
Sesampainya di rumah, kini Annisa dan Mark tengah berada di kamar pribadi miliknya.
"Apa! Apa yang kau mau jelaskan!!!" Ucap Mark berteriak pada istrinya.
"Dengarkan! kendalikan emosi mu bee." Ucap Annisa pada Mark dengan lembut menenangkan.
Annisa menghela nafasnya dan kemudian mulai bercerita.
"Kau yang menyuruhku untuk datang ke hotel itu di kamar 124." Ucap Annisa menjelaskan.
"Dan kau menyuruh ku untuk mengantarkan bekal makan siang, karena kau ingin makan siang bersamaku dan memberikan ku kejutan." Ucap Annisa lagi.
"Aku tidak menyuruhmu datang ke hotel itu, kau pasti berbohong. mana buktinya." Ucap Mark dengan nada masih galak.
"Aku punya buktinya, aku akan ambil Handphone milikku." Ucap Annisa mencari ponsel miliknya.
Lama Annisa mencari pesan itu,
Kok ga ada ya pesan nya? Gumam Annisa.
"Apa? tak menemukan buktinya?" Ucap Mark sinis.
"Pergilah jika kau ingin, kau wanita murahan yang pernah aku kenal! Tak bisa menjaga harga diri, cih! Kau bahkan tergoda oleh nya! dan dengan murahannya kau mau menginap di hotel bersamanya." Ucap Mark tegas penuh amarah meremehkan.
Deg
Plak!!!
__ADS_1
Sebuah tamparan mendapat dengan keras di pipi mulus Mark hingga menimbulkan berkas merah di pipi putihnya.
"Suatu saat kau akan menyesali perkataan mu dan aku tak serendah itu." Ucap Annisa tegas.
"Bohong!!! Kau memang murahan seperti itu!" Ucap Mark berteriak keras.
Plak!
"Puas kau menamparku?" Ucap Mark.
Mark semakin mendekat ke arah Annisa dan Pyar.
Ia meninju Kaca yang ada di belakang Annisa, darah segar mengucur dari tangan nya dan kaca itu hancur berserakan di lantai.
Mark membalikan badan nya perlahan melangkah pergi ke luar dari kamar itu, menghempaskan pintu dengan kencang nya.
Melajukan mobilnya di Markas Mafia miliknya.
Mark membanting semua barang yang ada di dalam markas itu, dan beberapa bodyguard harus menjadi bahan pelampiasan oleh nya,
Aura kejam menggila dalam diri Mark seketika malam itu kembali muncul.
🍃
Disi lain Annisa tengah menunduk menangis, merenungi semua perkataan yang Mark lontarkan pada dirinya.
Kau sungguh jahat kepadaku, kau melukai perasaan ku, sungguh aku tak seburuk yang kau kira. kau salah faham dengan ku. Gumam Annisa dalam hatinya.
__ADS_1
🍃
Pukul 2 dunia hari pagi mark kembali ke rumah dengan keadaan mabuk, ia berjalan sempoyongan masuk kedalam rumahnya, Baju yang ia pakai pun sudah kusut tak berbentuk.
Ia melangkah kan kaki nya masuk kedalam kamar miliknya, Annisa yang tengah selesai sholat pun melihat ke arah pintu dimana sang suami tengah berdiri dengan badan yang sempoyongan.
Ia segera menghampiri Mark dan ingin membantunya berjalan.
"Lepaskan aku!" Ucap Mark menghempaskan tubuh Annisa menyuruhnya untuk menjauh.
Namun Lagi, Annisa tetap membantumu suaminya hingga Mark tidur terlentang di atas kasur King Size miliknya, dan seketika Mark tertidur dengan pulas
Kenapa kau sepertu ini.? Gumam Annisa.
Sungguh, Annisa tak sanggup melihat Mark seperti ini, Ini pertama kalinya Annisa melihat Mark pulang dengan keadaan kacau.
Annisa dengan telaten membersihkan tubuh Mark dengan air hangat dan mengganti pakaian yang Mark kenakan.
Tak lupa ia juga mengobati luka yang ada di tangan Mark dan beberapa bekas memar yang menghiasi wajah tampan suaminya.
🌈🌈
Ah Annisa kok baik banget sih ah...
lembut banget, padahal udah di tuduh kayak gitu sama Mark? kenapa masih berbuat baik. ☹️☹️☹️
Happy Reading ya guys❤🤗
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan Vote ya
cup cup muah