
Tubuhnya menggeliat, terasa sangat nyaman kala melihat perempuan cantik itu tengah terlelap damai dalam dekapan nya.
Cup
Satu kecupan lembut di layangkan oleh Rafa pada Citra istri kesayangan nya, "Kau sudah bangun?" Jawab Citra yang masih terbawa arus mimpi,
"Hem, selamat sore istri!" Ah manisnya, kata istri membuat wajah Citra yang perlahan sudah tersadar dengan raut wajah bersemu merah, "Ah aku ingin mengurung mu disini, kita batalkan saja resepsinya!" Celetuk Rafa menatap gemas wajah sangat istri yang bersemi merah.
"Kau ini!" Pukul Citra dengan lembut pada dada sang suami,
"Kau terlalu menggemaskan sayang!"
"Sudah! jangan mengecewakan orang tua kita Rafa!"
"Rafa lagi! Sayang!!! Sayang.... " Ujarnya dengan protes.
"Hehehe, aku hanay belum terbiasa, baiklah sayang!" Ucap Citra nampak malu.
"Ah rasanya aku.... " Kata itu tertahan dari bibirnya kala pintu kamar mereka di ketuk oleh seseorang.
Tok
Tok
Tok
Ketukan pintu membuyarkan keduanya yang sedang menatap dan hendak berciuman, langkah kaki lebar mendekat ke arah kursi,
"Maaf nyonya jika menganggu, ini sudah waktunya anda di rias!"Ucap petugas WO pada Citra yang tengah ada di hadapan nya,
"Baiklah, tunggu sebentar aku kan bersiap!"
...****...
__ADS_1
Balutan kain putih menjuntai, hijab yang di tata rapi sangat sopan dan tak menunjukkan lekuk tubuhnya, sangat anggun di tambah mahkota kecil yang bertahta di kepalanya.
Untuk Rafa, ia tampak gagah dengan texsudo hitam yang melekat di tubuhnya, meski tak gagah seperti kakak kembarnya, namun kesan ah Rafa tetaplah tampan.
Karena cantik dan tampan hanya relatif bukan? Tak ada rumus atau patokan resminya.
Biarlah Citra dan Rafa menikmati malam ini sebagai Raja dan Ratu, disudut lain pria paruh baya itu tampak tersenyum sesekali menyeka air matanya.
"Putri mu tampak cantik bukan? Dia bahkan sangat bahagia!" Celetuk Bunda Ika, yang tak lain adalah istri Uncle Hito.
"Ya, dia bahkan sampai melupakan abinya!"
"Hahahaha, Dia tak akan pernah melupakan mu, kau tetap pria yang pertama yang membuatnya jatuh cinta!"
"Kau pandai menggodaku!" Ucapnya meraih pinggang sang istri untuk didekap.
Resepsi itu berjalan dengan sangat lancar dan semestinya, banyak para pengusaha , kolega bisnis dan beberapa jajaran dokter yang mengucapkan selamat pada kedua mempelai itu, maklum saja Bunda Ika adalah seorang dokter yang sangat berprestasi dan terbaik.
...****...
Kelopak bunga tersusun dengan cantik di atas ranjang berbentuk hati, beberapa buket bunga sejenis juga tergletak di ranjang untuk menambah kesan cantik itu.
Lilin aroma terapi tampak berjejer indah , ah sangat romantis.
"Aku... "
"Aku... "
Luar biasa, keduanya tercekat dengan kalimat masing-masing dan bibir keduanya kelu penuh kegugupan.
"Kau dulu... "
"Kau dulu... "
__ADS_1
Sial, kedua terus melempar kata yang sama di waktu yang bersamaan.
"Aku menginginkan mu!" Lirihnya dengan nafas memburu, tanpa kata Rafa mencium sang istri dengan lembut, tangan nya tak tinggal diam kala mulutnya bermain.
"Sayang bernafas lah!" Ujar Rafa melepas terlebih dulu tahutan nya.
"Aku malu, aku belum pernah!" Jujurnya menunduk.
"Tak apa, mulai sekarang kau harus belajar!" Jahilnya Raffa memulai lagi cumbuan bibir pada milik sang istri, tangan nya beralih pada baju Kimono yang di kenakan sang istri, tarikan itu membuat tubuh Citra benar-benar polos dan kain langsung teronggok di lantai.
"Aku malu!" Ujarnya semakin menunduk, Dengan lembut Rafa mengangkat sang istri dan di baringkan di atas ranjang meletakkan dengan penuh kehati-hatian.
Rasa geli seperti ada aliran listrik dalam tubuhnya menjalar begitu hebat kalau Rafa mengukung nya dan sesekali memainkan ujung dada miliknya.
"Ini menggelikan!" Celetuk Citra dengan jujur.
Kala kedua ujung benda tak lagi di permainkan dengan tangan, namun lidah sang suami sudah tampak liar mempermainkan nya.
"Emh.... " Citra tampak mengigit kuat bibir bawahnya kala erangan itu di tahan semaksimal mungkin! Ini sungguh menggelikan, sangat menggelikan.
"Jangan di tahan Baby! Keluarkan!" Ujarnya lagi
Suasana malam kian indah untuk keduanya, dua manusia yang melakukan penyatuan cintanya, hingga tubuh Rafa ambruk di samping sang istri dengan nafas terengah-engah.
Aku mencintaimu, terimakasih telah menerima ku menjadi suami mu Citra, segera ada di perut Mommy mu sayang! Biar kau bisa menemani Baby Reyhan! Papa yakin kau akan jauh tampan darinya. Kekehnya membayangkan bayi imut dari bibir unggul miliknya.
Kata gila mungkin harus di cap oleh Rafa, bagaimana mungkin? ia dan Citra baru saja menikah beberapa jam yang lalu, melakukan pergumulan panas baru saja selesai namun angan-angan memiliki bayi yang tampan dan harus mengalahkan ketampanan milik keponakan nya itu membuatnya tersenyum senang.
Berbeda dengan sang kakak yang harus menunggu beberapa bulan untuk melakukan olahraga panas di atas ranjang bersama istrinya, Rafa lebih unggul dan langsung mencetaknya.
Jika pernikahan di dasarkan oleh Cinta memang sangat membahagiakan.
Semoga Rafa junior segera ada dan bisa mengalahkan Rama junior ya😂
__ADS_1
🎶
Happy Reading❤