Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Memasak (S2)


__ADS_3

Alarm Adzan subuh berkumandang dengan nyaring di handphone milik Kirana, perlahan ia mengerjapkan kedua matanya, namun anehnya tubuhnya seakan terasa berat untuk bangun, seperti ada yang menindihnya tapi apa? Gumam nya.


"Astaghfirullah!" Ucap Kirana langsung terduduk dan menyingkirkan sebuah tangan yang menjadi beban di tubuhnya tadi.


"Kenapa?" Suara serak basah khas bangun tidur Rama layangkan protes pada Kirana.


"Kenapa kau disini! Kenapa kau hiks... hiks... hiks..." Lirih Kirana dengan nafas tergugu sakit, ia merasa memori kejadian di hotel dimana Rama merenggut segalanya kembali berputar ke otaknya dan itu membuatnya sangat sedih dan kecewa.


"Apa kau lupa jika kita sepasang suami istri?" Ucap Rama seketika menatap tajam ke arah Kirana.


"Ya aku tau, tapi aku... " Ucap Kirana langsung ragu dan menarik selimut nya di sudut kasur.


"Terima takdirmu Kirana!!! Kau adalah istriku! Istri seorang Rama bukan Rafa!!" Ucap Rama langsung menuruni ranjang.


"Aku tau kau adalah perempuan yang sangat baik dan taat akan agama! Kau tau bukan! Kewajiban seorang istri!" Ucap Rama dingin berlalu pergi meninggalkan Kirana yang sendirian di dalam kamar.


Brak!


"Bunda... Ayah Kirana takut.. " Lirih Kirana langsung menangis tersedu.


Ia pun segera bangkit dan menunaikan ibadah sholat subuh nya, Kirana jelas tau apa dan mengerti apa yang dimaksud oleh Rama suaminya.


Walau bagaimana pun memang Kirana sudah menjadi istri Rama bukan Rafa!


"Segera bersiap kita akan pulang!" Ucap Rama dingin langsung melangkah masuk kedalam kamar mandi.


Walau bagaimana pun rasanya Rama masih kesal atas penolakan yang berulang kali Kirana layangkan pada dirinya, Bagaimana mungkin jika di luar sana banyak wanita yang menginginkan dirinya! Tapi Kirana seakan buta dengan pesona yang ada dalam diri suaminya sendiri.


Bunda tau, ini berat bahakan sangat berat untuk Kirana yang sama sekali tak menginginkan adanya pernikahan ini. Tapi Kirana harus berusaha menerima Rama menjadi suami Kirana. setelah Kirana menjadi seorang istri, perintah suami adalah lah ridho yang harus di jalankan! Bunda percaya Kirana pasti bisa melewati ini semua. Kalimat sang Bunda yang terucap sebelum Kirana di boyong pulang ke rumah keluarga Roman, untuk sang Ayah ia hanya berpesan "Jadilah istri yang baik sayang! Ayah tau Kirana bisa dan Ayah selalu mendoakan kebahagiaan Kirana dari sini."


🎶


Pukul 10 pagi, Mobil yang di kendarai Rama, Kirana, Rafa, Mama Annisa dan Papa Mark memasuki rumah keluarga Roman.


ketiganya langsung melangkah masuk kedalam, untuk Kirana ia masih tertunduk malu rasanya bila netra matanya bertemu dengan Rafa, masih ada sakit dan kecewa akibat rasa cinta yang tak bersambut. Kakinya melangkah masuk mengikuti sang suami,


"Hanya diam mematung disana atau kau ingin masuk kedalam?" Ucap Rama begitu dingin saat Kirana masih diam saja di luar pintu kamarnya.


"Ah ya!" Ucap Kirana lemah dan masuk kedalam kamar Rama. Hawa mencekam dan canggung menghantui dalam diri Kirana, bagaiman tidak kamar Rafa cenderung tak bersahabat sama sekali suasananya semua benda maupun ornamen nampak berwarna hitam.


"Istirahat lah! Aku masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan." Ucap Rama berlalu pergi meninggalkan Kirana sendiri dalam kamarnya.


🎶

__ADS_1


"Hey bung kenapa kau kesini? Bukan kah seharusnya kau ada di rumah atau ah itu bercinta sepanjang malam dengan istri barumu!" Goda Chris kala Rama berada dalam apartemen nya, Ah bukan! maksudnya dalam apartemen milik Rama yang di gunakan untuk Chris menginap.


"Sialan! Kau jelas mengejekku bung!"


"Hahahaha... Kau sensitif sekali!" Kekeh Chris.


"Minumlah!" Ucap Chris menyodorkan segelas kecil wine untuk Rama.


"Hah.... " Di tengguknya langsung sekali habis gelas kecil wine itu, "Saat wanita lain menawarkan satu malam dengan ku secara gratis dan cuma-cuma, Hah! Apa dia begitu bodoh sehingga tak mengetahui bahwa suaminya ini sangat tampan!"


"Ya! Kau memang tampan! Tapi itu tidak berlaku pada istri mu!"


"Kau!!! Ingin ku tembak mati!"


"Hahahaha.... Santai bung tenang! Kau jelas tau resiko menikah dengan orang yang sama sekali tak mencintai mu bukan?"


"Hem, "


"Oh ya bagaimana ceritanya Kirana mau menikah denganmu! Hey! Kau belum menceritakan nya padaku!"


"Singkatnya aku menjebak dirinya seolah-olah aku sudah memperkosanya!"


"Kau gila!"


"Berhentilah dan pulang! Jika kau mabuk! Ini akan menjadi masalah untukku!"


"Hah.... Minggir aku ingin minum." Ucap Rama tanpa peduli ocehan Chris sahabatnya.


Hingga sore hari, Rama belum menunjukkan tanda-tanda bahwa ia akan pulang ke rumah ini. Rasa lapar menghampiri perut Kirana bagaimana pun ia hanya sarapan pagi di hotel sebelum ia kesini. Kakinya melangkah turun, mungkin ada yang bisa ia masak untuk semua keluarganya.


"Non Kirana, apa yang non lakukan di sini?" Ucap Bibi pelayan.


"Ah itu, Kirana ingin masak."


"Apa nona lapar? Biarkan kami saja yang memasak! Kenapa nona tak bilang pada kami!"


"Bukan seperti itu, Kirana tak mau merepotkan orang di sini! Kirana ingin masak sendiri sekalian menyiapkan makam untuk semuanya." Ucap Kirana tertunduk malu.


"Ya susah bibi bantu ya!" Ucap Bibi Kirana.


Pukul 4 sore, semua menu hidangan yang Kirana masak sudah terhidang kan dengan sempurna di atas meja makan.


"Bi, Boleh Kirana minta sesuatu?"

__ADS_1


"Apa nona? Katakan lah!"


"Antar kan makanan Kirana ke kamar ya, setelah semua nya makan!" Lirih Kirana.


"Kenapa nona tak makan disini sekalian?"


"Kirana masih tak enak bi,"


"Kau makanlah di meja makan bersama Mama dan yang lain Kirana!" Ucap Mama Annisa tiba-tiba datang menghampiri menantunya itu.


"Mama.. " Pekik Kirana pelan.


"Sudah kau mandi lah terlebih dahulu! Mama tunggu di bawah ya sayang!" Ucap Mama Annisa dengan tersenyum.


🎶


Keempatnya makan di ruang makan itu, hanya diam dan kebisuan yang menjalar di antara mereka, Dan untuk Rama ia belum juga kembali kerumah ini.


"Kirana, Suami mu kemana sayang?" Tanya Mama Annisa saat ia meletakkan beberapa menu di piring sang suami.


"Itu Ma, Rama pamit untuk keluar sebentar katanya masih ada pekerjaan yang harus segera ia urus."


"Sayang! Kau yang memasak ini semua? Kenapa rasanya beda?" Tanya Mark menatap ke arah istrinya.


"Memang nya kenapa? Apa tak enak?" Tanya Mama Annisa, degub jantung Kirana meronta kian hebat bagaiman tidak? Papa mertua nya itu, Ah kalian tau sendiri bukan jika berada di posisi Kirana?


"Ini enak sekali sayang! Berikan aku ini lagi." Tunjuk Papa Mark pada beberapa lauk.


"Baik! Dan ini semua masakan Kirana pa!" Ucap Mama Annisa tersenyum ke arah Kirana.


"Benarkah Kirana?"


"Iya pa!" Jawan Kirana dengan gugup, Papa Mark tersenyum tipis pada menantunya.


Sedangkan Rafa hanya diam tak bersuara, wajahnya datar dan begitu fokus dengan makanan yang ada.


"Kirana, Mama ingin bicara dengan mu setelah ini! Mama tunggu ditaman ya!" Ucap Mama Annisa.


"Baik Ma."


🎶


Happy Reading❤

__ADS_1


__ADS_2