
Malam hari, sepasang suami istri tersebut tengah asyik menyelami alam mimpi dengan posisi saling memeluk satu sama lain, seolah tak ingin terlepas.
"Bee.... " ucap Annisa dan tangan nya mengusap peluh keringat yang bercucuran deras dari kening sang suami.
Entah sejak kapan Annisa terjaga pada malam itu, saat melihat suaminya terus mengigau dan mengeluarkan gumam-gumaman aneh dari mulutnya.
"Bee... " Lirih Annisa lagi, sambil mengusap peluh keringat, sungguh ini pertama kali suaminya mengigau seperti ini.
"Bangunlah bee... " Ucap Annisa lagi.
"Jangan pergi."
"Mommy"
"Daddy"
"Takut."
"Jahat."
hanya kata itu yang didengar Annisa, saat usahanya beberapa kali membangun kan Mark tak kunjung berhasil.
Ada apa dengan dirimu sebenarnya bee, kau begitu ketakutan malam ini! Aku mohon bangunlah. jangan seperti itu. Monolog Annisa.
"Bee... bangun lah." Ucap Annisa dengan suara keras dan sedikit mengusap kasar punggung suaminya.
Perlahan Mark terbangun dari alam mimpinya.
Kedua bola matanya perlahan melihat sekeliling kamarnya dan melihat wajah khawatir sang istri.
__ADS_1
"Bee... Minumlah... " Ucap Annisa menyodorkan air putih pada suaminya.
Mark meminum habis air yang berada di dalam gelas tersebut hingga tak tersisa.
"Sudah lebih baik?" Tanya Annisa.
Mark menganggukkan kepalanya.
"Kau kenapa? mau bercerita? berbagi dengan ku?" Ucap Annisa menatap serius Mark dan sedikit mengusap kedua pipi Mark dengan tangan nya.
Namun Mark hanya terdiam tak bersuara,
'"Hem.... baiklah, jika kau tak mau bercerita dengan ku tak apa, aku tak akan memaksa. aku menunggu mu bercerita." Ucap Annisa.
"Apa aku menganggu tidur mu?" Ucap Mark menatap sayu istrinya itu.
"Jam berapa sekarang?" Ucap Mark.
"Jam 2." Ucap Annisa.
"Masih tengah malam, aku pasti mengganggu tidurmu. Maaf. " Ucap Mark sendu
"Ingin sholat." Ucap Annisa tersenyum, Mark sedikit terdiam dengan ucapan istrinya.
"Jika kau tak bisa membagi duka mu dengan orang lain, maka mintalah ketenangan hati, serta keikhlasan pada-Nya."
"Ayo." Ucap Annisa dengan mengulurkan tangan pada suaminya dan mengajak nya untuk bangun.
Mark menuruti permintaan istrinya, ia bangun dan berjalan di belakang istrinya.
__ADS_1
Kedua nya pun menunaikan ibadah sholat.
"Ya Allah, terlalu kotor untuk diriku memohon dan berdoa padamu detik ini. Pantaskah pembunuh seperti ku memohon padamu? Kurasa tidak! Tapi detik ini, Aku ingin kau selalu menempatkan Mommy dan Daddy ku di tempat terbaik di sisimu. Dan Maaf, jika sebagai anak aku tak mampu menjaga mu mom dan Dad." Begitulah monolog Mark dalam pinta doa nya malam itu.
"Ntah kesalahan atau masalah apa yang pernah di perbuat suamiku, atau bagaimana pahitnya ia menerima kenyataan masa lalunya. Aku mohon berikan hati ikhlas padanya atas apa semua yang telah terjadi." Monolog Annisa lirih dalam pinta doa nya.
"Amin... Amin... Amin..." Ucap mereka bersamaan.
Mark membalik kan badannya serta mengulurkan tangan, dan Annisa menerima uluran tangan itu serta mencium nya dengan senang hati.
"Kemari lah." Ucap Mark.
Annisa mendekat dan, Mark memeluk Annisa dengan begitu erat.
"Jangan pernah pergi meninggalkan ku ya." Ucap Mark lirih.
"Tidak akan pernah, jangan berfikir seperti itu." Ucap Annisa pada Mark yang masih memeluk.
🌈🌈🌈
Happy Reading ya guys🤗
Author minta maaf karena kemarin gak update bab ☹️
Karena kondisi author bener-bener drop! dan gak bisa di paksain buat nulis☹️
Sekali lagi maaf kalau up nya telat ya.
Oke🤗 buat pembaca setia ku terimakasih udah sabar nunggu dan dukung sampai detik ini. 🌈
__ADS_1