
Annisa pun bergegas pergi mengikuti langkah lebar kaki Mark dengan langkah mungilnya.
Annisa sedikit kesusahan mengikuti langkah Mark karena pakaian dan hells yang dipakainya tidak bisa membuat ia berjalan lebih cepat.
"Huft... " Annisa menghela nafas panjangnya.
Sampai di depan gedung, Annisa tidak melihat Mark lagi.
Ia mencari kesana kemari namun tidak di temukan keberadaan Mark.
"Maaf." Terdengar suara lirih di belakang Annisa dan seketika itu ada sebuah tangan kekar yang memegang lengan tangan nya.
Deg
Siapa yang memegang tangan ku? Gumam Annisa dalam hatinya.
Ia pun menengok ke arah sangat empu nya, dilihatnya, "Mark?" Lirih Annisa.
"Ayo pulang." Ucap Mark dengan nada lembut.
Lalu, tanpa sadar Mark menggandeng tangan Annisa.
"Hm... Mark boleh lepaskan tangan mu dari lengan ku?" Ucap Annisa lirih kepada Mark.
"Oh Maaf." Ucap Mark lagi,
Dari raut wajah nya, Annisa dapat melihat kalau Mark tidak sengaja dan hanya ingin menjaga Annisa, begitu lah kira-kira Annisa mengartikan sorot mata Mark.
Mark POV
__ADS_1
Dengan kesal Mark meninggalkan Annisa dan berjalan lebih dahulu dari Annisa.
Lalu Mark, mengambil handphone yang ada di saku jasnya
"Selidiki orang yang berkenalan dengan Annisa. Ku dengar namanya Faiz." Ucap Mark di sebrang sana.
(......)
"Aku mau besok kamu melaporkan padaku." Ucap Mark dingin langsung menutup telfon nya.
Mark melirik kebelakang terlihat Annisa sedikit kesusahan melangkah, dan ia melihat Annisa menenggok kekanan kekiri mungkin mencari Mark.
Maaf, aku tlah berjalan mendahului mu, seharusnya aku tidak bersikap dingin padamu. Ntahlah akun terlihat begitu kesal melihatmu mengobrol begitu hangat pada pria lain. Gumam Mark dalam hatinya.
π Mark POV end π
Mereka pun berdua memasuki mobil, sepanjang jalan hanya keheningan yang menyelimuti keduanya.
Tanpa sadar, Annisa mengantuk dan menyandarkan kepalanya di bahu Mark, karena hari ini cukup melelahkan bagi Annisa.
Sesampainya didepan rumah Annisa, ia masih tertidur pulas disebelah Mark.
Mark tidak tega jika harus membangunkan Annisa, lalu Mark berinisiatif mengangkat tubuh Annisa dan menggendong nya masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum." Ucap Mark pelan sambil mengetuk pintu.
Ibu Tati pun membukakan pintu, dan terkejut saat Annisa sudah berada didalam gendongan nya.
Namun, Mark mengisyaratkan Ibu Tati untuk diam terlebih dahulu, dan sorot matanya bertanya dimana kamar Annisa.
__ADS_1
Ibu Tati mempersilahkan Mark memasuki rumah nya, dan menunjukkan kamar Annisa.
Mark pun berjalan mengikuti langkah Ibu Tati, setelah nya Mark meletakkan Annisa di atas tempat tidur.
Tidak Ada pergerakan Apapun dari Annisa, ia masih tertidur pulas.
Setelah meletakkan Annisa dan menyelimutinya. Mark pun keluar kamar, diikuti dengan Ibu Tati.
πRuang Tamuπ
"Maaf Bu, sudah membuat Annisa pulang terlambat." Ucap Mark meminta maaf dengan nada lemah lembut.
"Ia tak apa-apa. Lalu kenapa menggendong Annisa.? apa ada sesuatu masalah?" Ucap Ibu Annisa bertanya pada Mark.
"tidak apa-apa bu, saya hanya tak tega membangunkan Annisa, dia terlihat kelelahan." Ucap Mark menjelaskan.
"Begitu." Ucap Ibu Annisa mengerti dan menerima penjelasan dari Mark.
"Kalau begitu, saya permisi dulu ya bu. Assalamu'alaikum. " Ucap Mark berlalu pergi meninggalkan rumah Annisa. dan Ibu Annisa mengantarkan Mark hingga sampai kedepan rumahnya.
Annisa, aku akan mendapatkan mu bagaimana pun caranya. karena hanya dengan kehadiran mu disisiku, membuatku begitu nyaman.! Gumam Mark dalam hatinya.
Ia sudah menyusun rencana untuk itu semua.
Anak yang baik, terimakasih telah menjaga putriku. Ucap Ibu Annisa dalam hatinya.
πΉπΉπΉ
π€π€π€
__ADS_1
Oke, ntar author update lagi ya, π ditunggu nanti sore, terimakasih π€