
Annisa pun menoleh ke arah pintu, untuk melihat siapa yang datang.
Mark tampak berdiri, di dekat pintu kamar yang sudah tertutup dengan senyum mesumnya mengarah ke Annisa.
Mark terkekeh geli dengan penampilan Annisa saat ini, Bukan baju tapi dari handuk yang ada di kepalanya.
"Hahaha... " Tawa Mark menggelegar.
"Apa!" Ucap Annisa kesal dan memajukan bibirnya.
"Sayang... apa kau ingin menggodaku." Ucap Mark serius menatap tajam pada Annisa.
"Siapa yang menggoda mu?" Ucap Annisa bertanya pada Mark.
"Itu." Tunjuk Mark pada bagian bibir Annisa.
Dan Mark. melangkahkan dirinya hingga berdiri di depan Annisa.
"Mark,... Ucap Annisa.
" No! Kau adalah istriku, aku tak ingin kau memanggil ku seperti itu." Ucap Mark dengan menaruh kedua tangan nya di bagian dada.
"Lalu." Ucap Annisa bertanya.
"Sayang." Ucap Mark tersenyum menggoda.
"No." Ucap Annisa menggeleng kan kepalanya.
"Aku akan memanggilmu dengan sebutan Mas." Ucap Annisa.
__ADS_1
"Sayang......," Rengek Mark bak seorang anak kecil.
"Jika berdua aku akan memanggil mu "Bee". Ucap Annisa berbisik pada telinga Mark sambil mengedipkan sebelah matanya.
Sepersekian menit Mark masih melamun kan kata yang di ucapkan oleh istri cantik ya itu,
" Bee, kenapa wajah mu memerah seperti ini." Ucap Annisa pada suaminya.
Mark pun tersadar dari lamunan nya, ia berucap,
"Sayang... siapa yang mengajari mu seperti itu hem..." Ucap Mark memeluk posesif pinggang istrinya itu.
"Kau." Tunjuk Annisa dengan jarinya yang memainkan disekitar dada bidang milik Mark.
Dan
Cup
Setelah cukup puas ia melepaskan bibir merah strawberry milik istrinya itu!
(Bukan! Bukan puas author! Mark gak pernah puas! Karena Annisa udah kehabisan nafas, Jadi Mark melepas ciuman itu thor!.)
"Aku ingin mandi, kau istirahat saja." Ucap Mark pada Annisa.
"Aku akan siapkan air hangat untuk mu." Ucap Annisa dan segera melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar mandi.
Namun langkahnya terhenti saat ada tangan yang menyentuh pergelangan tangan nya. dan si empunya berkata. "Tidak usah, kau istirahat saja." Ucap Mark lembut penuh cinta.
Annisa hanya menganggukan kepalanya, ia menuruti keinginan suaminya.
__ADS_1
Setelah Mark masuk kedalam kamar mandi Annisa menyiapkan pakaian di pinggir tempat tidur untuk Mark.
Annisa juga sudah selesai dengan rambut nya dan ia beranjak untuk istirahat merebahkan dirinya ke kasur empuk miliknya.
Tak selang berapa menit, Annisa sudah terlelap dalam mimpinya karena ia merasa sangat lelah hari ini.
🐾
Cleekkkk
Pintu kamar mandi terbuka, Mark keluar dengan handuk di pinggangnya.
Mark mendekati Annisa yang tengah tertidur dikecupnya kening Annisa dengan penuh cinta.
"Baiklah, nampak nya kau cukup lelah hari ini, aku akan membiarkan mu istirahat terlebih dahulu. Namun nanti malam proyek besar kita harus segera dimulai." Gumam Mark menatap wajah cantik natural Annisa yang tengah tertidur Damai.
Mark melirik pakaian yang telah di siapkan Annisa di atas tempat tidur itu, Mark tersenyum sesekali mengelus puncak kepala Annisa.
"Tak salah aku memilihmu menjadi istriku, Aku akan berusaha membahagiakan mu, Terimakasih telah menjadi sosok penerang dalam dunia yang ku anggap hanya ada gelap dan darah." Monolog Mark dalam hatinya.
Ia pun segera memakai pakaian yang telah di siapkan Annisa. Ia hanya memakai celana pendek dan membiarkan dada bidang nya terbuka.
Sejenak Mark mengeringkan rambutnya yang masih terlihat sedikit basah dengan handuk yang ada ditangan nya.
Mark pun merebahkan dirinya di samping Annisa.
Ia menarik Annisa dalam pelukan nya. Membawa kepala Annisa di dalam dada bidangnya, memeluk posesif wanita yang sudah menjadi istrinya tersebut. Dan kemudian mereka pun terlelap di alam mimpi.
🌈🌈🌈
__ADS_1
Happy Reading ya guys.
Jangan lupa Like, Komen dan Vote 💙🤗