
Perlahan pelan namun pasti, Rama membangkitkan lagi anggota Mafia milik sang Papa, pertarungan, darah, senjata itu terlalu mengasyikan baginya, ia senang bahkan sangat senang saat adrenalin nya di uji dengan semua itu.
Tentu semua itu tanpa sepengetahuan sang Papa, bisa jadi apa Rama jika Papa Mark mengetahui semua hal itu.
"Ini gila!" Ucap Chris menatap Rama dengan menggelengkan kepala.
"Diam! Atau ku ledakkan kepalamu!" Ucap Rama dengan menatap galak sahabat nya.
"Kau sakit Rama!" Ucap Chris memijat pelipisnya.
Sungguh, Saat ini Rama tengah merakit sebuah bom dengan beberapa bahan yang baru saja ia beli semalam saat melakukan transaksi bisnis nya di club malam,
Merakit beberapa pistol yang ia ciptakan! Ah semuanya hasil karya Rama laku keras di pasar gelap, pistol dan beberapa bahan peledak itu di beri logo RR oleh nya.
Setelah cukup lama bergulat dengan berbagai bahan berbahaya tersebut, Rama menyimpan beberapa pistol dan bom miliknya dengan Rapi di sebuah almari tersembunyi dalam apartemen miliknya.
"Aku tak habis fikir olehmu! Kau bahkan tak akan mengalami masa kekurangan uang bukan? Kenapa kau seperti ini?" Ucap Chris dengan penuh selidik.
"Chris! kau cerewet sekali astaga." Ucap Rama memijat pelipisnya.
"Jika Papa mu tau, kau akan habis di buatnya Rama." Ucap Chris bergidik ngeri membayangkan ekspresi yang akan Mark tampilkan.
"Dan kau adalah orang yang akan ku bunuh pertama kali karena mulut ember mu!" Ucap Rama santai.
🎶
Indonesia
"Halo kak, maaf sebelumnya boleh minta tanda tangan?" Ucap Kirana dan beberapa mahasiswa baru yang saat ini tengah menjalani masa ospek atau perkenalan kampus.
Rafa menoleh ke arah sumber suara, hanya tatapan iya kenapa? begitulah sorot matanya.
"Hey kak! Ayo lah segera tanda tangani! kau pelit sekali dengan ku." Ucap Tasya yang tak lain adalah kakak sepupunya."
__ADS_1
"Astaga Tasya! kau cerewet sekali." Ucap Rafa memijat pelipisnya.
"Adikku sayang! Segera tanda tangan ya! jika tidak ku adukan pada Mama Annisa," Ancam Tasya.
"Kau bawel sekali! Kemari kan." Ucap Rafa mendengus kesal.
Kirana hanya terkekeh pelan menyaksikan perdebatan keduanya, ia baru tau bahwa Tasya adalah kakak sepupu dari Rafa.
"Nah begitu! Kau bilang pada teman mu kak, jangan memberi tugas banyak seperti ini." Celoteh Tasya pada Rama.
"Sudah jangan banyak mengeluh! Mari kita selesaikan." Ucap Kirana melerai perdebatan keduanya.
"Nah kau harus bersikap seperti teman mu! jangan banyak mengeluh." Ucap Rafa membenarkan ucapan Kirana.
"Terimakasih kak, kami permisi dulu." Ucap Kirana tersenyum, dan berlalu pergi.
Kirana dan Tasya adalah teman seangkatan, mereka berdua sama-sama mengambil jurusan Kedokteran, Tasya ingin seperti Bunda Ira yang berprofesi menjadi dokter dan menolong banyak orang.
🎶
"Bagaimana tuan anda puas?" Ucap Rama tersenyum simpul menyerahkan beberapa bom dan pistol rakitan nya.
"Kau memang bisa di andalkan, aku puas bekerja sama dengan mu." Ucap klien itu tersenyum.
Ting
"Uang sudah masuk dalam rekening anda tuan, beserta bonus yang saya berikan. Anda bisa mengeceknya."
"Baik tuan! Terimakasih senang bekerja sama dengan anda." Ucap Rama mengulurkan tangan nya tersenyum.
Rama dan Chris masuk kedalam mobil mereka, namun sial belum sempat mereka melajukan mobilnya terdengar suara sirine polisi dari kejauhan.
"Shit!!!" Umpat Rama dalam hatinya.
__ADS_1
"Chris masuk! dan bersiap." Ucap Rama cepat.
Tanpa pikir panjang Rama melajukan mobilnya membelah jalanan malam itu, yang terpenting ia harus lolos dari kejaran polisi.
"Pegang! Dan tembak!" Ucap Rama pada Chris menyerahkan pistol.
"Apa?" Ucap Chris kaget.
"Kau ingin kita di penjara! Cepat lakukan bodoh." Ucap Rama menatap tajam.
"Ikuti aba-abaku." Ucap Rama melihat kondisi di sekitar.
1
2
3
"Tembak!!!" Ucap Rama cepat.
"Kanan! Kiri! Kiri! Kanan!" Ucap Rama cepat mengintruksi arah tembakan yang harus di lakukan Chris.
"Kau gila! Aku tidak akan mau melakukan nya lagi." Ucap Chris mendengus kesal.
"Hahaa, bukan kah ini sangat menyenangkan." Ucap Rama tersenyum senang.
"Rama, malam ini kita bisa lepas dari polisi! tapi tidak untuk lain waktu! kenapa kau harus mengeluti bisnis seperti ini." Ucap Chris.
"Chris! Aku jenggah mendengar kau terus mendengus kesal." Ucap Rama memijat pelipisnya.
"Terserah kau!"
"Hahahaha... ini menyenangkan bukan! Ayolah hanya dengan aku kau bisa memacu adreanalin nya." Ucap Rama tersenyum.
__ADS_1
🎶
Happy Reading!