Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Menuju Halal


__ADS_3

Hari demi hari kian berganti, tak terasa kurang satu minggu pernikahan Annisa dan Mark akan segera di gelar.


Semua undangan telah di sebar, persiapan juga sudah 100% sempurna.


Kali ini Annisa tidak mengelar pesta pernikahan yang mewah dan megah di sebuah gedung maupun hotel berbintang lima.


Bukan Mark tak mampu namun, Annisa ingin acara pernikahan nya di selenggarakan dengan cara yang sederhana.


Tentu Mark tidak setuju dengan usul Annisa, ia ingin menikah dengan resepsi yang mewah dan di hotel maupun gedung berbintang.


Ia seolah ingin memberitahu kepada seluruh dunia bahwa pengusaha sukses di Eropa telah menikah dan memiliki seorang istri yang sangat cantik.


Tak hanya cantik perihal fisik, namun ia begitu cantik perihal hati yang sangat tulus dan rendah hati.


Namun Mark hanya bisa menghela nafas dan mengalah atas permintaan Annisa. Dengan berat hati Mark menyetujui keinginan calon istrinya.


Ijab qobul yang bertempat dikediaman Annisa dengan hanya dihadiri keluarga.


Namun resepsi pernikahan di adakan di Panti Asuhan Cahaya Bunda, bukan sebuah resepsi, namun acara makan bersama yang dihadiri semua anak panti dan beberapa anak jalanan di sana.


Ya! Annisa ingin berbagi dengan mereka yang sudah di anggap seperti adik yang kurang beruntung dalam hidupnya.


Seperti pengantin pada umumnya, Mark dan Annisa selama seminggu tidak boleh untuk bertemu, melakukan panggilan video atau apapun itu.


Hari ini merupakan pertemuan terakhir yang mereka lakukan sebelum acara pingitan secara seminggu itu berlangsung.


Mark dan Annisa menikmati indah nya sore hari di sebuah taman yang tak jauh dari rumahnya.


"Annisa..." Lirih Mark pada Annisa yang duduk di sebelahnya.


"Ya." Ucap Annisa pada Mark dengan memandang lurus ke depan danau buatan yang terletak di taman tersebut.


"Harus selama seminggu aku menunggu? Rasanya itu berat bagiku." Rengek Mark pada Annisa yang duduk di sampingnya.


"Hem... " Sekilas Annisa melirik ke arah Mark, Ia tersenyum simpul melihat ekspresi Mark yang seperti bocah kecil yang merengek minta mainan pada orang tuanya.


"Kau tau, dulu ibu dan Ayah ku harus menahan rindu selama 1 bulan sebelum hari pernikahan nya." Ucap Annisa dengan kebohongan.

__ADS_1


"Apa!!!!!" Teriak Mark kaget seketika.


"Astaghfirullah, kau membuat ku terkena serangan jantung mendadak Mark." Ucap Annisa ketus.


"Tidak!! Kau pasti membohongi ku. Aku tidak percaya!" Ucap Mark menggelengkan kepalanya seolah tak Terima dengan ucapan Annisa.


"Tapi itu faktanya. Kau mau sebulan atau seminggu?" Ucap Annisa menggoda. Sekilas ia melirik namun Annisa segera mengalihkan pandangan nya.


Kenapa dia menggemaskan seperti ini, astaghfirullah aku tak bisa menahan tertawa ku kalau dia masih berekspresi seperti ini.


Gumam Annisa dalam hatinya.


"Seminggu oke." Ucap Mark memberenggut kesal.


Hahahaha....


Tawa Annisa mendengar jawaban Mark.


Mark yang melihat itu, tau jika tunangan nya menggoda dirinya.


Mark bersiap memberikan serangan pada perut Annisa karena sudah berani menggodanya.


"Eits tak boleh Mark, Oke maafkan aku." Ucap Annisa pada Mark.


"Hem......" Ucap Mark masih kesal.


"Oke, aku kasih sesuatu untukmu... Kau tutup mata terlebih dahulu." Ucap Annisa.


"Kau tak membohongi ku lagi kan?" Ucap Mark pada Annisa yang masih dalam mode kesalnya.


"Tidak." Ucap Annisa lembut


Mark pun memejamkan matanya sesuai dengan permintaan Annisa.


Annisa pun merogoh tas yang berada disampingnya dan mengeluarkan kotak kecil berpita pada tas nya itu.


Ia pun memposisikan kotak tersebut di hadapan Mark dengan kedua tangan nya.

__ADS_1


"Sekarang buka matamu." Ucap Annisa.


Perlahan Mark membuka matanya dan seolah bertanya lewat ekspresi yang ditunjukkan.


"Apa ini?" Ucap Mark bertanya pada Annisa.


"Bukalah." Ucap Annisa, Mark pun meraih kotak tersebut dan membukanya.


Perlahan kotak tersebut telah terbuka dengan sempurna.


"Jam tangan." Ucap Mark pada Annisa.


"Ya." Ucap Annisa.


"Mark, mungkin hadiah yang ku berikan terkesan sederhana bahkan aku tak bisa memberikan barang mewah untukmu... Dan kenapa aku memberikan mu sebuah jam tangan?" Ucap Annisa melirik Mark dan yang dilirik hanya menggelengkan kepalanya.


"Seperti waktu yang terus berputar, seperti itu aku yang ingin terus mendampingi mu. Ada dalam genggaman tangan mu, tidak terlepas ia selalu terikat dan menjadi hal paling berharga untukmu." Ucap Annisa, setelah itu ia tersenyum pada Mark.


"Terimakasih, Aku beruntung memiliki wanita seperti mu, aku akan selalu memakainya di tangan ku, kau tak perlu khawatir. "Ucap Mark penuh bersemangat dan langsung memakai jam tangan itu ditangan nya dan ia mencium beberapa kali jam tangan itu.


Mereka berdua pun menikmati senja yang kian tenggelam kedalam peraduan nya.


🌈🌈🌈


Jika ia yang kau cintai selalu mengingat waktu dan Tuhan nya🤗


Kau pun akan selalu ia ingat dalam nadinya.


Bahagia tak harus tentang harta.


Sesederhana itu bahagia bagi mereka yang mampu membuat waktu setiap detiknya memiliki kesan berharga.


Markxelio Romantis ❤ Annisa Hilya Nafisa


🤗🤗🤗


Happy Reading guys.

__ADS_1


Maaf baru bisa up🌈


__ADS_2