
"Ku siap nyonya Rama!" Ucap Rama menggandeng mesra tangan sang istri.
"Tentu." Senyum secercah mentari kini menghiasi bibir keduanya, Ah Kirana masih tampak malu-malu sangat malu.
Entah ini merupakan suatu anugrah atau bagaimana? Kehilangan pasti! Sakit pasti! Tapi perlahan rasa itu kian memudar dalam hatinya, ternyata ia baru merasakan rencana Allah lebih indah dari apa yang telah kita rencana kan ya?
Semenjak kepergian Rafa menuntut Ilmu, hubungan keduanya menjadi sangat baik bahkan menjadi hangat.
Langkah keduanya begitu anggun, untuk memasuki restoran mewah dimana Rama telah menyiapkan semuanya.
Makanan di sajikan dengan cita rasa tinggi, di tata sedemikian rupa cantiknya, sangat indah dan elegan. Alunan musik melodi mengalun untuk mendukung suasana.
"Sayang!" Ah manisnya! Ya, Rama sudah secara gamblang menunjukkan bahwa ia amat sangat mencintai istrinya itu. dan Kirana? dia hanya melakukan yang terbaik yang bisa di lakukan sebagai seorang istri.
2 bulan, entah waktu yang cepat atau tidak? rasa sakit itu perlahan hilang, benci menjadi cinta suci yang murni dan tubuh kembali untuk suaminya, imam yang seharusnya mendapatkan cinta penuh dari diri Kirana.
"Ya? Ada apa?" Jawabnya dengan lembut.
"Ingin berdansa dengan ku?"
"Sebuah tawaran yang cukup menyenangkan? Tentu!"
"Mari tuan putri," Ucap Rama memberikan sebelah tangan nya.
"Ah tentu, Terimakasih tuan tampan!" Ucap Kirana ragu dan setengah berbisik.
"Kau ingin menggodaku sayang?" Tanya Rama dengan alis tajam? Ah kenapa Rama menjadi sangat sensitif hanya sebuah bisikan itu sangat terdengar menggoda jika Kirana yang mengucapkan nya.
"Aku tak menggoda mu!" Dalih Kirana mengelak, Ah baiklah biarkan seperti ini sejenak dimana kedua tangan Kirana mengalun indah di belakang leher Rama dan dua tangan Rama yang bertengger posesif menarik kedua pinggang sang istri.
Romantis, dan sangat intim.
"Kirana,"
"Ya!"
"Hah, Terimakasih sudah mau bertahan selama ini dengan ku, meski aku masih meragu takut apa yang telah ku dapatkan hanya kebahagiaan semu."
"Semua kebahagiaan ini nyata untukmu!"
"Maaf belum bisa menjadi imam yang terbaik untukmu!"
"Bagiku kau sudah menjadi yang terbaik."
"Kau terlalu memujiku, aku tak sehebat itu!"
"Hah, bagiku kau sangat hebat!" Ucapnya tersenyum.
"Aku mencintaimu! Sangat mencintaimu!"
"Aku tau, dan aku mengakui aku juga mulai mencintai mu, menerima mu se utuhnya menjadi suami ku."
__ADS_1
🎶
"Kenapa kita kesini sayang?" Tanya Kirana tak mengerti kala ia sudah berhenti di rumah sederhana namun sangat asri dan nyaman. Ah? Walau ini sudah malam hari, tapi suasananya begitu menyejukkan.
Tak besar seperti rumah keluarga Roman, tapi sangat nyaman, bagi Kirana ini cukup luas dan sangat luas.
"Keluarlah!" Ucap Rama tersenyum.
"Selamat datang!" Ucap Rama dengan senyum ceria kala keduanya sudah berada di ambang pintu rumah itu.
"Rumah siapa?"
"Milikmu!"
"Ha?"
"Sudah ayo masuk!"
Nampak ragu, namun Kirana tetap melangkah kan kakinya masuk kedalam rumah, "Foto kita?" Tanyanya.
"Ya, karena ini rumah mu, rumah yang aku belikan khusus untuk istri yang telah berjasa menerima ku, maaf jika tak sebesar rumah Papa, Apa kau kecewa?"
"Tidak, rumah ini sangat indah, persis yang aku inginkan, dan bagiku ini terlalu besar."
"Dan aku akan selalu berusaha mewujudkan keinginan istriku!"
"Tapi...
"Kurasa ini terlalu berlebihan? Ah maksudnya aku tak pantas menerima hadiah sebesar ini dari mu!"
"Kau pantas, Sangat pantas menerimanya,"
"Sayang!" Pekik Kirana kalau tubuhnya di angkat oleh sang suami dan di duduk kan di meja yang terdapat foto mereka berdua.
"Rumah ini, nantinya akan menjadi tempat tinggal kita berdua dengan anak-anak kita nanti!" Ucap Rama dengan nada lembut sambil salah satu tangan nya mengusap perut sang istri.
"Anak?"
"Ya! Kau mau bukan menjadi ibu dari anak-anak ku? mengandung nya di sini?" Ucap Rama dengan melembut.
"Kau yakin dengan pilihan mu?"
"Apa kau tak mau mengandung anak-anak ku sayang?" Ucap Rama dengan ekspresi sedih nya.
"Ah bukan begitu maksudku! Aku mau tapi... "
"Ku anggap itu sebagai jawaban, dan mari kita mulai... " Ucap Rama langsung menggendong sang istri ala bridal style untuk masuk kedalam kamar mereka.
Malam ini dan seterusnya, kau akan menjadi milikku sayang! Milik Rama menjadi wanita nya Rama! Aku mencintaimu.
🎶
__ADS_1
Bugh.
"Astaghfirullah! Sorry sir!" Ucap seorang gadis berkerudung yang tak sengaja menabrak Rafa, tangan nya dengan gerakan cepat memungut buku nya yang terjatuh sebelum melangkah pergi, masih bisa Rafa dengar bahwa ia berucap sorry hingga beberapa kali.
"Hah, ternyata di Amerika masih ada ya? Cewek yang memakai hijab seperti nya." Gumam Rafa,
Terlalu banyak masyarakat mayoritas sana yang ah, kalian tau sendiri bagaimana bukan? pergaulan dan gaya pakaian yang mereka kenakan! Agaknya jika ada muslim yang ada disini, ah itu sangat langka dan hanya bisa di hitungan dengan jari.
Tak ingin ambil pusing kakinya melangkah masuk kedalam kelas, duduk seperti biasa di tempat yang ia sukai, pojok dan belakang, meski begitu Rafa sudah bisa mempelajari bahkan menguasai materi yang di ajarkan oleh dosen nya di depan, Rafa sudah bertekad ia akan menyelesaikan studinya dengan cepat dan membuat Mama dan Papa nya bangga.
(nb: Anggep aja ini bahasa di sana, wkwkwk)
"Selamat sore semuanya," Ucapnya kala sudah memasuki kelas,
Sebentar? bukan kah ini mata kuliah dari tuan Alexander? lalu kenapa suaranya wanita? Gumam Rafa dalam hatinya, kepala yang semula acuh tertunduk membaca buku perlahan mulai mendongakkan ke atas.
"Perkenalkan nama saya Citra, hari ini saya yang akan menggantikan bapak Alexander mengisi karena beliau berhalangan hadir!" Hanya itu kalimat singkat yang ia berikan sebagai ucapan perkenalan, sebelum dirinya memulai memberikan materi kepada para mahasiswa.
Sebagian mahasiswa lain, menatap kagum kala ibu citra menerangkan di depan! Ah ku rasa ia masih seumuran dengan ku. Bagaimana memanggilnya. Tapi tatapan mahasiswa yang tertuju untuk dirinya kala menerangkan di depan cukup menarik dan membuat mata para pria tak hentinya menatap, meskipun pakaian yang ia kenakan cukup tertutup! bukan tertutup lagi! Bahkan sangat tertutup.
1 jam yang di jadwalkan, selesai tanpa terasa sudah berakhir. Hah dia mampu membawakan nya dengan cukup baik rupanya! Eits! Apa yang baru saja di katakan Rafa? Cukup baik! Jadi tadi? Rafa masuk kedalam jajaran para mahasiswa yang memperhatikan nya bukan?
Di akhir kata, ia mengucapkan terimakasih, maaf jika dia masih memiliki kekurangan dalam menyampaikan, tak lupa ia juga memberikan beberapa tugas yang harus di kerjakan oleh mahasiswa.
🎶
"Kirana... aku menginginkan mu!" Ucap Rama kala keduanya sudah berada didalam kamar.
Hah, sudah lama aku menunda ini, setelah dia menyatakan cinta padaku dan berjanji menjaga ku! Agaknya aku akan menjadi istri yang jahat dan tak pengertian jika terus menghindar darinya, bukan kah ini juga hak yang harusnya aku berikan padanya sebagai seorang istri! Baiklah! Aku percaya padamu! aku menyerahkan nya untukmu!
"Lakukan sayang! Ini memang menjadi hak mu bukan?"
"Kau yakin?" Tanya Rama masih nampak meragu, jujur ia tak ingin menyakiti wanita yang sekarang ada di bawah kungkungan nya meski wanita itu akan berucap belum siap, Rama akan tetap menghargai keputusan nya.
"Ya, karena ini memang hak mu dan sebagai seorang istri mu yang sah aku memberikan apa yang selama ini aku jaga suami kelak." Ucapnya tersenyum hingga di akhir kata, Kirana mencium bibir sang suami, namun dengan gerakan cepat Rama menahan tengguk sang istri untuk lebih lama hingga dengan mudah keduanya menyatukan bibir mereka.
Dan ah terjadilah.
"Terimakasih, kau telah memberikan nya untuk ku, menjaganya untukku! Apapun yang terjadi aku akan selalu menjaga mu dan mempertahankan mu!" Ucap Rama mencium kening sang istri dengan mesra setelah 3 jam tanpa lelah mengajaknya berolahraga.
Dan kini, Kirana telah utuh menjadi milik Rama baik lahir maupun batin dan keduanya pun terlelap dalam balutan selimut hangat tanpa ada satu kain yang melilit tubuh keduanya, sangat nyaman.
(otw bikin Rama kecil ya bund! 😂😂😂)
🎶
Happy Reading guys.
Oke, aku akan UP jam 6 pagi dan perUP itu langsung 2 bab,
So minta maaf karena kemarin ga UP ya☹️
__ADS_1
Dan ga janji UP tiap hari, tapi di usahakan tiap hari, do'ain badan bisa di ajak bekerjasama, hehehe... Terimakasih ya! untuk yang selama ini sudah nungguin❤❤❤