Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Pemintaan


__ADS_3

Mark tengah terduduk di kursi kebesarannya, ia memeriksa beberapa dokumen yang ada di atas meja, dan Hito berdiri di samping Mark sesekali ia membantu Mark dalam menyelesaikan dokumen.


"Kakak." Ucap Maira yang tengah terduduk di sofa ruangan tersebut.


Mark sedikit melirik ke arah Maira


"Ya?" Jawab Mark lembut.


"Study ku kan sudah selesai, aku ingin bekerja di kantor ini." Ucap Maira.


"Kenapa?" Ucap Mark.


"Karena kantor kakak memang perusahaan yang terbaik, makanya aku ingin kerja disini." Ucap Maira.


"Kau ingin jabatan apa?" Ucap Mark.


"Hem, apa ya?" tampak Maira sedang memikirkan posisi yang pas untuknya.


"Sekretaris kakak." Ucap Maira.


"Apa? tapi kakak sudah ada Hito yang menemani." Ucap Mark menjelaskan.


"Apa salahnya kakak mempunyai dua sekretaris?" Ucap Maira.


"Tapi..." Ucapan Mark terpotong,


"Yasudah kalau tak mau, aku pergi saja." Ucap Maira yang ingin beranjak dari duduk nya dan pergi dari ruangan Presdir itu


"Yasudah, mulai besok kau akan menjadi sekretaris ku." Ucap Mark final.


Kemudian Maira kembali terduduk, dan berucap "Terimakasih kak, kau sangat baik padaku." Ucap Maira tersenyum.


Setelah nya Mark melanjutkan memeriksa beberapa dokumen yang ada pada pagi itu.


Dert

__ADS_1


Dert


Bunyi pesan notifikasi masuk ke dalam Handphone milik Maira.


"Kak, aku pergi dulu ya." Ucap Maira berpamitan pada Mark.


"Kemana?" Tanya Mark.


"Jalan-jalan, sekalian shopping." Ucap Maira manja pada Mark.


"Baiklah. Pakai ini" Ucap Mark menyodorkan Black Card pada Maira.


"Oke makasih kakak." Ucap Maira pada Mark, yang melangkah mendekat, mengambil kartu itu dan memeluk Mark secara singkat.


Maira pun berlalu meninggalkan Mark yang masih memeriksa berkas-berkasnya.


"Tuan." Ucap Hito pada Mark.


"Apa!" Ucap Mark dingin.


"Maaf jika saya lancang, tapi saya merasa ada yang aneh dengan nona Maira." Ucap Hito lembut dan setengah berbisik.


"Hem, tidak apa-apa tuan." Ucap Hito mengakhiri pembicaraan pada saat itu.


Aku merasa, Nona Maira masih mencintai tuan Mark, aku tidak ingin kebahagiaan tuan dan Nona Annisa akan rusak karena hadirnya Nona Maira.


Aku akan menyelidiki nya. Gumam Hito dalam hatinya.


πŸƒ Kampus πŸƒ


Hari ini Annisa akan melaksanakan sidang untuk menyelesaikan studinya, ia sudah siap dengan beberapa bahan materi.


"Hallo Assalamu'alaikum bee." Ucap Annisa membuka percakapan telfon pada pagi hari itu.


"Waalaikumsalam sayang." Ucap Mark di sebrang sana.

__ADS_1


"Doakan aku ya, semoga semua lancar hari ini." Ucap Annisa.


"Tentu sayang, Kau pulang jam berapa?" Ucap Mark bertanya.


"Kemungkinan jam 2 siang aku sudah selesai bee." Ucap Annisa.


"Baiklah, tunggu aku! nanti akan ku jemput." Ucap Mark pada Annisa.


"Baik bee, sudah dulu ya! Assalamualaikum." Ucap Annisa mengakhiri telfon nya.


"Waalaikumsalam." Jawab Mark yang juga mengakhiri pembicaraan pada pagi itu.


Sidang yang di laksanakan Annisa pada hari itu sudah berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana nya. "Alhamdulillah" Gumam Annisa dalam hatinya.


"Bee, aku sudah selesai. Kau jadi menjemputku." Send! begitulah pesan yang dikirim Annisa.


"Oke tunggu sayang." Balas Mark.


"Baik bee." Jawab Annisa pada pesan singkat itu.


Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore hari. Namun Mark belum juga menunjukkan dirinya, Dan Annisa masih setia menunggu.


Sudah 3 jam Annisa menunggu Mark pada sore hari itu.


Langit yang awalnya berwarna cerah, kini kian memudar dan Sang Surya mulai pulang keperaduan nya.


Sudah beberapa kali Annisa menghubungi Mark namun tak ada satu panggilan pun yang di jawab oleh suaminya.


Annisa menunggu dengan gelisah, semua pikiran dan rasa berkecamuk menjadi satu dalam hati dan pikiran nya.


🌈🌈🌈🌈


Duh kira-kira Mark dimana ya?


Happy Reading ya guysπŸ’™πŸ’™πŸ’™

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan Vote❀❀❀


Maaf kalau masih ada yang typoπŸ€—


__ADS_2