
Pagi hari, semua sudah berkumpul di meja makan menikmati sarapan pada pagi hari itu.
Seperti biasanya Maira selalu ingin menyediakan makanan untuk Mark dan duduk disampingnya.
Namun kali ini Mark menolak, ia ingin Annisa selaku istri yang melayani dan duduk di sampingnya.
Maira mendengus kesal dengan sikap pada pagi hari itu, Ingin melayangkan protes namun semua umpatan itu hanya tertahan dalam bibirnya.
Seusai makan Annisa mengantarkan Mark ke depan untuk berangkat ke kantor.
"Tuan silahkan." Ucap Hito membungkukkan badan dan membukakan pintu untuk Mark.
Mark hanya menganggukkan kepala, sebelum masuk ke mobil, Mark berpamitan dengan istrinya dengan mencium keningnya.
"Hati-hati bee, semoga semua urusan kantor mu di permudah oleh Allah SWT. Amin." Ucap Annisa tersenyum sambil mencium telapak tangan sang suami.
Bukan kah? Kesuksesan seorang suami berasal dari doa dan ridho istrinya? Serta jika sang suami ingin di permudah segera urusan nya? hendak lah ia memuliakan istrinya bukan?
"Amin." balas Mark.
Mobil yang di tumpangi itu melaju perlahan pergi meninggalkan rumah dan menghilang.
๐
Roman Corporate.
Ketiganya melangkah masuk kedalam kantor, dengan Maira yang menggandeng tangan Mark dengan seenaknya.
"Jaga sikapmu." Ujar Mark dingin dan melerai tangan nya agar tidak bersentuhan dengan Maira.
Pasti sudah terjadi sesuatu tadi malam, sehingga membuat kak Mark bersikap acuh dan dingin kepadaku. Aku harus segera bertindak. Gumam Maira dalam hatinya dengan mengepalkan tangan nya.
Aku senang melihat sikap mu pagi ini tuan, menjaga jarak dengan Nona Maira. semoga ini berlangsung lama. Gumam Asisten Hito yang tersenyum dalam hatinya. Ketiga orang tersebut pun masuk kedalam ruang Presdir.
"Maira ruangan mu berada di sebelah bukan?" Ujar Mark pada Maira. "Kakak, aku.... "Ucap Maira tertahan.
__ADS_1
"Jika disini aku bukan kakakmu Maira, tapi aku pimpinan perusahaan. Jadi aku mohon untuk menjaga sikap mu jika kita sedang berada di lingkungan kantor. Apa kau mengerti?" Ucap Mark menjelaskan dengan nada mengintimidasi.
"Baik Presdir." Ucap Maira berlalu pergi meninggalkan ruangan Mark dengan menghentakkan kakinya.
๐
Flashback On
Pukul 3 dini hari, Annisa terbangun dari tidurnya.
Kelopak matanya perlahan terbuka menyesuaikan pencahayaan di sekitar kamarnya.
Meski ia baru tidur beberapa jam lalu, tapi dia tidak boleh ber malas - malas an jika menyangkut soal ibadah bukan?
"Bee..." Ucap Annisa membangunkan sang suami.
Mark hanya menggeliat, "Jam berapa sayang?"
"Pukul 3." jawab Annisa.
"Ya sudah kalau tak mau menemaniku sholat tak apa, tapi ku pastikan seminggu ke depan burung mu tak akan mendapat kehangatan." Ujar Annisa tegas perlahan menurunkan kakinya.
"Sayang kau jahat kepadaku." renggek Mark langsung bangun dan terduduk.
Bagaimana? Sehari burung Mark tidak mendapat kehangatan itu sudah membuatnya gelisah? bagaikan seminggu. Gumam Mark membayangkan.
"Kau sudah berjanji akan menemaniku bukan?" Ucap Annisa serius pada suaminya itu.
"Iya sayang." Ucap Mark bangun dan memeluk Annisa.
Mereka berdua pun mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat secara bersama-sama.
"Bee, aku ingin berbicara pada mu?" Ucap Annisa serius menatap sang suami saat mereka sudah selesai melaksanakan ibadahnya.
"Kemari lah." Ucap Mark.
__ADS_1
Annisa pun menurut, dan mendekat ke arah sang suami. Annisa menjatuhkan kepalanya di dada bidang sang suami.
Mark mengusap dengan lembut penuh kasih sayang puncak kepala sang istri.
"Hem kau ingin bicara apa?" Tanya Mark pada Annisa yang berada di pelukan nya.
"Aku tidak ingin menuduh nya, tapi firasat ku berkata jika Adik mu Maira punya maksud dan tujuan tertentu.
Hem, bisa kah kau tidak terlalu dekat dengan nya bee?"
"Aku tak melarang mu bertemu dengan nya, begini singkatnya. Jika dia bisa melakukan sesuatu hal sendiri jangan pernah membantu nya. dan aku ingin kau mulai menjaga jarak? dengan tidak melakukan kontak fisik? misalnya?" Ucap Annisa panjang lebar saat semua isi hatinya sudah di keluarkan pada sang suami.
"Kau cemburu padanya?" Ujar Mark bertanya.
Apa? Hanya itu tanggapan nya? padahal aku sudah bingung menyusun kata-kata supaya tidak menyakiti hati nya perihal firasat ku terhadap adiknya? liat? dia malah tersenyum menggoda. Gumam Annisa mendongakkan kepalanya nya melihat senyum setan milik Mark.
Bukan senyum setan membunuh, tetapi senyum setan jahil๐
๐๐๐
Happy Reading๐๐ค
Maaf kalau masih ada yang typo๐
Jangan lupa like Komen dan Vote ya.
Senyum Mark nih yang menggoda iman๐โค
Milik Annisa punya ya๐ค
Tampilan Annisa nih, kalau di rumah. Manja-manja an sama suami๐โค Buat kaum cowok jangan coba ngelirik lebih dari 1 menit. Ntar kena congkel mata sama Abang Mark loh ya. Hati-hati.
__ADS_1