Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Fakta Menyakitkan (S2)


__ADS_3

Brugh


Brguh


tubuh Rama dan Rafa seketika itu bertubrukan satu sama lain saat keduanya hendak masuk kedalam kamar rawat inap ayah Kirana.


"Kau." Ucap keduanya tak kalah kaget dengan keadaan sekarang.


"Apa yang kau lakukan disini." Ucap Keduanya bersamaan.


"Rafa? Rama? Kenapa tak masuk?" Ucap Kirana saat membuka pintu dan mendapati keduanya yang masih berdiri di luar kamar tersebut.


"Sayang."


"Ana." Ucap keduanya secara bersamaan.


Jadi! Kekasih Kirana adikku sendiri! Bagaimana kalau begini! aku tak mungkin menyakiti adikku sendiri dan aku tak mungkin mengikhlaskan Kirana! Bagaimana ini? Gumam Rama menatap sang adik dengan sengit.


"Mari masuk." Ucap Kirana tersenyum, Rafa dengan reflek menggandeng Kirana masuk kedalam, meninggal kan sang kakak yang berada di belakang nya.


Suasana dalam ruangan tersebut kian mencekam, ada berbagai atmosfer dan pertanyaan yang berada di benak masing-masing. Bola mata seolah sebagai isyarat penanda mengutarakan berbagai pertanyaan yang hanya ada tertahan dalam kerongkongan masing-masing.


Keadaan Papa Kirana masih setia memejamkan kedua matanya, ia belum sadar saat kedua kakak beradik itu ada disana untuk menjengguk dirinya.


"Sayang aku bawakan buah-buahan untukmu." Ucap Rafa dengan nada lembut dan manjanya kepada Kirana sang kekasih.


"Aku bawakan Roti ini untukmu Kirana." Ucap Rama tak kalah dengan nada lembut dan tersenyum ramah.


"Kakak! Kenapa kau kesini dan menemui kekasihku!" Ucap Rafa melayangkan protes kepada sang kakak.


"Kalian saling kenal?" Ucap Kirana memastikan lagi pada keduanya.


"Dia kakak ku namanya Kak Rama sayang." Ucap Rafa lagi memberikan fakta.


"Jadi ini kembaran mu sayang?" Ucap Kirana lagi.


"Iya."

__ADS_1


"Ah sudah lah, aku ingin pergi! aku hanya membawa ini sebagai ucapan terimakasih karena kau dulu telah menolongku Kirana, aku pamit." Ucap Rama ingin pergi, cukup sakit jika ia mendengar kalimat sayang dan kerinduan dari sepasang kekasih yang tengah bertemu di sana. Ah menjengkelkan.


Argh...


Argh...


Argh....


Erangan frustasi, emosi, kecewa semuanya dilayangkan Rama saat kini ia berada didalam mobil, tangan nya senantiasa memukul stir mobil yang ada di sana.


Dunia begitu kejam pada dirinya! Kenapa harus Rafa? kenapa yang menjadi rival nya adik kandung serahim dan sedarah dengan nya? Cara apa yang harus ia lakukan agar Kirana bisa menjadi miliknya dan Rafa bisa mengikhlaskan Kirana untuknya, tentu dengan perasaan bahagia, tidak ada tekanan apapun yang ada.


Kedua bola mata Papa Kirana perlahan terbuka melihat sekeliling tempat itu, Bibirnya masih terasa bisu untuk mengucapkan sebuah kalimat. Hanya diam yang ia lakukan sekarang. Hingga bola mata Kirana tak sengaja menangkap sang Papa yang sudah siuman.


"Papa! Mau minum?" Tanya Kirana dengan tangis haru bahagia saat kedua bola mata papanya sudah terbuka, dengan gerakan lemah papanya mengangguk setuju.


"Apa papa ingin sesuatu?" Tanya Kirana,


"Tidak sayang." Ucap Papa Kirana tersenyum pada putrinya.


"Hiks.. hiks... kenapa papa seperti ini, Kirana gak suka liat papa gini." Ucap Kirana dengan tatapan sendunya.


"Itu siapa?"


"Rafa om." Ucapnya dengan tersenyum lebar.


"Faiz, papa nya Kirana."


🎶


"Kakak." Ucap Rafa langsung masuk kedalam kamar kakaknya.


"Aku tau apa yang kau ingin bicarakan!"


"Dan jawablah kakak."


"Semua sudah kukatakan! Tak perlu ada yang di jelaskan lagi!"

__ADS_1


"Aku tau! Tapi baru pertama kali aku melihat mu peduli dengan wanita selain mama."


"Lalu? Apa yang kau pikirkan!"


"Kau mencintai Kirana, kekasihku."


"Kau benar!"


"Apa! Tapi dia kekasihku kakak!"


"Ya aku tau jika dia kekasihmu! Lalu salahku dimana jika mencintainya?"


"Jangan pernah terbesit di pikiran mu untuk merebutnya dariku!"


"Maaf Rafa! Tapi sayangnya pikiran itu ada di otakku!"


"Aku akan membencimu jika kau merusak hubungan ku!"


"Aku tak peduli!"


"Kau keterlaluan!"


"Keluar Rafa! Jangan berteriak di kamarku!" Ucap Rama masih setia membelakangi adiknya dengan menatap malam yang kian sunyi.


Hah, Helaan nafas keluar dari bibirnya, kenapa baru pertama kalinya Rama berbicara tanpa peduli dengan sang adik! Tapi melepaskan Kirana untuk adiknya bukan pilihan dan keinginan yang tepat untuknya.


🎶


Hingga pagi menjelang, suasana ruang makan tersebut hanya sunyi dan diam, Rafa yang biasanya sesekali berbicara walau hanya kekehan ringan, bibirnya seakan membisu tak mengeluarkan patah kata, Wajahnya tersulut amarah dalam diam menatap sang kakak yang duduk di sebelah nya, sesekali ekor matanya seperti akan memberikan bogem mentah kepada sang kakak yang tampak acuh akan tatapan itu.


"Jangan seperti anak-anak, jangan sampai mama tahu tentang permasalahan kita, jika Kirana mencintaimu! Dia tak akan tergoda olehku! Dan kau pun tak bisa menghentikan ku untuk memperjuangkan bahkan merebut dirinya dari milikmu!"


"Kakak!! Kau... " Ucap Rafa menatap nyalang sang kakak, saat ini mama Annisa tengah mengantar suaminya ke depan rumah untuk bekerja.


"Kau putra kesayangan Mama, akan jadi apa perasaan nya jika dia mengetahui putra kesayangan nya memukul kakaknya sendiri." Ucap Rama berlalu pergi.


🎶

__ADS_1


Happy Reading guys


__ADS_2