Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Tak peduli 2


__ADS_3

Malam sudah datang menjelang, Hingga pukul 7 malam Mark belum menampakkan dirinya.


Biasanya Mark akan selalu pulang pada pukul 6 petang atau sebelum jam itu.


Hingga jam bergulir pukul 8 malam, terdengar deru mobil yang memasuki halaman.


Pasti Mark pulang. Gumam Annisa tersenyum senang.


Langkah kaki nya terhenti saat apa yang diharapkan tak sesuai dengan keinginan hatinya.


"Maira?" Gumam Annisa yang melihat Maira turun dari mobil yang biasa digunakan oleh Mark suaminya.


"Kakak cari kak Mark ya?" Ucap Maira bertanya saat melihat Annisa yang berdiri tak jauh di depan nya.


Annisa hanya tersenyum "Kak ada masalah ya sama kak Mark?" Ucap Maira bertanya ingin menyelidiki.


"Tidak kok." Ucap Annisa di paksakan tersenyum.


"Cerita aja kak, gak apa-apa." Ucap Maira.


"Hanya kesalahan faham an kecil Maira." Ucap Annisa tersenyum.


"Oh." Balas Maira.


Cih, tidak mau mengaku. Ya sudah tak apa! aku juga sudah tau masalahnya. Gumam Maira tersenyum sinis.


"kalau kakak boleh tau? Kak Mark kemana ya?" Ucap Annisa bertanya.


"Kakak sedang lembur kantor. oh ya kak, Maira capek. Maira akan istirahat langsung ya." Ucap Maira berlalu pergi meninggalkan Annisa.


Annisa menunggu Mark di sofa ruang tamu, hanya itu yang dekat dengan pintu utama.

__ADS_1


Tepat pukul 2 dini hari, Annisa terbangun saat ada orang yang membuka pintu.


Perlahan ia mengucek kedua bola matanya untuk mengumpulkan nyawa dalam diri nya setelah terlelap.


"Bee." Ucap Maira memanggil Mark yang baru saja tiba dengan tersenyum.


Annisa perlahan melangkahkan kakinya mendekati sangat suami, ingin meraih telapak tangan Mark untuk mencium nya, namun segera di tepis kasar oleh Mark.


"Bee, kenapa pulang baru pulang? Apa ada masalah di kantor." Ucap Annisa bertanya. Namun Mark tak menjawab, ia terus melangkah kan kakinya ke kamar miliknya di ikuti dengan Annisa.


Sesampainya di kamar,


"Bee mari ku bantu." Ucap Annisa hendak membantu Mark melepas jas nya.


"Tidak! keluar!" Ucap Mark dengan lantang.


"Tapi bee" Ucapan Annisa tertahan saat Mark mendorong tubuh Annisa. dan lagi ia terjatuh dan naas kepalanya terbentur dinding.


Di waktu yang sama di susul dengan Mark yang menghilang di balik pintu kamar mandi. menutup pintu dengan keras.


(Jadi Mark ga tau kalau kepalanya Annisa terbentur ya guys😂)


Darah segar mengalir di dahinya, Butiran kristal lolos di pelupuk matanya tanpa di minta. Annisa pun melangkah kan kakinya keluar kamar pribadinya.


Annisa berjalan ke ruang ibadah yang terletak di sebelahnya kamarnya.


Perlahan handle pintu di tarik dan


Clek


"Bibi?" Ucap Annisa satu melihat bibi Inah ada didalam.

__ADS_1


"Nyonya? dahi nyonya kenapa?" Ucap Bibi Inah khawatir.


"Tak apa bi." Ucap Annisa tersenyum.


"Mari saya bantu obati nyonya." Ucap Bibi inah membuka laci meraih kotak P3K dan membantu Annisa.


"Terimakasih bi." Ucap Annisa pada siang Bibi saat luka di dahinya sudah selesai di obati.


"Sama-sama nyonya. Itu sudah kewajiban saya." Ucap Bibi Inah.


"Bibi sudah sholat?" Ucap Annisa bertanya.


"Sudah nyonya, apa nyonya ingin sholat?" Annisa pun mengangguk kan kepalanya.


"Ya sudah nyonya, Bibi permisi dulu." Ucap sang bibi berpamitan dan Annisa tersenyum ramah sebagai balasan nya.


🍃


Disisi lain Mark sudah selesai dengan ritual mandinya, dan ia segera memakai baju tidur. merebahkan dirinya di kasur tanpa memperdulikan istrinya Annisa.


Entahlah pengkhianatan yang Annisa lakukan sungguh membuat hati Mark kembali membeku arogan, dingin tak tersentuh.


🌈🌈🌈


Happy Reading ya guys.


Aku udah up 2 di jam pagi.


jangan lupa like komen dan Vote.


Ah author sayang kalian pembaca setiaku. 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2