
"Astaga! Kau membuat Mama mu pusing Rama! Pantas saja istri mu kesal padamu!" Ucap Mama Annisa memijat kepalanya, saat Rama telah menceritakan apa yang di lihatnya di rumah sakit, kala menemani sang istri.
"Ma, kenapa kau membelanya! Disini aku putramu!"
"Dasar anak nakal, jangan lagi kau mengikuti istrimu! Apa kau se pengangguran itu sehingga kau menjadi pengganggu istrimu sendiri!"
"Ayolah Mama, aku bukan mengganggunya aku menjaganya Mama!"
"Itu bukan menjaga! Kau jelas menganggu!"
"Ayolah Mama, kau selalu seperti itu padaku! Tak pernah menganggap tindakan ku benar! Selalu saja salah di matamu!"
"Karena memang salah!" Ucap Mama Annisa berlalu pergi.
🎶
"Astaga, Mama menyalahkan ku! Kau mendiami ku seperti ini! Memang apa yang ku lakukan? Kirana harusnya beruntung memiliki suami seperti ku yang selalu menjaganya!" Ucap Rama menatap dirinya dalam cermin.
"Kau sangat tampan bahkan mempesona Rama, harusnya saat pulang Kirana langsung memelukmu dan memberi ciuman." Ucapnya masih bermonolog pada cermin mengagungkan ketampanan yang ia miliki.
"Selain menjengkelkan kau bahkan sangat percaya diri sekali!" Ucap Kirana saat keluar dari kamar mandi, mengenakan pakaian rumahan dengan rambut yang masih basah dan di biarkan tergerai.
Glek!
Ludah kasar di telan oleh Rama kala melihat penampilan sang istri, harum semerbak langsung menguar dari tubuh istrinya! Astaga! Kenapa beraksi cepat seperti ini. Ucapnya merutuki diri sendiri kala sang adik kecil tanpa tau diri memihak hawa nafsunya.
Hap!
Rama langsung mendekap Kirana dalam tubuhnya memeluk dengan mesra, "Rama... " Pekik Kirana kala ia di peluk dengan dadakan oleh sang suami dari belakang.
"Jangan memanggilku seperti itu! Kau sudah berjanji bukan! Terima hukuman mu!" Ucap Rama langsung membalikkan tubuhnya, mencium dengan mesra bibir sang istri, tanpa sadar Kirana membalas ciuman itu dengan kaku, Ya bagaimana ini pertama kalinya bagi Kirana? Rama sangat pandai dan lembut dalam melakukan nya hingga Kirana terbawa arus.
"Mas... Aku.... " Ucap Kirana tergugup kala tangan Rama sudah mulai tak bisa di kondisikan!
Shit!!!
Umpatnya dalam diri, tampak tangan nya mengusap kasar wajah tampan miliknya, kakinya melangkah menjauh masuk kedalam kamar mandi, menghempas pintu dengan kasar.
Baiklah, mari kita mandi dengan air dingin Rama, untung saja ini masih sore kan? Jadi kau tak perlu khawatir akan sakit! Hem, jika kau sakit pun ada dokter Kirana yang merawat mu dengan sepenuh hati dengan sentuhan Ah sial! kenapa pengaruhnya besar sekali!
🎶
__ADS_1
"Kau tak tidur?" Ucap Rama mendudukkan dirinya di kursi balkon kamar disebelah sang istri.
"Kau sendiri?" Tanya Kirana, keheningan cukup menyapa keduanya, bagaimana tidak kegiatan sore tadi cukup membuat keduanya membisu tak tau harus berucap apa, rasanya sangat aneh bukan!
"Apa wanita selalu aneh? Harusnya jika ia di tanya memberikan jawaban bukan pertanyaan!"
"Hah, kenapa sulit memahami mu, aku sudah belajar tapi kenapa terkadang semua sikap dalam diri tak bisa terbaca." Ucap Kirana dengan frontal, lolos tanpa beban.
"Eh aku?"
"Sudah lah lupakan! Apa kau sudah meminta maaf terhadap Mama?" Tanya Kirana pada sang suami.
"Belum!" Lirih Rama,
"Minta maaflah, semarah apapun kamu dengan adikmu. bagaimana pun dia adalah adik kandung yang sedarah dengan mu! Tak ada ibu yang tak sedih jika melihat anaknya saling bertengkar!" Ucap Kirana melangkah masuk dalam kamar untuk beristirahat.
🎶
"Ma," Sapa Rama saat melihat sang ibu tengah menyiram bunga di sore hari.
"Hem... "
"Eh? Kenapa?"
"Rama minta maaf!"
"Apa Kirana salah memilihkan makanan untukmu?"
"Mama! Ayolah aku tidak bercanda! Maaf!"
"Tentang?"
"Ku yakin Mama tau maksudku bukan?"
"Hah, Ya Mama memang sedih melihat mu seperti itu, Mama ingin kedua anak Mama tak saling memukul dan memiliki kebahagiaan nya masing-masing!" Ucap Mama Annisa sedih.
"Ya ma, Rama salah telah merebut Kirana dari Rafa!" Lirih nya!
"Semua sudah terjadi bukan? Perbaiki lah kesalahan mu pada adikmu kedepan nya, jaga lah dia seperti kau menjaga Mama, kalian adalah anak yang Mama sayangi." Ucap Mama Annisa memeluk Rama dengan lembut.
Berapa pun umur putra putri kita, seorang ibu akan tetap menjadikan mereka putra putri kecilnya, yang sangat perlu dukungan dan bantuan bukan? Jika seorang anak saling terbuka dengan orang tua tentang semua masalah nya, rasanya orang tua akan merasa bahagia karena bisa memberikan solusi setiap masalah walau tak semuanya setidaknya ia bisa menjadi tempat untuk kita mencurahkan segalanya.
__ADS_1
"Papa juga ingin di peluk!" Ucap Papa Mark yang tiba-tiba berjalan mendekat.
"Tidak! Rama tak mau berbagi Mama dengan mu Pa!"
"Hey son! Dia istriku! Kau sudah memiliki istri! Jangan merebut milikku!"
"Dia mamaku!"
"Dia istriku!"
🎶
"Apa yang kau mau!" Ucap Rafa sinis, kala kakaknya masuk kedalam kamar.
"Maaf!" Kata itu pada akhirnya lolos juga dari bibir Rama untuk adiknya.
"Setelah semuanya? Kau baru sadar!"
"Maaf!" lagi dan lagi, kata itu yang mampu ia ucapan! Sangat langka jika Rama meminta maaf duluan dan mau mengakui kesalahan nya bukan? Kirana membawa pengaruh yang begitu besar ternyata dalam kehidupan Rama, kata maaf saat ini sudah cukup biasa untuk Rama ucapkan, hanya untuk keluarga yang di sayangi nya.
"Menghajar mu sampai mati pun, Kirana tak mungkin kembali padaku kan? Dia pasti malah membenciku!" Ucap Rafa pada akhirnya harus ada yang mengalah bukan?
"Esok aku akan pergi ke Amerika melanjutkan studi ku bang! Jangan kecewakan Kirana, dia wanita yang baik dan sangat baik kau beruntung memilikinya! Jaga Mama juga untukku!"
"Sebegitu benci kah dirimu dengan ku Rafa? Sehingga kau memilih pergi!"
"Hahaha, bukan seperti itu. Aku hanya ingin melanjutkan studi ku, agar aku juga cukup pintar dan setara dengan mu!" Goda Rafa pada sang kakak.
"Hah, menyebalkan!"
"Apa sebegitu sayang nya kah kau kepadaku bang? Sehingga kau tak rela melepas ku pergi?" Sindirnya dengan mengedipkan sebelah mata.
"Rafa! Apa matamu ingin di colok?" Ucap Rama bergidik ngeri.
"Hahahaha, berbahagialah kak. Aku merestui mu dengan Kirana. Semoga kau segera memberikan ku keponakan!" Ucap Rafa merangkul kakaknya dengan berbisik.
🎶
Happy Reading
Maaf kalau ada yang typo🤗🤪❤❤❤❤
__ADS_1