"Kau berani-neraninya tidak menjawab pertanyaan ku." Ucap Tisa dingin pada Annisa.
Annisa tetap membisu tidak menjawab pertanyaan dari Tisa padanya.
Di tempatnya dagu Annisa dengan kasar dan Bruk..
kepala Annisa menghantam tempat tidur itu.
Tampak keluar darah dari dahi Annisa.
dan seketika, pandangan Annisa kabur perlahan Annisa memejamkan kedua matanya.
"Cuih. Kau sudah pingsan lagi." Ucap Tisa menganggap remeh pada Annisa.
Ia pun pergi meninggalkan Annisa.
🌾Rumah Mark🌾
Mark mengusap kasar wajahnya, ia tidak ingin makan atau minum.
Hatinya terasa begitu sakit karna sampai sekarang ia belum menemukan keberadaan Annisa.
Hito masih berjuang untuk mencari keberadaan Annisa tapi masih belum menemukan titik terang.
sedangkan supir Annisa pun masih dalam kondisi koka belum sadarkan diri.
Dertt
__ADS_1
Dertt
Dertt
ada panggilan masuk kedalam Handphone milik Mark.
Mark menyeritkan dahinya saat nomor asing masuk kedalam Handphone nya.
Mark pun mengangkat panggilan video tersebut.
Seketika, ia mengepalkan tangan nya saat melihat wajah Tisa mantan sekretaris nya tersebut.
"Hai sayang. Kau tampak berantakan hari ini." Ucap Tisa di sebrang sana dengan nada begitu sensual.
Mark tak menanggapi ia lebih memilih mamatikan panggilan video tersebut.
Shit.!!!!! Tisa mengumpat kesal karena panggilan nya di matikan oleh Mark.
Dertt
Nampak notifikasi pesan masuk kedalam handphone milik Mark.
Dertt.
"Kau harus melihat hadiah ku sayang." begitulah pesan dari Tisa yang tertera di layar ponselnya.
Dengan kasar, Mark membuka pesan tersebut.
Deg.
Wajahnya tampak kusut dan badan nya sedikit kurus serta ada darah di dahinya yang telah mengiring.
"Annisa." Ucap Mark lirih tak tega melihat keadaan Annisa.
lalu, Mark segera melakukan panggilan video kepada Tisa.
"Hallo sayang. Apa kau merindukan ku." Ucap Tisa disebrang sana.
"Katakan apa maumu!" Ucap Mark dingin pada Tisa.
"Husttt.... Kenapa kau begitu terburu-buru sayang." Ucap Tisa.
"Bagaimana? Kau suka hadiah ku bukan?" Ucap Tisa lagi pada Mark.
"Katakan.!" Ucap Mark dengan Nada kerasnya.
Hito yang mendengar tuan nya beteriak segera berlari ke arah Mark, Namun Mark mengisyaratkan pada Hito untuk mendengarkan dulu percakapan Mark.
"Hm... Saham perusahaan mu begitu menggiurkan nampaknya." Ucap Tisa membayangkan ia mendapatkan Uang yang cukup banyak dari Mark.
"Berapa yang kau mau." Ucap Mark dingin tak ingin basa basi.
__ADS_1
"Hm... tapi aku tidak menginginkan itu lagi... Bagaiman jika menikah dengan ku." Ucap Tisa menaik turunkan alisnya.
"Apa!" Teriak Mark disebrang sana.
"Tak perlu berteriak-teriak sepeti itu sayang. kau tampak makin menggemaskan." Ucap tisa menggoda Mark.
Mark memijat pelipisnya jengah mendengarkan ocehan Tisa.
"oke-oke, tak apa jika kau tak mau menikah denganku. tapi One Night." Ucap Tisa menggoda Mark.
"Tidak." Ucap Mark dingin.
"Apa kau tidak kasihan dengan nya. Ah kau lelaki yang egois nampaknya. Kau tak memikirkan keadaan orang terkasih mu." Ucap tisa dengan Nada terkesan disedih-sedihkan dan layar Handphone itu pun mengarah ke Annisa.
"Mark." Ucap Annisa lirih saat melihat wajah Mark.
Seketika, air mata mark menetes saat melihat Annisa, ia begitu merindukan suara itu.
"Annisa" Ucap Mark lirih.
"Jika aku jadi dirimu, mungkin aku akan mempertimbangkan keputusan ku." Ucap tisa dengan ekspresi berfikir.
"Ayolah, One night. jika aku tidak bisa menikah dengan mu. setidaknya aku akan menjadi wanita yang pertama merasakan ketangguhan mu diranjang Tuan Mark yang tampan." Ucap Tisa dengan nada sensualnya.
"oke baik. dimana kita bisa bertemu." Ucap Mark dingin.
"Oke, aku akan kirim alamat nya padamu. Jangan coba-coba untuk membodohi ku." Ucap Tisa dingin disana dan menutup telfon nya itu.
**Arghhh
Arghhh**
Dilemparnya semua barang yang ada di meja kerja milik Mark, seketika ruangan itu pun kembali berantakan.
"King tenanglah. Saya sudah melacak dan menemukan dimana titik Nona Annisa di culik. Makanlah terlebih dahulu King. Nona Annisa pasti selamat." Cercah Hito memperingati Mark.
"Ayo kita segera kesana." Ucap Mark semangat.
"Kita tidak boleh bertindak gegabah King, Makanlah terlebih dahulu. sudah 3 hari kau tidak makan." Ucap Hito memperingatkan Mark.
"Bagaiman aku bisa makan? Saat Annisa... " Ucap Mark tertahan menundukkan kepalanya.
🤗🤗🤗
Duh, deg-deg an pasti ya gimana part selanjutnya? sabar ya🤣
Nih Author kasih visual Abang Mark yang tampan.
Dengan Ekspresi dingin mikirin Annisa.
- Markxelio Roman -
__ADS_1