Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Pemakaman.


__ADS_3

Pagi hari menjelang, Annisa dan Mark sudah bersiap untuk ke rumah Maira, memindahkan makam kedua orang tuanya, dan Memakamkan paman Hugo dan Maira dengan layak.


Mark sudah melarang Annisa untuk tak ikut dalam pemakaman ini,tapi sang istri memaksakan diri untuk ikut mendampinginya.


"Doakan mommy dan Daddy mu! aku disini akan selalu ada untukmu bee." ucap Annisa lirih memegang erat tangan sang suaminya. Saat Mark hanya termenung menatap kosong makam kedua orang tuanya.


lirih, sangat begitu lirih, seolah kenangan pahit di masa lalu terputar dalam otak nya.


Asisten Hito berdiri tak jauh dari kedua majikan nya tersebut, hanya memastikan semua nya dalam keadaan aman dan terkendali.


Annisa mensejajarkan dirinya dan Mark yang saat ini tengah berjongkok mengelus nisan dan menabur bunga cantik di atas makam kedua orang tuanya.


"Mommy dan Daddy sudah bahagia di sana, Doakan mereka semoga Allah menempatkan keduanya pada surganya, Amin." Ucap Annisa begitu lembut dan mengelus lengan tangan kekar Mark.


"Menangis lah! Aku akan menemanimu disini bee." Ucap Annisa membawa tubuh Mark dalam pelukan nya.


Tangis Mark tertahan dalam pelukan sang istri, kedua bahunya bergetar mengingat kisah pilu, tentang pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Paman nya sendiri, menuduh Daddy nya berselingkuh karena ucapan Paman, dan bagaimana ia harus berjuang hidup seorang diri, dengan luka dan kesakitan.


Hingga Maira datang sebagai seorang malaikat dalam hidupnya, membantu Mark untuk bangkit dari segala keterpurukan yang ada. Namun Maira tetaplah manusia yang memiliki obsesi dalam dirinya, dan sialnya obsesi itu untuk menjadikan Mark sebagai miliknya. hingga Maira tak sadar telah menjadi sosok kejam, bahkan ingin menghancurkan kebahagian yang di miliki oleh Mark.


Semua sudah berakhir! Namun kenangan itu akan membekas dalam benak masing-masing.


Di usapnya dengan kasar air matanya, lalu di usapnya dengan lembut nisan Mommy nya.


"Mom, kenalkan ini Annisa menantu mommy, orang yang paling Mark sayangi." Ucap mark begitu lirih dan lembut.


"Mom, dia baik seperti mu. Dia bidadari cantik yang sangat berharga milik Mark, doakan Mark bahagia selalu dan di karunia cucu cantik seperti mu Mom." Ucap Mark begitu lembut, di genggamnya tangan istrinya.


"Mari pulang." Ucap Mark menatap ke arah Annisa.

__ADS_1


"Ayo bee, Mommy Daddy Annisa pamit dulu ya, Annisa akan berusaha membahagiakan putra mommy yang nakal ini." Ucap Annisa menggoda Mark.


"Jangan menggodaku disini sayang, apalagi di hadapan Mommy dan Daddy." Ucap Mark jahil.


🎶


Kedua nya melangkah pergi pulang ke rumah Mark, Rumah itu sudah di renovasi dan di perbaiki dengan segera mungkin, hanya beberapa jam semuanya telah kembali seperti semula,


Untuk Asisten Hito, setidaknya ia sudah bisa berjalan dan berdiri dengan baik, meski langkahnya sedikit di seret.


"Hito, kau istirahatlah disini, sembuhkan luka mu terlebih dahulu. Perketat keamanan, kita libur 3 hari ke depan, lekas membaik lah. Tak ada kata bantahan." Ucap Mark.


"Baik tuan." Ucap Asisten Hito membungkuk hormat.


Annisa dan Mark pergi melangkah masuk kedalam kamar pribadinya, Jam masih menunjukkan pukul 10 pagi, ah melelahkan. masih ada waktu untuk beristirahat bukan?


"Bee, aku siap kan air untuk mu mandi, sebentar." Ucap Annisa bergegas pergi ke kamar mandi.


Clek!


Dibuka dan di tutupnya pintu kamar mandi tersebut, Mark masuk hanya menggunakan celana pendek tanpa baju, memamerkan dada bidang nya.


Hap


"Bee, sebentar. lepaskan" Ucap Annisa


"Tidak! Aku ingin di mandikan olehmu." Ucap Mark tak mau melepas pelukan nya.


"Tidak ada mandi bersama." Ucap Annisa protes.

__ADS_1


"Sayang! Ayolah." Ucap Mark berbisik lembut sesekali mulutnya mulai nakal untuk mengigit daun telinga Annisa.


"Baiklah, Mari berendam dahulu." Ucap Annisa berusaha melepaskan pelukan tersebut, dan menyuruh Mark berendam masuk ke dalam bet up yang sudah ia isi dengan air dan sabun.


"Gosok sini."


"Sini." Ucap Mark menyentuh bagian yang ingin di gosok lembut oleh Annisa.


Beberapa menit Annisa melayani Mark dengan sebaik mungkin hingga Mark mengeluarkan kata "Sudah, gantian." Ucap Mark.


"Apa! ah tidak perlu aku akan mandi setelah mu." Ucap Anisa menolak dengan lembut.


Hap


Byur


Di angkatnya tubuh Annisa hingga dirinya juga masuk kedalam bet up tersebut, "Bee kau." Ucap Annisa.


"Sudah diam! Gantian." Ucap Mark memulai ritual menggosok pribadi ala dirinya.


Mark tetaplah Mark yang tingkat ke mesum an nya begitu tinggi jika berhadapan dengan istri cantiknya.


Dan terjadilah yang seharusnya terjadi, tangan yang awalnya menggosok dengan baik, kini tak tau arah tujuan nya. Hingga bagian tubuh Annisa tak luput dari gosokan tangan Mark.


🎶🎶🎶


Happy Reading ya guys.


Jangan lupa like, komen

__ADS_1


Dan untuk yang udah vote, dan mendukung aku selama ini terimakasih banyakkk❤❤❤❤


__ADS_2