
"Senang bertemu dengan anda nona." Ucap Asisten Hito yang bertemu dengan Maira di depan area kantor.
*Deg
Deg*
"Dimana kakak ku? kenapa kau sendirian." Ujar Maira memberikan pertanyaan pada Asisten Hito karena melihatnya hanya sendirian.
Diam, tak ada sautan jawaban dari Asisten Hito, dan perlahan kakinya melangkah pelan.
"Hey, aku bertanya padamu." Ucap Maira mengeraskan suaranya.
Seketika langkah Asisten Hito terhenti dan menatap tajam pada Maira kali ini.
"Jangan menatap ku seperti itu, aku hanya bertanya." Ucap Maira tegas dengan sorot mata menagih jawaban.
"Makan siang anda hari ini saya rasa cukup enak ya?" Ucap Asisten Hito menyindir.
Dasar Asisten sialan. aku bertanya pada mu bodoh! tapi kau malah tak menjawab pertanyaan ku! Gumam Maira mengumpat sumpah serapah.
Eits, tunggu? makan siang? apa dia tau kalau aku makan siang dan bertemu dengan..... Arghhhhh sialan.... Umpat Maira lagi.
"Tentu, karena tadi aku tak makan semeja dengan mu, itu membuatku senang." Ucap Maira dengan nada yakin meminimalisir kecurigaan yang Hito layangkan kepadanya.
Apa yang kau ketahui tentang diriku hari ini Asisten sialan. Gumam Maira dalam hatinya.
"Berhati-hatilah nona dalam bertindak. Jangan sampai mengecewakan tuan Mark. Saya permisi." Ucap Asisten Hito berlalu pergi meninggalkan Nona Maira yang termenung dan terdiam dalam semua kebisuan nya kali ini.
Apa dia baru saja mengancam ku?
nampaknya aku akan membuatmu pergi dulu sebelum aku melancarkan rencana yang telah aku susun dengan rapi.
Kau sungguh bagai krikil yang mengganjal dalam sepatu ku, sungguh menganggu dan menjengkelkan. Gumam Maira dalam hatinya.
Kini Maira sudah berada di dalam ruangan, melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.
__ADS_1
menyelesaikan nya dengan segera.
π
Mobil yang dikendarai Mark dan Annisa sudah sampai di depan gerbang, keduanya melangkah turun untuk masuk ke dalam.
"Bee.. " Panggil Annisa sambil melirik suaminya yang ada di samping.
"Ya sayang." Ucap Mark tersenyum.
"Kau tak ke kantor lagi? apa pekerjaan mu sudah selesai?" Ucap Annisa bertanya.
"Hem, pekerjaan di kantor sudah selesai, kau tenang saja masih ada Asisten Hito yang menghandle semuanya."
"Namun, pekerjaan di rumah masih belum terselesaikan. " Ucap Mark dengan ekspresi di buat sesendu mungkin.
"Pekerjaan rumah?" Ucap Annisa lagi. "Yes baby." Jawab Mark cepat.
"Bahkan kau punya banyak bodyguard dan lebih dari 10 pelayan untuk menjaga kebersihan rumah ini? Lalu apa?" Ucap Annisa bingung dengan maksud sang suami.
"Membuat Mark junior." Bisik di telinga Annisa dengan nada serak yang sial nya sangat menggoda.
"Kau jahat kepadaku, ini sangat sakit sayang." renggek Mark dengan nada yang sangat manja bak anak kecil.
"Maaf." Ucap Annisa lirih merasa bersalah.
Mereka berdua pun sudah sampai didalam kamar, dan Mark berbicara. "Kau harus mengobati ku." Ucap Mark dengan nada tersakiti bahkan teraniaya menunjuk bagian yang di rasa memang sakit.
Sakit dibuat-buat mungkin. Hahahaha....
Dengan rasa khawatir nya, Annisa langsung membuka sedikit baju mark dengan mulai meraba untuk memeriksanya.
Tidak ada merah bekas cubitan? dan tidak ada yang luka? mana? Gumam Annisa mencari bekas merah yang tertinggal karena tadi ia mencubit suaminya.
Sadar telah di permainkan oleh Mark, Annisa pun menambah cubitan itu dan bergegas menjauh, karena jarak keduanya begitu dekat, bahkan nafas keduanya pun saling berbenturan karena Annisa dengan spontan mendongak kan kepalanya menghadap sang suami.
__ADS_1
Dengan gerakan cepat Mark mengunci pergerakan Annisa yang ingin pergi.
"Kau membohongi ku." Ucap Annisa dengan nada kesalnya sambil mengerucutkan bibirnya.
"Apa kau berniat menggodaku dengan bibirmu sayang? kau sendiri yang menggoda dan bermain di sana? apa kau suka dengan roti sobek milikku?" Ucap Mark dengan senyum evil nya.
Glek, Annisa kesusahan bahkan untuk menengguk air liurnya. kenapa suaminya tersenyum seperti itu. Agh!!!!
Saat Annisa ingin mengeluarkan kekesalan nya lagi, Mark segera mengunci bibir Annisa dengan miliknya, cukup lama mereka saling menyatukan benda mungil berwarna cerry itu.
satu tangan masih mengunci pinggang istrinya, dan satunya membuka perlahan kemeja yang ia kenakan sendiri.
Hingga dada bidang milik Mark sudah terekspos dengan sempurna.
Mark melepaskan tautan di bibirnya, Annisa sejenak tertegun dengan pemandangan yang ada di depan?
Arghhh... kenapa dia terlihat tampan. Aku ingin menyentuh perutnya. Gumam Annisa melamun.
"Apa kau sudah puas mengagumi ketampanan suamimu ini? badan kekar dan atletis ini? kau boleh memegangnya sayang. ini milikmu sepenuhnya, hanya milikmu." Ucap Mark pada istrinya dengan menuntun tangan Annisa memegang roti sobek milik Mark.
Dan terjadilah yang seharusnya terjadi.
πππ
Happy Reading ya guysπ€π
Jangan lupa like, komen dan Vote yaβ€
sayang kalian semua pembaca setiakuππβ€
Wkwkwkw...
pikiran nya udah sampai mana nih imajinasinya?π
Bayangin sendiri ya. Author ga mampu menjelaskan.
__ADS_1
Jika jomblo author meronta-ronta ingin memiliki suami seperti Markππ€
Update tiap hari jam 4 sore yaπππ