
π Flashback On π
Hari dimana, Annisa di jebak untuk datang ke hotel, Jam menunjukkan pukul 8 pagi.
"Tuan, hari ini ada rapat, semua telah hadir dan menunggu anda saja silahkan!" Ucap Maira pada Mark.
"Baik." Ucap Mark.
Keduanya pun berjalan bersisian menuju ruang rapat. Sesampainya di ruang rapat Mark duduk dengan tenang di kursi kebesaran nya.
"Maira, ada satu berkas yang tertinggal, mungkin ada di atas meja kerjaku, kau ambil sekarang." Ucap Mark pada Maira setengah berbisik dan di balas dengan anggukan kepala.
Permainan dimulai kakak, dan nikmati. Gumam Maira dalam hatinya.
cctv ruangan ini telah aku matikan, saat nya rencana selanjutnya , Maira kemudian mengetik pesan kepada Annisa dan menghapusnya. Selesai. Ucap Maira tersenyum tipis dan meletakkan handphone itu ke tempatnya.
Setelah rapat, Mark kembali keruangan nya, sedangkan Maira bergegas pergi menuju hotel dengan penyamaran nya, ia sudah tau area mana saja yang tak terjangkau cctv di kantor itu.
Sesampainya di hotel, ia mengambil alih menjadi resepsionis hotel dan mengantarkan Annisa yang sudah tiba, serta membekap mulutnya dengan saputangan obat bius.
Membopong Annisa masuk, membaringkan nya di atas kasur dan melonggarkan semua pakaian nya.
"Semua berjalan dengan semestinya, aku sudah melaksanakan tugasku! setelah ini jangan menghubungiku dan lalukan saja semua pekerjaan seperti sedia kala.
Aku tau, kakak ku pasti akan mencari bukti untuk semua ini, dan semua bukti sudah aku lenyap kan! Nanti aku akan menghubungi mu dengan sendiri nya. Silahkan lakukan tugas mu dengan baik." Ucap Maira panjang lebar mengingatkan.
Cih, mengatur ku saja. Gumam Alex menatap Maira pergi.
Setelah nya Maira bergegas pergi ke kantor dan ia bersikap seolah tak terjadi apa-apa.
__ADS_1
"Kau cantik sayang. dan mari kita mulai permainan ini." Ucap Alex menatap Annisa yang tertidur.
Dan disaat itu, Alex menghapus pesan singkat tersebut. Beres! tak ada bukti lagi. Gumam Alex pada dirinya.
Sungguh saat itu Alex tak menyentuh sama sekali Annisa yang saat ini tengah tertidur pulas di ranjang, Entahlah rasa memiliki Alex begitu tinggi tapi tak ingin merusak wanita yang di cintai nya itu.
π Flashback off π
Alex POV
"Tuan." Ucap tangan kanan Alex.
"sudah beberapa minggu ini, anak buah tuan Mark sedang mengawasi kita." Ucap Tangan kanan itu memberitahu.
"Biarkan saja." Ucap Alex tersenyum.
π
Mark POV
Sudah satu bulan Mark mengawasi semua gerak gerik Alex.
"Bagaimana?" Ucap Mark.
"Maaf, tuan Alex seperti biasanya tak ada pergerakan yang mencurigakan. tak ada bukti yang menunjukkan bahwa nyonya Annisa di jebak olehnya. Semua murni Nyonya Annisa datang sendiri ke hotel itu tanpa ada paksaan." Ucap bodyguard.
"Kau boleh pergi." Ucap Mark.
Mark mengajak rambutnya frustasi, bagaimana? tidak ada bukti sedikit pun yang menunjukkan istrinya benar!
__ADS_1
Argh....
Mark setiap harinya berangkat ke kantor dan menyibukkan bekerja sepanjang malam terkadang dia melewatkan makan siang nya.
π
Hari ini adalah hari dimana Annisa akan menghadiri acara wisuda kampusnya. Ia sudah tampak cantik dengan busana muslim modern yang dia kenakan.
Make up tipis yang di poles di wajah cantiknya, sungguh sangat alami dan natural.
πππ
Happy Reading ya guys.
Jangan lupa like, komen dan Vote.
Author sayang kalian pembaca setiakuππ€
Untuk yang nanya kapan Hito pulang? ntar yaπ
Dan kenapa Mark bodoh banget ga bisa ngunggkap semua nya?
Ya itu! Maira cukup licik dan cerdik.
Bukan kah musuh yang paling mematikan adalah musuh dari dalam? π
Buat yang tanya kapan selesai konfliknya, entar dulu yaπ
Boleh kok neghujat Mark, Maira dan Alex, Hehehehehππππ
__ADS_1