Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Menyelamatkan


__ADS_3

Flashback On


Setelah hari Tisa di pecat oleh Mark malam harinya ia pergi kesebuah club malam.


Hatinya cukup sakit menerima semua kenyataan yang ada.


Ia datang kesana dengan pakaian yang cukup seksi.


Duduk dengan manis, dan menengguk beberapa gelas kecil minuman beralkohol.


Namun, itu tidak membuat Tisa kehilangan kontrol atas dirinya.


Hingga beberapa menit laki-laki paruh baya namun tampak gagah menghampiri nya.


"Mark?" Ucapnya dengan sinis.


Tisa menatap seseorang yang baru saja mengatakan nama orang yang ia cintai.


"Markxelio Roman." Ucap pria itu lagi.


"Apa maksud mu." Ucap Tisa dengan nada kesal menatap sinis pria paruh baya itu.


"Hahaha... karena dia alasan kau berada di tempat terkutuk ini kan?" Ucapnya lagi


Tisa tidak memberikan jawaban apapun , ia hanya memandang sinis dan acuh pada laki-laki tersebut.


"Aku tau semua tentangmu nona, kau sekretaris nya bukan? Ups? mantan. " Ucap pria itu menutup mulutnya.


"Apa mau mu!" Ucap tisa kesal dan jenggah menghadapi tingkah pria itu.


"Ayolah, kau ingin membunuh Annisa bukan? Tapi tidak akan mudah bagimu jika membawa Annisa pergi dari Mark, karena dia memberikan pengawalan yang ketat. Hanya saja Annisa terlalu bodoh. Hingga ia tidak mengetahui itu." Ucap laki-laki itu.


"Ya, Kau benar dia memang wanita bodoh." Ucap Tisa sinis membayangkan wajah bodoh Annisa sungguh ia ingin mencabik" Annisa.


"panggil aku? Mr." Ucap laki-laki itu sambil mengulurkan tangan kearah Tisa.


Tisa menyambut ukuran tangan tersebut dan tersenyum menganggukan kepalanya.


"Aku akan membantu mu menculik Annisa dan memberikan beberapa orang untuk membantu mu, tapi kita bertindak saat acara pernikahan Kak Annisa dan aku akan membuat Mark sibuk dengan tidak tinggal di sini." Ucapnya dengan sunggingan senyum sinis.


"Baik aku setuju." Ucap Tisa.


Flasback Off


Dertt


Terdengar panggilan video masuk didalam Handphone Mark.


Mark segera mengucap kasar penuh kebancian layar Handphone nya.


"Apa!" Ucap Mark dengan nada kesal.


"Uh kau sungguh menggemaskan baby." Ucap Tisa.


"Aku harap kau datang sendiri atau kau mau pulang membawa mayat tunangan tercinta mu." Ucap Tisa dengan nada penuh pemakanan.


Ditutupnya panggilan video itu secara sepihak oleh Tisa.


Shit!!!!


Berbagai umpatan pun di layangkan oleh Mark.


Apa kau berfikir bisa mengalahkan ku Tisa. Markxelio Roman tidak akan kalah oleh wanita murahan seperti mu. Gumam Mark dalam hatinya.


Mobil yang ditumpangi oleh Mark berhenti didepan rumah yang kecil numun cukup asri dan masih layak di huni.


"Selamat datang sayang." Ucap Tisa menyambut kedatangan Mark didepan pintu rumah itu.

__ADS_1


Ada beberapa orang yang berdiri menjaga keamanan rumah ini.


"Ikat tangan dan periksa mobil nya." Ucap tisa sinis pada salah satu anak buahnya.


"Baik bos." Ucap salah satu anak buah Tisa.


Mark menurut atas semua yang dilakukan oleh Tisa.


Ia pun melangkah kan kakinya menuju rumah itu dengan keadaan tangan terikat dan satu orang mengawalnya.


Mereka memasuki sebuah kamar yang cukup luas.


Clek -Didalam kamar-


Hanya ada 4 orang dalam kamar terus.


Annisa yang tengah terduduk di kursi dengan tangan dan kaki terikat. jangan lupakan satu pengawal yang berdiri disebelah dengan menodongkan senjata api miliknya pada dahi Annisa.


Mark berdiri diam memandang nyalang ke arah Tisa.


"Apa mau mu. lepaskan Annisa." Ucap Mark sinis.


"Huft." Ucap Tisa mendekat ke arah Mark dengan jari telunjuk berada ditengah bibir Mark.


"Satu kesalahan dan Dorr dia akan mati di hadapan mu.


" Shit!!!" Umpat Mark pada Tisa.


"Hahahaha... . Ikuti permainan ku sayang. " Ucap Tisa dingin pada Mark.


Dirabanya tubuh Mark dada bidang dengan jari lentik yang dimiliki Tisa.


Didekatkan bibir Tisa ke arah Mark, namun Mark menolak dan enggan untuk menerima bibir Tisa.


"Kau mau dia mati sekarang baiklah." Ucap Tisa berbisik pada Mark.


Mark pun pasrah dan menerima ciuman yang ganas dari Tisa. Semua itu tidak luput dari pandangan Annisa.


Maafkan Aku Annisa, aku menyesal telah membuat mu menangis hari ini. Gumam Mark dalam hatinya.


Didorong nya tubuh Mark hingga terlentang dan jatuh di atas kasur.


Tisa segera naik dan menindih tubuh Mark, Namun tanpa Tisa sadari ikatan tali yang berada di tangan Mark sudah terlepas.


Dengan gerakan cepat, Mark mengubah posisi menjadi Tisa yang berada dibawah, dengan menodongkan Belati kesayangan nya pada leher Tisa.


"Bangun." Ucap Mark dingin dengan senyum mematikan.


"Kau membohongi ku sayang!" Ucap Tisa kesal.


"Cuih." Ucap Mark remeh.


"Berikan perintah padanya untuk menurunkan senjata nya dan melepaskan Annisa. kalau tidak nyawamu akan melayang detik ini juga. " Ucap Mark dingin memberikan perintah.


"Lakukan!" Ucap Tisa dingin pada bawahan nya.


Bawahan nya pun menurut dan ia pun melepaskan ikatan pada Annisa.


Dengan isyarat tangan Mark meminta senjata api itu untuk dilempar kearah nya.


Dan


Duar.


Satu peluru di lesatkan oleh Mark, kearah bawahan Tisa dan seketika bawahan itu Mati di tempat.


Tisa pun ketakutan melihat kejadian yang dilakukan Mark dengan perhitungan yang begitu cepat.

__ADS_1


Tak hanya Tisa, Annisa pun ikut terkejut dengan apa yang dilakukan Mark.


"Kau juga harus mati ditangan ku tisa." Ucap Mark berbisik penuh nada setan pada Tisa.


Seketika, bulu kuduk Tisa merinding dan menegang.


"Maafkan Aku," Ucap Tisa lirih.


"Tidak ada maaf bagi seorang pengkhianat. " Ucap Mark dingin.


Dan,


Srettt


Belati kesayangan Mark itu menggores leres mulus Tisa, masih sadar namun tubuh tisa luruh di lantai dan


Srettt


Belati itu menancap ke arah perut Tisa. seketika Tisa memejamkan matanya.


Mark pun berlari kearah Annisa. diusapnya pipi Annisa dengan lembut.


"Kau tidak apa-apa." Ucap Mark lirih ke arah Annisa.


Hanya gelengan kepala yang diberikan Annisa sebagai respon atas pertanyaan dari Mark.


Dipeluk nya tubuh Annisa dengan secara spontan oleh Mark.


"Maaf tidak mampu menjagamu. Aku lalai. " Ucap mark mengeluarkan semua nada sesalnya atas kesalahan yang ia lakukan.


Annisa menerima pelukan itu, namun sorot mata Annisa melihat ke arah Tisa yang sedang berusaha menarik pelatuk di sisa kesakitan yang ia derita.


Dorr


Tembakan itu di lepas Tisa kearah Mark seketika dengan kesadaran yang hilang setelahnya.


namun,


Argh


Tubuh Annisa merasakan sakit yang luar biasa atas peluru yang mendarat di lengan belakang nya.


"Terimakasih telah menolongku. Aku mencintaimu Mark." Ucap Annisa lirih menatap Mark dan setelahnya mata Annisa terpejam.


Tubuhnya luruh, namun Mark berhasil membuat tubuh Annisa tidak jatuh di lantai.


Ya, saat Annisa melihat Tisa menodongkan senjata api, ia merubah posisi dengan membalikkan tubuh Mark.


"Tidak, tidak , tidak, Annisa bangun aku mohon." Ucap Mark dengan lirih dan tak terasa air matanya menetes.


Dibopong nya tubuh Annisa untuk segera keluar.


Diluar sudah ada Hito yang membereskan.


"Bereskan semuanya, aku akan pergi membawa Annisa kerumah sakit." Ucap Mark berlalu pergi meninggalkan tempat itu.


Di letakkan nya tubuh Annisa dengan hati-hati.


Mark pun segera melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit terdekat agar Annisa dapat memperoleh pertolongan dengan segera.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Happy Reading ya teman-teman๐Ÿ’™


Tuh aku udah up banyak ya sampe 1000+ kata loh ๐Ÿค—


Part selanjutnya nanti sore ya, Author ada kesibukan dulu nih didunia nyata๐Ÿ˜‚

__ADS_1


Maaf jika banyak yang typo๐ŸŒˆ


Terimakasih buat yang like dan Comment๐Ÿ’™


__ADS_2