Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Bertemu Mama (S2)


__ADS_3

"Kak lu dimana sih ah!" Ucap Rafa di ujung telfon nya saat itu.


"Diem! masih dijalan!" Ucap Rama di sana.


"Dijalan? Astaga kak! Lu tu sebenarnya lewat jalan mana? Muter-muter bundaran HI dulu atau gimana?" Dengus Rafa dengan kesal.


Hari ini merupakan hari pertama dimana Rama akan masuk kedalam universitas tersebut dan melanjutkan studinya, dan selalu akan ada drama saat ia berangkat ke sekolah.


Ketahuilah, Rama sudah berangkat 30 menit sebelum Rafa, namun sampai detik ini sampai selama kurang lebih 1 jam Rafa menunggu kakaknya untuk datang, Yang di tunggu belum juga menampakkan batang hidungnya.


Jika bukan atas perintah sang Mama untuk menemani Rama saudara kembarnya, Rafa akan lebih memilih nongkrong dengan teman-teman, menunggu sang kakak itu berarti menguji semua kesabaran nya! Menjengkelkan!


"Astaga kak! Kau selalu menyusahkan ku! Jika bukan karena Mama, aku tak mau mengakui mu menjadi saudaraku!" Berbagai umpatan Rafa layangkan pada sang kakak yang tak kunjung tiba.


🎶


"Buruan turun! Lo tuh udah telat banget kak!" Sewot Rafa dengan keceriwisan nya.


"Astaga dek! Lu tuh cerewet banget sih ah! Baru nunggu sejam!"


"Apa lu kata! Sejam baru! Sialan!"


"Mulut lu deh! Dosa tau ngatain kakak lu sendiri sialan!"


"Bodo kak! Bodo!"


Keduanya pun melangkah masuk kedalam ke ruang ketua jurusan untuk mendapatkan persetujuan dan informasi perkuliahan.


"Inget! Lu masuk kelas sekarang! Awas lu bikin rusuh! Gue aduin ke mama!"


"Astaga Rafa! Lu tu mulutnya kayak cewek ember banget!"


"Lu makanya belajar yang bener! Jangan bikin masalah." Ucap Rafa memberi nasihat, lalu dengan gerakan cepat melangkah pergi meninggalkan sang Kakak sebelum di layangkan kembali perkataan menusuknya.


🎶


Langkahnya begitu tegas, pakaian casual, ah sangat tampan! Rama melangkah masuk ke ruang kelas, duduk di belakang memasangkan earphone di telinganya dan mendengarkan masuk, terlalu cuek bahkan tak memperdulikan tatapan kagum para gadis yang ada di ruangan itu, dia seakan tuli dengan gumaman yang keluar.


Hingga dosen masuk dan menerangkan materi pembelajaran Rama masih cuek dengan apa yang di jelaskan oleh Dosen, hingga ketukan meja menganggu indera pendengaran nya.

__ADS_1


"Kau tidak memperhatikan saya anak muda!" Tanya dosen tersebut dengan galaknya.


"Ah ya! Bapak terlalu membosankan dan maaf untuk itu!" Ucap Rama enteng tanpa rasa berdosa.


"Kau murid baru! Tapi tak memiliki sopan santun!" Ucap Dosen dengan begis.


"Sungguh! Apa itu benar?"


"Keluar dari ruangan saya!"


"Terimakasih bapak! Saya kebetulan sudah mengantuk mendengar suara bapak yang membosankan ku itu menerangkan di depan kelas." Ucap Rama berdiri dan melangkah keluar tanpa ada rasa dosa sedikit pun.


Meski Rama tak mendengarkan apapun yang di terangkan oleh Dosen tadi, tapi hanya sekilas melirik kearah papan tulis dia sudah bisa menguasai semua rumus yang di ajarkan. Baginya ijazah hanya sebuah kertas, toh setelah lulus dia pasti akan mewarisi semua harta kekayaan papanya bukan? Jika tidak! Rama sudah cukup pandai bahkan sukses menjalankan bisnis hitam uang di gelutinya, semuanya tak ada masalah. Baginya tak ada hal yang tak bisa di dapatkan eh Rama bukan?


🎶


"Sayang..." Panggil Rafa pada kekasihnya, ya keduanya sudah berjanji untuk pulang bersama, dan Kirana akan Rafa kenalkan pada sang Papa.


"Ya!" Ucap Kirana tersenyum.


"Kau tak lupa bukan janji kita?" Ucap Rafa memperingatkan.


"Sudah tak apa, Mamaku baik ayo." Ucap Rafa menggandeng kekasihnya untuk masuk kedalam.


"Bro! Kakak lu!" Tegur teman Rafa saat melihat Rafa hendak masuk kedalam mobil.


"Kakak? Kenapa emang?"


"Bikin ulah sama dosen kiler xxx dia di keluarin dari kelas."


"Astaga! Thanks ya! Ntar gue bilangin deh! Udah gue cabut dulu ya." Ucap Rafa masuk kedalam mobil.


"Kenapa?" Tanya Kirana dengan alis menaik saat tadi melihat Rafa mengobrol.


"Kakak ku biasa bikin ulah."


"Kakak?" Tanya Kirana tak mengerti.


"Ya, kakak ku baru pindah satu minggu yang lalu, dia melanjutkan studinya di sini."

__ADS_1


"Aku tak pernah melihat kau dengan kakakmu? Bahkan fotonya?"


"Kakakku orang nya sedikit ya gitu. Kita kembar, jadi kau pasti bisa mengetahuinya."


"Ha kembar?"


"Ya! Sudahlah! Ayo."


🎶


"Assalamualaikum Mama, Rafa pulang!" Ucap Rafa masuk melangkah kedalam.


"Waalaikum salam sayang." Ucap Mama Annisa.


"Siapa?" Tanya Mama Annisa saat melihat kehadiran Kirana di belakang Rafa.


"Kenalin Mama, ini Kirana! Pacar Rafa." Ucap Rafa tersenyum cengar cengir.


"Oh putra Mama sudah tau berpacaran ya?" Ucap Mama Annisa menggoda.


"Mama! Jangan menggodaku! Oh ya ini kenalin ini Mama ku." Ucap Rafa sebagai perantara.


"Mama Rafa,"


"Kirana tante."


"Ah jangan panggil tante! Panggil Mama saja seperti Rafa." Ucap Mama Annisa dengan lembut.


"Iya ta..... Mama... " Ucap Kirana gugup.


"Wah Mama ada saingan nya nih dapet perhatian kamu." Goda Mama Annisa pada Rafa, "Mama... jangan menggodaku seperti itu!"


"Hahaha, yayaa! Kau memilih pacar ternyata sangat cantik ya."


"Ma sudahlah! Rafa titip pacar Rafa dulu ya, Rafa mau mandi gerah nih. Jagain ya ma." Ucap Rafa melangkah masuk meninggal kan kedua perempuan yang berharga dalam hidupnya.


Suasana cukup canggung setelah di tinggal Rafa, namun dengan sikap Ramah dari kedua wanita uty, bisa membuatnya mengobrol cukup baik, dan bercanda ria.


🎶

__ADS_1


Happy Reading.


__ADS_2