
Apartemen mewah, fasilitas terbaik yang ada di dalamnya, kebersihan dan semuanya terjaga sangat mengesankan.
"Sayang! kenapa kau masih diam disitu! Ayo masuk!"
"Ini milik mu?"
"Ya ini milikku! Dan sebentar lagi akan menjadi milik mu!"
"Ha?" Tanya Nadia tergagap.
"Kau mau kan menikah dengan ku?" Tanya Rafa menatap penuh cinta kearah Nadia.
"Tapi?"
"Kakak ku sudah mengetahui nya, kau tak perlu takut juga jika Papa dan Mama akan menarik semua fasilitas yang aku punya, karena secara hukum semua harta itu sudah beralih menjadi namaku dan aku akan memanjakan mu dengan harta yang ku miliki! Ku mohon menikah lah dengan ku!
"Tapi..... "
"Sebentar, lihatlah ini!" Ucap Rafa kembali ke hadapan Nadia dengan selembar berkas penting, Nadia dapat melihat jelas memang benar semua harta kekayaan milik Roman sudah resmi menjadi milik Rafa.
"Baiklah! Aku mau menikah denganmu!" Ucap Nadia tersenyum.
Cinta memang di butuhkan saat kita memutuskan untuk menikah dengan seseorang, tapi Harta dan kehidupan terjamin secara tak kasat mata menjadi hal paling penting dalam semua lini kehidupan,
🎶
Air matanya luruh ke lantai, bagaimana ia menjadi laki-laki seburuk seperti ini, membuat Kirana pergi dan kehilangan semuanya.
Bagaimana bisa Rama menyewa seseorang untuk mencari keberadaan sang istri tercinta, ternyata semua wanita hanya menginginkan hartanya, ia merindu pada sang istri yang mau menerima dirinya berjuang bersama dan selalu memperhatikan Rama.
Hidup dengan Nadia selama 2 minggu membuatnya hampir gila dengan semua sikap manja dan seenaknya dari Nadia. Bahkan wanita itu berani sekali membentak dan mengabaikan dirinya, sangat berbeda sifatnya saat ia masih memiliki segalanya.
...****...
"Sayang!" Panggil Rafa pada Nadia.
__ADS_1
"Ah ya? ada apa?"
"Aku ada pertemuan penting keluar kota selama seminggu, maaf aku tak bisa menemanimu seminggu ke depan, tapi kau tak usah khawatir, ini!" Ucap Rafa menyodorkan kartu black Card kepada Nadia.
"Gunakan kartu ini untuk memenuhi semua kebutuhan mu, ingat jangan memasak atau melakukan pekerjaan lain! Aku tak mau kulit putih lembut mu berubah kasar, setelah kepulangan ku kita akan memberitahu Mama dan Papa dan setelah itu kita akan segera menikah. Kau mau bukan?" Tutur Rafa dengan lembut menjelaskan penuh dengan kasih sayang.
"Ya kau tak perlu mengkhawatirkan mu, aku akan menjaga diriku disini dan menunggu mu pulang!" Ucap Nadia tersenyum.
Ah perhatian kecil ini membuat cinta besar Nadia kepada Rama begitu mudah memudar, bagaimana tidak, Rafa selalu memanjakan Nadia, berbicara penuh kelembutan, Tak ingin membuat Nadia menyentuh pekerjaan rumah tangga dan ah semuanya tampak sangat sempurna, hidup yang sangat Nadia impikan. Jangan lupakan dia mau menerima dirinya yang tengah mengandung meski itu anak kakaknya.
2 hari kepergian Rafa membuat Nadia sangat senang, ia bahkan hanya berbelanja dan memanjakan dirinya, ia sudah tak peduli lagi dengan keadaan Rama.
"Ikut aku!" Ucap seorang laki-laki yang langsung menarik Nadia kedalam cafe.
"Lepaskan! Apa mau mu!" Ucap Nadia ketus.
"Kau lupa akan semua jasaku! Ingat aku selalu memperhatikan setiap pergerakan mu Nadia, jangan lupakan! Kau mengandung anak ku! bukan anak laki-laki itu!" Ucap James.
James, adalah laki-laki brengsek yang suka bermain banyak wanita, ia juga yang membuat Nadia hamil, ah tentu karena Nadia menyuruh nya dan itu membuat James sangat senang dan mabuk kebayang melakukan pekerjaan itu.
"Aku butuh 200 juta! Segera kirimkan ke rekening ku!"
"Apa kau gila!"
"Jangan pelit Nadia, aku tau kau sekarang bukan lagi menjadi calon istri Rama, tapi Rafa adik dari Rama sendiri bukan? Dan aku tau kau tinggal di apartemen mewah dan aku tau kau selalu dimanjakan Rafa dengan segala kekayaan nya!"
"Sialan kau memata-mataiku!" Ucap Nadia geram.
"Cepat kirimkan 200 juta, setelahnya aku tak akan lagi menganggu mu! Jika tidak aku akan memberi tahu keluarga Roman bahwa kau tidak mengandung darah dagingnya, melainkan mengandung anakku!"
"Tutup mulutmu sialan! aku sudah mengirimkan uang di rekening mu! Pergi sana!" Ucap Nadia dengan galak.
"Thanks sayang!" Ucap James berlalu pergi.
🎶
__ADS_1
"Arghh" Erangan kemarahan meluap dalam diri Nadia, bagaimana mungkin James tau semuanya tentang dirinya.
Oke, Nadia tak ingin rencananya gagal lagi untuk menjadi nyonya Roman, ia harus melenyapkan James agar ia tak terus-terusan merasa di hantui.
Di hubungi nya orang kepercayaan miliknya, untuk menangkap dan membunuh James, esok hari ia harus melaporkan nya pada Nadia.
"Esok kau akan mati james!" Gumam Nadia dengan bibir tersenyum.
🎶
Disini lain, bayi laki-laki yang sangat tampan telah lahir dengan proses Normal, Rafa mendampingi Kirana dalam proses melahirkan itu, ia memang berkilah dan membohongi Nadia bahwa ia memiliki pekerjaaan di luar kota nyatanya ia menemani Kirana untuk melahirkan.
"Putra mu sangat tampan lihatlah Kirana!" Pekik Rafa menatap takjub melihat keponakan nya.
Kirana mengangguk lemah membenarkan perkataan dari Rafa yang begitu bahagia.
Andai kau ada disini Rama... Lirih nya sendu.
"Kau akan memberikan dia nama siapa Kirana?" Tanya Rafa lagi.
"Hem, Rayhan?" Celetuk Kirana.
"Rayhan Ashvin Ramaxelio" Tanya Rafa lagi.
"Kau menambah namanya!" Ketua Kirana.
"Hahahaha, itu tandanya aku menyayangi keponakan ku ini, lihatlah wajahnya sangat mirip dengan kakakku! Dia sama sekali tak mewariskan wajahnya padamu!" Goda Rafa menatap bayi merah itu.
"Ya! padahal aku yang mengandungnya!" Ucap Kirana, memang benar apa yang dikatakan oleh Rafa, Baby Rayhan sangat mirip dengan sang Papa.
Kehadiran Rafa sedikit mengobati sakit di hatinya, apalagi saat ia bisa melahirkan baby Rayhan, meski begitu ia tapi sangat merindukan suaminya.
🎶
Happy Reading ❤
__ADS_1