
tak butuh waktu lama, Mobil Mark sampai didepan rumah sakit, ia pun segera mengangkat tubuh Annisa hati-hati dan berlari masuk ke dalam rumah sakit.
"Dokter suster." teriak Mark memenuhi ruangan itu.
Beberapa suster menghampiri dan mendorong brankar untuk tubuh Annisa.
Diletakkan nya tubuh Annisa dengan hati-hati dengan tangan Mark yang masih menggenggam tangan dingin Annisa.
"Bertahanlah aku juga mencintai mu Annisa." Ucap Mark lirih merapal kan segala dia untuk keselamatan Annisa.
Sungguh, sekian tahun semenjak Mark kehilangan kedua orang tuanya, ia tak pernah percaya ataupun meminta doa.
Hari ini, ia meminta doa belas kasih untuk menyelamatkan nyawa Annisa.
"Maaf tuan, anda tunggu di luar biar dokter yang menanganinya." Ucap salah satu suster pada Mark.
"Tolong selamat kan dia." Ucap Mark lirih.
"Dokter akan berusaha semaksimal mungkin tuan. " Ucap suster itu.
๐ Rumah Annisa ๐
Flashback On
Hari ini Hanafi dan istrinya berencana untuk pulang kerumah kedua orang tua Hanafi.
Karena Hanafi ingin istrinya tinggal bersama dengan kedua orang tuanya.
"Sudah siap sayang?" Ucap Hanafi pada istrinya.
"Sudah." Ucap Ira
Mereka berdua pun memasuki mobil dan berangkat kerumah kedua orang tua Hanafi.
sesampainya di rumah,
Tok
Tok
Tok
"Assalamu'alaikum." Ucap Hanafi di luar rumah sambil mengetuk pintu.
"Waalaikumsalam." Ucap Ibu Hanafi membukakan pintu dan mempersilahkan anak dan menantunya masuk.
Ibu Hanafi pun menyiapkan cemilan untuk keduanya, dan secangkir teh.
mereka kini berkumpul di ruang keluarga.
"Annisa dimana bu.?" Ucap Hanafi bertanya, karena biasanya adiknya akan sangat senang bisa berkumpul dengan keluarga.
Ibu pun menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"ada yang ibu sembunyikan dariku. " Ucap Hanafi penuh selidik.
"Nak, setelah kejadian pernikahan mu, Annisa di culik dan sampai sekarang Annisa belum ditemukan." Ucap pak Arifin pada Hanafi.
"Apa?" Ucap Hanafi kaget dan
"kenapa kalian tidak memberitahu ku. kenapa kalian menyembunyikan dariku." Ucap Hanafi yang tanpa sadar menggunakan nada tinggi kepada kedua tuanya.
"Mas." Ucap Ira istrinya menyentuh pundak suaminya itu.
"Sabar, kita dengar kan dulu penjelasan orang tua mu mas." Ucap Ira lembut berbisik pada Hanafi.
Astaghfirullah. Ucap Hanafi lirih di dalam hatinya.
"Maaf nak, kami tidak ingin membuatmu khawatir, ditambah kalian baru saja menikah." Ucap Pak Arifin lagi.
"lalu, apa kalian tidak memberitahu hal ini pada tunangan Annisa? tuan Mark?" Ucap Hanafi bertanya namun dengan nada yang lembut.
"Awalnya kami tidak memberitahunya, karena takut menganggu pekerjaan nya. Namun dia tiba-tiba datang mencari Annisa, jadi ayah terpaksa memberitahunya." Ucap Pak Arifin menjelaskan.
Hanafi meminjat pelipis kepalanya. Sungguh hal seperti ini harusnya tidak disembunyikan oleh kedua orang tuanya.
Bagaimana nasib Annisa, semua pikiran baik dan buruk berkecamuk didalam fikiran Hanafi.
Dertt
Dertt
Ponsel Pak Arifin berdering. "Halo." Ucap Pak Arifin.
"Ada apa?" Tanya Pak Arifin khawatir.
"Baik kami akan segera kesana." Ucap Pak Arifin mematikan sambungan telfon nya.
"Ada apa Pak?" Ucap Ibu Annisa bertanya pada suaminya.
Pak Arifin pun menjelaskan bahwa Annisa sudah ditemukan dan di rawat dirumah sakit.
Hanya itu informasi yang Mark berikan kepadannya.
Lantas, mereka semua pun bersiap untuk menuju kerumah sakit yang diberitahu kan oleh Mark.
Flashback Off
Sudah 1 jam Mark menunggu, dan Hito pun sudah berada di samping Mark setelah membereskan kekacauan yang ada.
Clek
pintu ruangan tersebut dibuka dan dokter pun keluar, Mark segera berlari menghampiri dokter itu dan bertanya keadaaan Annisa.
Dokter menjelaskan bahwa operasi berjalan dengan lancar, dan pasien sudah melewati masa kritisnya.
Setelah ini pasien akan di pindahkan di ruang rawat Inap, Pasien akan sadar pada esok harinya. Karena sekarang Pasien masih terpengaruh obat bius.
__ADS_1
Begitulah kira-kira penjelasan yang di sampaikan oleh dokter itu.
Mark pun bernafas lega. Ia pun senantiasa bersama di samping Annisa.
Annisa kini sudah berada diruang rawat inap dan Mark duduk di samping Annisa menggenggam dan sesekali mencium telapak tangan Annisa.
Tak ada pergerakan lain selain hanya itu yang dilakukan oleh Mark.
Clek.
pintu itu pun terbuka, Mark mengalihkan pandangan nya kearah pintu dan dilihatnya raut wajah ibu Annisa yang sedih.
Ibu Annisa pun berlari kearah putrinya yang tengah terbaring lemah di atas kasur itu.
Mark memberikan jarak diantara keduanya.
"Ganti baju mu dulu kak, Biarkan kami semua yang menjaga Annisa." Ucap Hanafi lirih menepuk pundak Mark.
Mark menganggukan kepalanya, dengan sikap Hito menyerahkan paper bagian kepada Mark.
Mark pun membersihkan diri dan mengganti pakaian nya.
15 menit kemudian Mark keluar dengan pakaian casual dan penampilan nya jauh lebih rapi dari sebelum nya.
"Bu, Ayah, kalian pulang lah biarkan aku yang menjaga Annisa, besok pagi kalian kembali kesini." Ucap Mark menjelaskan.
"Annisa akan sadar esok harinya, karena ia masih terpengaruh obat bius. Biarkan Annisa beristirahat terlebih dahulu." mark lagi pada ibu dengan lembut.
Dengan berat hati, mereka semua pulang dan akan kembali esok harinya lagi.
"Baik nak jaga Annisa ya. kami pulang dulu. " Ucap Pak Arifin dan dibalas anggukan oleh Mark.
"Kami permisi dulu kak." Ucap Kak Hanafi pada Mark.
Kini ruangan itu hanya tinggallah Mark dan Hito.
Mark kembali duduk disamping Annisa menggenggam tangan Annisa yang masih terbaring lemah.
Perlahan Mark tidur memejamkan matanya di samping Annisa.
๐ค
Gak janji bisa up lebih dari 2 part ya Teman-teman. tapi aku usahain ntar malem up.
Karena Author sibuk ngoreksi ujian anak-anak nih. Harap Maklum ya๐
Tapi di bab ini paling panjang diantara bab" sebelumnya kok.
Happy Reading๐
Terimakasih Like dan comment nya ya๐ค
Maaf kalau masih banyak yang typo dalam penulisan kata๐
__ADS_1