Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Ketahuan (S2)


__ADS_3

"Bawa dia pulang Chris!" Ucap Rama duduk di kursi kerjanya.


"Kau tau? Bahkan dia sama keras kepalanya dengan mu! Aku tak bisa berbuat apapun!"


"Jadi kau ingin lihat aku menyakitinya!"


"Kau sudah berjanji untuk tidak menyakitinya bung! Jika kau ingat itu!"


"Dan kau yang membuat ku melakukan perjanjian itu sialan!" Umpat Rama.


"Aku hanya ingin melindunginya!"


"Hah, kau sangat pengecut untuk mengungkap cinta padanya!"


"Hey, bahkan kau yang sudah menikah masih tak mau mengakui cintamu!"


"Jangan samakan aku dengan dirimu Chris, aku sudah mengungkapnya!"


"Benarkah aku tak percaya!"


"Diam bedebah! Bawa dia pulang!" Ucap Rama dengan nada dingin,


"Apa kau tak ingin kita seperti dulu!"


"Katakan! Apa kau kesini karena di suruh dengan nya!"


"Kenapa kau selalu bisa menebak semuanya!


"Wajahmu terlalu mudah di tebak dan di bodohi!"


"Sialan!"


"Jangan membuat aku dalam masalah di kemudian hari, hindarkan aku darinya Chris!"


"Hah, baiklah! Aku akan berusaha melakukan nya untukmu!"


"Aku mempercayai mu!"


Ya, Rama mengetahui bahwa Chris mencintai Nadia sejak dulu. Sejak pertama, dimana Nadia mulai masuk di kehidupan keduanya. Bukan Chris yang terbuka menceritakan isi hatinya, namun Rama terlalu pintar bahkan licik hanya ingin sekedar tau tentang semua informasi orang yang ada di sekitarnya.

__ADS_1


"Kau mau kemana?"


"Menjemput istriku! Ini sudah waktunya dia pulang!"


"Cih, kau suami yang takut istri ternyata!"


"Diam! Atau mulut mu ku sumpal dengan bom terbaruku yang telah selesai aku rakit!" Ucap Rama dengan congaknya.


"Kau membuatnya lagi?"


"Bukan lagi sialan! Hanya untuk mengisi waktu luang, lembar dokumen putih terlalu menyebalkan untuk dilihat, hanya memeriksa dan tanda tangan!"


"Kau menyusahkan dirimu! Duduk dan jadi anak baiklah Rama!"


"Apa selama ini aku tak baik!"


"Cih, kau ternyata tak sadar diri! Bahkan kau sangat menyusahkan orang lain terutama Papa dan Adikmu!"


"Hentikan ocehan mu!" Ucapnya terakhir sebelum kakinya benar-benar meninggalkan Chris yang ada di ruang kerja miliknya.


🎶


"Kau berhasil membujuk nya?" Tanya Nadia dengan mata berbinar, bahwa Rama akan mau makan malam atau berjalan-jalan dengan dirinya ah, maksudku bertiga seperti saat sekolah dulu, menengguk wine dan menikmati malam yang Tuhan ciptakan.


"Hah, aku gagal!"


"Apa??" Peliknya kaget, bagaimana bisa? Dulu Rama selalu ingin dan berhasil keluar kala Chris yang mengajaknya tapi ini kenapa?


Demi dirimu, bahkan aku harus mendengar segala ceramah yang di berikan olehnya padaku! saat aku datang dia sudah menyuruhku membawamu pulang dengan kata pedasnya, Nadia! Kau menyusahkan ku! dan kenapa aku selalu menuruti keinginan mu! Cinta memang membuat seseorang menjadi berubah bukan?


🎶


Darahnya berdesir hebat, api emosi dan cemburu kian membumbung menjadi satu, sangat tinggi bahkan ingin menghancurkan apapun yang ia sentuh, bagaimana tidak? satu kalimat membuat nya seperti ini.


"Maaf tuan, Dokter Kirana sudah pulang satu jam yang lalu dengan tuan Rafa tunangan nya!" Ucap Suster kala itu,


Sebagian Suster hanya mengetahui bahwa Rama adalah suaminya dan sebagainya lagi mengetahui bahwa Rafa adalah ruangan dokter Kirana, Hah....


Banyaknya kalimat yang memenuhi otaknya untuk berfikir negatif, apalagi kala ia menghubungi sang istri tak bisa begitu puji dengan Rafa adiknya!

__ADS_1


Menelfon rumah? sudah dilakukan nya namun nihil bini berkata bahwa keduanya bel pulang.


"Cukup tuan! Anda sudah mabuk!" Ucap pelayan kala Rama sudah menengguk 5 botol wine yang ada di sana,


"Tuang..... hanya kata itu yang Rama ucapkan, hingga pada akhirnya berakhir lah Chris yang harus mengatakan nya pulang.


Oke? Apa memang Chris di ciptakan untuk menjadi supir antar jemput Rama? Baiklah. mari ku bawa pulang ke rumah mu.


Chris cukup peduli bahkan sangat memihak Rama daripada Nadia meski ia mencintai gadis itu, membawa Rama pulang ke apartemen saat ada Nadia seperti ini nampaknya akan menimbulkan masalah di kemudian hari untuk Rama bukan? Dan Chris selaku sahabat tak menginginkan itu terjadi.


Byur!


Guyuran air dingin di layangkan Mama Annisa kala melihat sang putra di gletakkan di sofa ruang tamu yang ada di rumah itu, semuanya tampak membisu diam seribu bahasa atas tindakan sang Mama yang melakukan nya dengan tiba-tiba.


Bahkan Kirana dan Rafa sudah mengendap-endap untuk membawa Rama kedalam kamar dan jangan sampai mama Annisa mengetahui nya, nasib sial membawanya di sini! Bukan mereka tapi lebih ke Rama.


Dengan gerakan sigap Rama terjangkit, dan setengah matanya terbuka melihat siapa kah orang yang dengan kurang ajar menyiram dirinya.


"Apa! Kau mau apa! memarahi Mama mu son!" Ucap Mama Annisa dengan nada galaknya.


Hening!


"Apa mam mengajarimu seperti ini! Katakan! Apa Mama mengajarimu meminum alkohol sampai seperti ini?" Ucap Mama Annisa dengan menggebu.


"Sayang sabar!" Ucap Papa Mark menepuk dengan lembut pundak istrinya.


"Astaghfirullah!" Ucap Mama Annisa mengelus dadanya. "Kau mengecewakan Mama mu untuk kesekian kalian ya, bahkan kau punya istri dan adik yang sangat baik menutupi semua kenakalan mu!" Ucap Mama Annisa melenggang pergi menuju ke dalam kamar.


"Kalian puas! Renungkan! Rama besok kau harus meminta maaf pada mamamu!" Ucap Papa Mark dingin langsung masuk kedalam kamar menyusul sang istri.


"Pasti kau kan yang melaporkan ini pada Mama dengan sengaja!" Bugh!


Umpat Rama pada adiknya dengan melayangkan bogem mentah!


"Tuduhan mu tak benar sama sekali! Dan kenapa kau memukul ku!" Ucap Rafa dengan sinis.


"Apa kalian masih akan terus bertengkar? tak adakah rasa penyesalan di dalam diri kalian melihat keadaan Mama!"


"Mas Rama, kau telah melukai Mama, esok ku harap kau bisa meminta maaf dan jangan membuat sedih Mama mu, jika kalian ingin bertarung silahkan saja! Buat keributan yang lebih besar!" Ucap Kirana berlalu pergi.

__ADS_1


🎶


Happy Reading


__ADS_2