
Beberapa kali Mark dan Maira sering terlibat penyerangan dengan Mafia kelompok lain.
Saling membantu, sungguh kerjasama yang baik dan epik diantara keduanya.
Yang ada dalam fikiran keduanya hanya ingin memperbesar dan memperluas kekuasaan nya.
Dan itu terbukti bukan? Hingga Mark memiliki beberapa daerah kekuasaan nya. Hanya pada Maira lah Mark akan bersikap lembut layaknya manusia.
Namun setelah kejadian dimana Maira mengungkap kan bahwa ia mencintai Mark,
Suasana antara Mark dan Maira kini terlihat canggung. Bahkan Mark seakan menempatkan tembok besar di antara keduanya.
Pernah ada sebuah kejadian, Mark harus dibuat jengkel dengan Maira, yang tiba-tiba datang ke kamarnya.
Tanpa permisi, tanpa mengetuk. Memeluk Mark yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Maira keluar! apa yang kamu lakukan!" Ucap Mark mendorong tubuh Maira dan melepaskan pelukan itu.
"I want you kakak ku sayang." Ucap Maia berusaha mendekap ke dalam pelukan Mark.
Dengan susah payah, Mark mendorong tubuh Maira untuk keluar dari kamar nya.
Saat berhasil membuat Maira keluar, gedoran pintu seakan menggila. Maira tak Terima dengan penolakan sang kakak.
Hingga puncaknya, Maira memberikan obat perangsang pada Mark saat di ruang kerja, dan dengan nakalnya ia duduk di pangkuan Mark mencium Mark dengan paksa.
"Shit! " Ucap Mark berusaha menjauhkan diri dari kungkuman Maira.
"Kau sudah keterlaluan Maira! apa yang kau masukkan dalam minuman ku." Ucap Mark dingin pada Maira.
"Obat perangsang!" Ucap Maira dengan enteng nya.
"Kau gila!" Ucap Mark menggeram kesal.
"Ya! dan aku memasukkan lebih banyak dari takaran, kau harus mendapatkan pelampiasan kakak, dan aku siap untuk itu, ayo!" Ucap Maira berjalan mendekat ke arah Mark.
Namun Mark segera berlari menghindari Maira, mengurung dirinya di dalam kamar mandi! Tak lupa menguncinya.
Mark dengan mati-matian menahan hasrat itu dalam dirinya! Hingga semalam suntuk ia tak tidur dan penampilan nya pun sangat buruk dan memperihatinkan.
Dan sebagai hukuman atas itu, Mark harus mengirimkan Maira untuk melanjutkan studinya di Amerika, menjauh darinya dengan begitu Maira bisa perlahan melupakan rasa cinta yang ada didalam hatinya.
"Besok kau akan pergi ke Amerika untuk melanjutkan studi mu." Ucap Mark pada Maira.
"Tidak kakak, aku tak mau!" Ucapnya menolak dengan kukuh.
"Kau harus mau Maira! Jika kau ingin bersama ku! kau harus melanjutkan studi mu! Menyetarakan dirimu dengan diriku." Ucap Mark agar membuat Maira pergi dari hidupnya.
Berharap perlahan Maira akan melupakan dirinya dengan lingkungan dan suasana yang baru nantinya.
"Baik aku akan melanjutkan studi ku." Ucap Maira.
Semua perbuatan Maira kepada Mark, dan perihal rasa cinta itu serta tindakan gila yang dilakukan nya pada Mark. Asisten Hito mengetahui semuanya.
Hanya dia yang mengetahui kebenaran semuanya dengan sangat mendetail dan apik.
Flasback OFF.
__ADS_1
🍃🍃🍃
"Maira! kau jelas tau betul! dalam dunia gelap yang kau ajarkan! Nyawa harus di bayar dengan nyawa bukan?" Ucap Mark dengan dingin.
"Hahahaha, kau mau membunuh ku kak? Silahkan!" Ucap Maira tersenyum menyerahkan nyawanya dengan Mark.
"Hanya kepadamu aku terlihat lemah Maira! beberapa kali aku mengampuni mu! atas apa yang telah kau lakukan padaku di masa lalu! Aku bukan sosok yang seperti kacang yang lupa pada kulitnya. Aku tau arti balas budi!"
"Aku bukan sebagai ketua Mafia saat berdiri dengan mu disini! tapi aku menganggap diriku sebagai seorang kakak!"
"Kakak yang gagal dalam mendidik adiknya." Ucap Mark menarik nafas panjang!
Di keluarkan nya pistol dalam saku jas nya, yang tersimpan rapi dan di arahkan pada Maira.
"Nyawa di bayar dengan nyawa! calon bagiku tak berdosa! Cerry pun kau bunuh dengan keji Maira!" Ucap Mark dengan senyum iblis nya.
Glek!
Detik ini Maira menyadari, kematian nya sudah ada di depan mata.
Duar!
Duar!
Dia peluru timah panas Mark tembakkan pada kaki Maira tepat kanan dan kiri.
Argh!
Ingin sekali Maira berteriak sakit, rasanya begitu perih saat peluru itu berada di kakinya.
Saat botol minum itu sudah ada dalam genggaman Mark, ia tersenyum tipis.
"Jangan anggap aku kakakmu! tapi aku malaikat maut mu! Kau tau Maira! ini air hanya terdiri dari dua komponen." Ucap Mark dengan seringai tipis di bibirnya.
"Kau ingin tau? Ah ya air ini hanya mengandung Garam dan Cabai!" Ucap Mark sinis.
"Apa yang akan kakak lakukan padaku!" Ucap Maira menahan sakit di kakinya.
"Shutttt! Jangan panggil aku kakak, aku bukan kakakmu." Ucap Mark remeh.
Dibukanya tutup botol itu, di dekatkan nya dengan posisi Maira saat ini.
"Argh." Ucap Mark saat berpura-pura tak sengaja tersandung.
"Maaf Maira! Cairan ini." Ucap Mark
Byur!
Byur!
Dua botol itu di arahkan pada kaki Maira yang terdapat peluru di dalam nya.
Argh
Argh
Ngilu!
__ADS_1
Sakit!
Perpaduan luka, yang disiram dengan air cabai dan garam.
Ini gila sungguh gila.
"Ah bagaimana? sakit Maira!" Ucap Mark dengan nada sedih.
"Bunuh aku kak! Bunuh aku! jangan seperti ini." Ucap Maira dengan menahan sakit luar biasa di kedua kakinya.
Plak!
Satu tamparan keras mendarat di pipi mulus Maira, sakit! Hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah dan pipi itu sedikit memar.
"argh, maaf Maira aku tak sengaja." Ucap Mark sedih.
"Hito! bawakan kotak itu kemari." Ucap Mark pada Hito.
"Ini tuan." Ucap Asisten Hito menyerahkan kotak itu.
"Sini aku obati!" Ucap Mark mengoleskan pipi Maira dengan obat.
"Astaga! Maafkan aku Maira! ternyata ini bukan obat penyembuh!" Ucap Mark dengan sedih.
"Ah apa kau ingin tau! salep apa yang aku oleskan? Ini salep untuk memperburuk luka! Bahkan membusuk kan nya" Ucap Mark tersenyum.
"Argh! panas kak! kau gila! kau gila!" Ucap Maira menahan panas nya.
Byur!
Mark kembali menumpahkan air itu pada pipi Maira!
Panas! semakin panas!
"Bunuh aku kak! bunuh aku!" Ucap Maira dengan memohon.
Sakit begitu luar biasa!
"Kau yang membuatku harus berlaku kejam padamu!" Ucap Mark dingin.
"Asisten Hito! biarkan Maira seperti ini! Jangan bunuh dia! tapi Setelah 30 menit sekali perintahkan salah satu bodyguard untuk menuangkan cairan itu lagi atas lukanya." Ucap Mark memerintah.
"Baik tuan." Ucap Asisten Hito.
"Kau akan mati dengan perlahan Maira!" Ucap Mark berlalu pergi.
🌈🌈🌈
Happy Reading ya guys.
Jangan lupa like dan komen.
yang udah Vote author makasih banget.
Maaf kalau ceritanya tidak sesuai dengan ekspektasi kalian.
Maaf kalau menganggap Mark itu gak pantes jadi Mafia ya☺
__ADS_1