
Lalu, Mark pun mendekati Annisa yang tengah sibuk dengan dunianya. Ia pun mengambil buku yang ada di gengangam Annisa.
Sontak saja Annisa bereaksi langsung menoleh ke arah orang yang telah mengganggu dunianya.
Annisa berucap “Mark kembalikan, Kau begitu menyebalkan.” Dengan nada kesal dan tanpa sadar Annisa memajukan sedikit bibirnya.
Reaksi yang ditunjukkan oleh Annisa justru membuat Mark Terkekeh geli dan sangat menggemaskan bagi Mark.
“Apa buku ini lebih menarik dariku?” Goda Mark menaik turunkan alisnya.
Annisa langsung memalingkan wajahnya kearah lain menghindari tatapan Mark yang terus aja menggodanya.
“Apa pekerjaan mu sudah selesai?” Ucap Annisa bertanya dan sengaja mengalihkan pembicaraan.
“Sudah dari 5 menit yang lalu, dan kau terlalu fokus dengan buku ini sehingga tak menyadari itu.” Ucap Mark dengan nada kesalnya karena Annisa tidak memperhatikan nya.
“hem.... Maaf, aku hanya tidak ingin mengganggumu.” Ucap Annisa lagi dengan nada lemah lembutnya.
“Hem… Baiklah ayo ku antar pulang. Sekalian Ada hal yang ingin aku bicaran pada orang tua mu.” Ucap Mark mengajak Annisa untuk bergegas pulang kerumahnya.
“Ada apa?” Tanya Annisa , dan Mark hanya menjawab “rahasia.” Ucapnya lagi.
Mark dan Annisa pun turun kelantai bawah, didepan gedung sudah ada mobil yang menunggu mereka, dan di samping mobil sudah ada Hito yang berdiri menyambut majikannya.
Mark dan Annisa pun masuk kedalam mobil menuju ke rumah Annisa, Namun sebelum itu Mark menyuruh hito untuk membeli beberapa kue dan buah-buahan yang akan dibawanya berkunjung ke rumah Annisa.
__ADS_1
Mark melirik kearah Annisa yang tertidur dengan nyaman di samping nya, mungkin Annisa merasa lelah pada hari ini.
Sesampainya di depan rumah Annisa, sepasang bola mata dan tubuh yang tengah tertidur itu menggeliat pelan dengan mata yang perlahan mulai terbuka.
“Apa kita sudah sampai?” Ucap Annisa pada Mark yang dibalas dengan anggukan kepala.
“Maaf jika aku tertidur disepanjang jalan.” Ucap Annisa lirih.
Lalu tangan Mark bergerak mengusap puncak kepala Annisa dan berkata “Tidak apa-apa, aku tau hari ini cukup melelahkan bagimu.”
Apa benar ini King? Kenapa dia berbicara begitu lembut. Sungguh keberadaan nona Annisa membuat nya tenang dan bersikap lebih manusiawi. Gumam Hito dalam hatinya.
Mark dan Annisa pun melangkah masuk kedalam rumah Annisa, sedangkan Hito? Ia bertugas membawa sebuah kue ataupun buah yang sudah mereka beli.
Meskipun tidak menggunakan Make up dengan tampilan yang begitu Natural.
“Maaf semuanya telah bertamu malam –malam seperti ini, Perkenalkan saya Mark teman Annisa.” Ucap Mark membuka suara dan mengenalkan dirinya kepada semua anggota keluarga Annisa.
“Dan ini orang kepercayaan saya yang sudah saya anggap sebagai keluarga, Namanya Hito.” Ucap Mark lagi memperkenalkan Hito pada keluarga Annisa dan Hito pun tersenyum pada mereka semua.
“maksud kedatangan saya kemari , saya ingin meminta izin restu dari Ibu dan Ayah Annisa serta kakak Annisa……” Ucap Mark menghela nafas panjangnya dan
“Saya ingin melamar Annisa menjadikan dia istri saya.” Ucap Mark lagi.
Ayah dan Ibu Annisa saling pandang dan kemudian mengalihkan pandangannya kearah Annisa dan itu dibalas senyuman oleh putri bungsunya.
__ADS_1
“Ayah dan ibu menyerahkan keputusan itu sepenuhnya pada Annisa. Kami selaku orang tua hanya bisa mendoakan dan merestui kalian.” Ucap Pak Arifin ayah Annisa tersenyum pada Mark.
“Annisa sayang bagaimana? Apa kamu menerima lamaran dari Nak Mark?” Ucap Ibu Annisa pada putri bungsunya itu.
Annisa pun mengangguk dan berucap “Annisa menerima lamaran Mark bu.” Ucap Annisa malu-malu.
Dan mereka pun serentak berucap “Alhamdulilah.”
“Acara resminya, akan saya adakan di gedung dan waktunya mulai seminggu dari sekarang. Karena niat baik harus disegerakan. Bukan begitu Ayah.” Ucap Mark pada Ayah Annisa dan dibalas anggukan.
“Tapi Annisa tidak ingin acara yang mewah, Annisa ingin yang sederhana saja dan diadakan di rumah Annisa.” Ucap Annisa melirik kearah Mark seolah memohon.
Mark pun menghela nafasnya dan menganggukan kepalanya.
Banyak wanita yang tergila-gila dengan kemewahan. Mereka ingin mengadakan momen bahagia dengan pesta mewah meriah. Namun kau berbeda. Kau wanita pertama yang mengajariku penuh kesederhanaan. Bahwa Bahagia bisa dilakukan dengan cara sederhana. Annisa Hilya Nafisah aku mencintaimu hingga nafas terakhirku.
- Markxelio Roman -
🌈🌈🌈
Happy Reading guys💙💙💙
Jangan lupa Like, Komen dan Vote
Author sayang kalian❤❤❤
__ADS_1