Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Romantis (S2)


__ADS_3

1 Tahun berlalu, Jika kalian bertanya bagaimana keadaan Rama, semua rencana untuk menghidupkan kembali geng mafia ayahnya berjalan sesuai dengan rencana, Ah semua di luar ekspektasi nya.


Sebuah rumah mewah yang ia pergunakan untuk markas, menyimpan berbagai senjata, bom dan lain nya menjadi tempat memulai segala usaha dan kerja keras yang ia lakukan.


Tak hanya itu, bahkan pundi-pundi rupiah yang ia peroleh terhitung hingga angka yang cukup fantastis! Sangat fantastis!


"Bagaimana?" Tanya Rama pada Chris sahabat sekaligus seseorang yang ia percaya sebagai tangan kanannya.


"Semua berjalan sesuai rencana, dan kita mendapatkan bonus yang luar biasa! Anda bisa mengeceknya sendiri di akun ebanking anda bos." Ucap Chris dengan tersenyum.


Bahkan selama 2 tahun, Rama sudah menyelesaikan dengan cepat semua mata kuliah yang ia dapat, dan dirinya mendapatkan nilai sempurna setiap mata kuliah yang ia ambil. Hanya tinggal setahun lagi, ia sudah menyelesaikan semuanya.


Dan dirinya akan fokus mengembangkan bisnis dunia hitamnya. Jika di tanya? Papa Mark dan Mama Annisa? Ah mereka setiap sebulan selalu mengunjungi putranya itu, namun tak ada pergerakan apapun yang Rama lakukan jika kedua orang tuanya mengunjungi dirinya. Rama akan berubah menjadi sosok sangat baik bahkan berhati lembut. hanya itu yang terpancar dari raut wajah Rama. menurut kedua orang tuanya.


🎶


Jika kalian tanya bagaimana Rafa! Ah romansa cinta membuatnya berbunga-bunga pada gadis yang bernama Kirana, sahabat dari Tasya kakak sepupunya.


Sosok Kirana yang lemah lembut, jujur, dan suka menolong membuatnya jatuh hati pada gadis manis tersebut.


Beberapa kali terlibat dalam sebuah organisasi yang mengharuskan keduanya sama-sama membuat Rafa mengenal begitu dekat sosok Kirana! Dan ya perlahan tumbuh rasa cinta untuk gadis itu.


"Dek! Woy!" Panggil Rafa pada tasya kakaknya.


"Lu tuh kak! Gue itu kakak lo! bukan adik lu!" Dengus Tasya menatap jenggah adik laki-laki nya.


"Ya elah! Lu sama gue aja tuaan gue!"


"Dah! Lu mau ngomong apa?"


"Bantuin gue ya! itu sama si Kirana!"


"Apa imbalan nya?"


"Astaga! Lu tuh ya! Selalu gitu! Ikhlas gitu kalo nolongin adiknya."


"Ya elah! Itung-itung traktir aku gitu! Pelit banget si jadi adek!"


"Lu minta imbalan apa?"


"Iphone keluaran terbaru!"


"Astaga Tasya!!! Itu uang jajan gue seminggu!" Dengus Rafa dengan kesalnya.

__ADS_1


"Mau ga nih?" Ucap Tanya menaik turunkan alisnya.


"Astaga! Traktir es teh deh gimana? Mau ya!


Tawar Rafa.


"Ogah! Lu tu pewaris kekayaan Roman! Uncle Mark gak akan bangkrut kalai gue morotin anaknya." Ucap Tasya.


"Astaga Tasya! Mulut lu tuh! Tapi kan itu kekayaan papa gue! Bukan punya gue!"


"Ya tapi lu anaknya! Udah mau ga? kalau gak gue pulang nih!" Ucap Tasya mendengus kesal.


"Yaudah deh iya ya." Ucap Rafa pasrah.


"Nah gitu dong! kabar-kabar aja! Udah gue mau pulang." Ucap Tasya berlalu pergi meninggalkan adik keponakan nya.


Dan hari yang di tentukan pun tiba, makan malam romantis untuk menyatakan cinta paa gadis yang selalu menghantui bahkan mengganggu tidurnya.


Rafa tampil tampan! Ah bahkan sangat tampan untuk malam ini. Rambutnya di tata sedemikian rumah untuk menyempurnakan penampilan nya malam ini.


"Kau tampan! Bahkan sangat tampan Rafa!" Ucap Rafa menatap dirinya dalam pantulan cermin.


Mobilnya melaju membelah jalanan ibukota, restoran mewah menjadi tempat Rafa menyatakan cintanya pada Kirana pujaan hatinya.


"Ini udah di jalan kak! Astaga sabar aja." Ucap Tasya.


🎶


"Kirana! Lu masuk aja ya dulu kedalam. Gue mau ke toilet." Ucap Tasya pada Kirana sahabatnya.


"Ah tapi! Yaudah aku nungguin kamu aja ya."


"Gak usah! Lu masuk aja kedalam."


"Tapi Tasya!"


"Udah gak usah lu masuk aja ya kedalam gue susul."


Kirana menapakkan kakinya melangkah masuk kedalam restoran tampak ragu, namun ia tetap melangkah masuk kedalam


Musik piano mengalun indah, mengiringi setiap langkahku kakinya menapak.


"Silahkan nona, duduk!" Ucap pelayan pada Kirana.

__ADS_1


"Terimakasih." Ucap Kirana mendudukkan dirinya di kursi yang telah di sediakan pelayan tersebut.


Tap


Tap


Tap


Langkah kakinya begitu tegas memasuki kedalam, senyum di bibirnya tak pernah lepas ia menatap sosok cantik yang di sudah duduk menunggu didepan nya.


"Rafa?" Pekik Kirana saat melihat orang uang masuk tersebut adalah Rafa bukan Tasya sahabat nya.


"Ya? Kau kira siapa?" Tanya Rafa bertanya pada Kirana.


"Ah aku kira, kau Tasya." Ucap Kirana jujur.


"Kirana, aku ingin berbicara padamu!" Ucap Rafa menatap serius Kirana.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Kirana menatap Rafa.


"Kirana! Aku tak tau sejak kapan rasa ini ada dalam hatiku! Yang aku tau! Kau selalu menganggu semua kegiatan ku! Bahakan kau selalu menghantui ku dalam tidur ku! Kirana! Aku mencintaimu! Mau kah kau menjadi pacarku! Tunangan ku! Ibu dari anak-anak ku!" Ucap Rafa menatap serius manik mata indah Kirana.


"Rafa... kau... "


"Aku serius dengan setiap ucapan ku Kirana! Maukah kau menerima ku menjadi pacarmu!" Ucap Rafa meyakinkan hati Kirana.


"Kau mau?" Tanya Rafa sekali lagi.


"Ya... aku mau Rafa." Ucap Kirana dengan mata berkaca-kaca.


"Thanks sayang! Aku ada hadiah untukku." Ucap Rafa berdiri melangkah kan kakinya mendekat ke arah Kirana. Perlahan tangan nya mengalunkan kalung indah di leher Kirana.


"Kalung cantik untuk wanita cantik seperti mu." Ucap Rafa menatap penuh cinta Kirana yang duduk di hadapan nya.


"Terimakasih Rafa." Ucap Kirana terharu.


Memang semenjak Kirana masuk perkuliahan dan beberapa kali harus bekerja sama dengan Rafa dalam beberapa kegiatan event organisasi membuat Kirana menaruh hati pada sosok pemuda yang sangat baik kepadanya. Bahkan dalam memimpin beberapa event sungguh membuatnya sangat bijaksana dan berwibawa.


Makan malam romantis di lewati keduanya dengan penuh perasaan gembira, sangat bahagia untuk kedua pasangan tersebut.


💙


Happy Reading.

__ADS_1


__ADS_2