Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Penyesalan (S2)


__ADS_3

Hay Hay! Mau minta maaf sebelumnya karena aku jarang Up bahkan ngilang lama banget, kemarin baru sempet dapet musibah, kakek yang aku sayangi banget meninggal dunia, dia gak sakit apa-apa, paginya masih ngobrol bercanda sama aku malemnya udah gak ada sedih banget.


Drop banget rasanya.


ditambah tugas kuliah yang numpuk banget jadi bener-bener jarang bisa buka aplikasi NT.


Masih riuewuh dengan berbagai acara tahlilan karena ini belum ada seminggu kematian beliau. Jadi begitu lah.


🎶


Happy Reading.


Tak ada yang berubah, Rama masih tampak diam seperti biasanya, tak banyak komentar, dan sampai acara pertunangan itu berlangsung ia tampak diam tak sama sekali memberi ucapan selamat apapun yang terucap dari bibirnya kepada sang adik.


"Bisa Mama bicara padamu?" Ucap Mama Annisa yang saat itu ingin mengajak anak nya berbicara, sebagai seorang ibu yang melahirkan tentu dia tau jika akhir-akhir ini Rama tampak diam, yah! Meskipun Rama adalah sosok yang tak banyak bicara.


"Apa yang sedang putra Mama fikirkan!" Ucap Mama Annisa saat kedua sudah terduduk di kursi taman yang ada di sana, sedikit menghindar dari acara pertunangan yang tengah berlangsung.


"Rama tak ada masalah apapun Mama, mungkin hanya kecapekan saja."


"Benarkah?"


"Ya Mama, karena akhir-akhir ini banyak pekerjaan kantor yang harus segera di selesaikan!"


"Bukan kah Papa sudah menyuruh Uncle Hito untuk membantumu?"


Ya! Orang yang di hubungi oleh Mark adalah Asisten Hito, selama ini Asisten Hito bertempat tinggal di Amerika menjalankan usaha bisnis Mark yang ada di sana dan ia jarang sekali untuk berkunjung ke Indonesia mengingat pekerjaan yang ada di sana sudah cukup membuatnya kelelahan dan bahakan menyita waktunya. menjalankan bisnis di sana bukan berarti menetap, ia lebih sering berpergian dari pada menetap tentu dengan keluarganya yang selalu setia menemani dan mengikuti kemanapun ia pergi.


"Ya! Tapi aku tak ingin merepotkan nya Ma."


"Kau yakin? Tidak membohongi Mama!" Tanya Mama Annisa penuh selidik, hatinya masih ragu akan penjelasan sang putra, seolah-olah ada hal yang di sembunyikan darinya, tapi entah itu apa Mama Annisa juga tak tau.


"Ya sudah! Adikmu sudah bertunangan? Apa putra Mama yang tampan ini juga tak memiliki kekasih?"


"Tidak Ma,"

__ADS_1


"Benarkah? Apa tak ada gadis yang suka dengan putra Mama yang satu ini?" Goda Mama Annisa.


"Gadis yang Rama suka sayangnya tak mencintai Rama ma, dia baik seperti Mama. Rama sangat menyayanginya."


"Siapa kiranya gadis tersebut? Apa Mama boleh tau?"


"Ah dia gadis yang paling cantik! Mama pasti mengenalnya!"


"Benarkah?"


"Ya Mama tentu,"


"Kalau memang putra Mama sangat mencintai gadis itu, perjuangkan ya! Selagi belum ada janur kuning melengkung Rama memiliki peluang bukan untuk memilikinya?" Goda Mama Annisa.


"Benarkah ma?" Ucap Rama dengan mata berbinar.


"Ya! Karena cinta memang dan layak di perjuangkan!" Ucap Mama Annisa tersenyum.


"Terimakasih Mama, Rama sayang Mama." Ucap Nya memeluk sang Mama.


🎶


Menjadi lulusan dokter terbaik di Universitas, di susul dengan tasya yang ada di peringkat kedua setelah Kirana merupakan hal yang membanggakan bagi keduanya bukan?


Terlebih bagi Kirana, bagaimana tidak? Pencapaian belajar yang tak sia-sia dan mendapatkan peringkat terbaik, memiliki calon suami seperti Rafa yang sangat ramah dan peduli bahkan sangat sayang kepadanya, dunia serasa lengkap dan mendukung semua bahkan apapun yang di inginkan Kirana bukan!


Dan setelah lulus, Kirana langsung di kontrak oleh salah satu rumah sakit ternama untuk mengabdikan semua ilmu yang ia peroleh selama duduk di bangku perkuliahan.


Dan sesuai dengan janji yang sudah di sepakati oleh kedua belah pihak, Acara pernikahan tersebut akan segera di selenggarakan setelah Kirana lulus bangku perkuliahan,


Rama yang saat ini memegang kantor pusat Roman yang berada di jakarta, dan untuk Chris, ia sudah harus terpaksa pulang karena tugas yang ada di Amerika yang harus segera di selesaikan tapi ia berjanji untuk kembali lagi ke Indonesia,


Papa Mark yang lebih memilih menghabiskan waktu berdua di rumah dengan sang istri, hanya sesekali ia akan datang ke kantor dan mengevaluasi semua pekerjaan yang sudah di kerjakan oleh putra sulungnya.


Selama ini pun setelah kepulangan Chris, nampaknya Rama sudah mengikhlaskan Kirana untuk sang adik begitu pikirnya Papa Mark.

__ADS_1


Untuk Rafa, ia lebih memilih menjalankan salah stau cabang perusahaan tersebut, karena tuntutan kesibukan yang sekarang harus terbagi menjadi dua, yaitu pekerjaan dan persiapan pernikahan yang akan segera di selenggarakan oh rasanya sangat membahagiakan.


🎶


Malam ini suasana udara dingin cukup menyeramkan petir mengglenggar dengan kerasnya.


Hanya Rama yang masih ada di kantor di saat jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, ia sudah memberitahu keluarganya bahwa ia akan pulang terlambat masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan begitu kiranya.


Hingga menjelang pagi dengan suasana kamar hotel yang cukup romantis, Rama yang masih bertelanjang dada dengan celana pendek yang ia kenakan, jangan lupakan wanita kecil yang ada di sebelahnya yang ia dekap dengan sayang dan penuh cinta!


Jika kalian tanya siapa wanita itu! Jawabnya Kirana!


raut wajah tampan dan senyum yang melengkung Rama pancarkan menatap indah manik mata cantik Kirana yang masih terlelap dalam dekapan nya!


"Setelah ini kau akan menjadi milikku! Hanya milikku! milik seorang Ramaxelio Roman! Bukan milik Rafaxelio Roman!" Ucap Rama dengan gumaman tersenyum.


Perlahan netra mata indah Kirana terbuka menyesuaikan pandangan indah yang ada di depan nya!


Putih! nampaknya seperti di kamar hotel! Ah ini! kenapa berat sekali! Seperti lengan seseorang! Gumamnya disela setengah kesadaran yang masih ia kumpulkan ditengah lenguhan sakit kepala.


"Brak! Siapa kamu!" Ucap Kirana langsung terduduk disisi ranjang dan mendorong pria yang ada di sampingnya!


"Baby! ini masih pagi!" Ucap Rama seolah baru saja terbangun dari tidurnya.


"Rama! Apa! Apa! yang kita lakukan semalam! Kau... " Ucap Kirana tergugu dengan keadaan keduanya yang tampak memprihatinkan tak patut untuk ditiru!


"Memang apa yang di lakukan seorang wanita dan pria dewasa didalam kamar hotel! Kau cukup pintar dan mengerti dengan apa yang ku maksud bukan?"


"Kau brengsek Rama!!!" Air mata Kirana seketika tumpah dengan luapan emosi! Bagaimana? apa yang harus ia jelaskan kepada Rafa tentang dirinya dan? Penjelasan hanyalah penyesalan! semua tak bisa diulang dan malam sudah berganti dengan pagi bukan?


🍒


Happy Reading


Mulai besok teratur Up ya❤❤❤ Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2