Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Pulang


__ADS_3

Sudah 4 hari Mark menemani Annisa di rumah sakit tersebut, menemani dalam artian Annisa harus terlelap terlebih dahulu tidak saat Annisa sedang membuka matanya.


Karena jika Annisa membuka matanya, ia akan ketakutan melihat Mark.


Sungguh itu membuat Gila seorang Markxelio Roman.


Ia sudah tak tahan jika harus berjauhan seperti ini, tubuh memang dekat namun raga seakan menolak hanya sekedar memeluk istrinya.


Tok


Tok


Tok


"Assalamualaikum." Ucap Mark mengetuk pintu.


"Waalaikumsalam." Ucap Ibu Tati menjawab dan membukkan pintu.


"Eh nak Mark, ayo masuk." Ucap Ibu Tati mempersilahkan Mark masuk kedalam.


Mark mengikuti langkah ibu Tati kedalam rumah dan mendudukkan dirinya di kursi ruang tamu rumah itu.


"Sebentar ya nak, Ibu buatan minuman." Ucap Ibu Tati.


"Tidak usah bu, Mark hanya ingin ketemu Hanafi dan Kak Ira." Ucap Mark mengutarakan isi hati dan maksud kedatangan nya.


"Oh baiklah, sebentar ibu akan panggil kan." Ucap Ibu Tati.


Tak lama Kak Hanafi dan Kak Ira turun berjalan beriringan. Keduanya mendudukkan diri di kursi ruang tamu berhadapan dengan Mark.


"Apa yang membuatmu kesini adik ipar?" Ucap Kak Hanafi.


"Ehm, aku langsung ke intinya saja. Kau sudah tau kan keadaan Annisa sekarang bagaimana? aku ingin mengajak Cerry supaya Annisa bisa segera sembuh." Ucap Mark sedih tertunduk dengan perasaan campur aduk.


Ya, semua orang sudah tau bahwa Annisa mengalami penculikan dan sekarang trauma, tapi keluarga Annisa belum tahu bahwa Mark adalah seorang Mafia kejam.


"Hem, kau tak usah merasa tak enak hati, memang seharusnya Cerry tinggal bersama kalian. Sebentar aku kan panggil kan." Ucap Kak Hanafi.


"Mas tapi!" Ucap Kak Ira berbisik.


"Tak apa." Ucap Kak Hanafi pada istrinya, mengelus puncak kepalanya.


"Sebentar aku panggil kan." Ucap Kak Hanafi berlalu pergi.


"Terimakasih kak." Ucap Mark tersenyum bahagia.


🐾

__ADS_1


"Ayah... " Ucap Cerry tersenyum bahagia dan berlari ke arah Mark yang duduk.


"Anak ayah." Ucap Mark menangkap Cerry dalam pelukan nya dan mengelus punggung mungil Cerry.


"Bunda Dimana?" Ucap Cerry bertanya melepaskan pelukan nya.


"Bunda sakit sayang, Cerry mau ikut Ayah buat nemenin bunda?" Ucap Mark bertanya.


"Cerry mau ayah." Ucap Cerry bersemangat.


"Oke baiklah, pamit dulu sama Papa dan Mama, jangan lupa kakek dan nenek ya." Ucap Mark mengacak rambut Cerry.


"Iya ayah." Ucap Cerry tersenyum bahagia.


Dibantu dengan Kak Ira mempersiapkan semua keperluan Cerry dan berpamitan pada semua keluarga.


🍃


Dengan segala pemaksaan, akhirnya Cerry bisa masuk ke ruang rawat inap Annisa.


Tok


Tok


Tok


"Bunda.. " Ucap Cerry tersenyum ke arah Annisa.


Annisa ada sedikit perasaan takut melihat Mark yang datang, tapi ketika melihat senyum Cerry dia menjadi bahagia.


Mark menurunkan Cerry di atas ranjang Annisa dengan hati-hati.


"Bunda.... hiks... hiks... hiks... Bunda sakit apa?" Ucap Cerry sedih dengan mata berkaca-kaca.


"Cerry." Ucap Annisa memeluk Cerry. Mark duduk di sebelah ranjang itu.


"Bunda tak apa Cerry." Ucap Annisa gugup.


"Bunda harus sembuh, Jangan buat Ayah sedih." Tunjuk Annisa mengarah pada Mark.


"Cerry tapi... dia... " Ucap Annisa terbata bingung menjelaskan.


"Ayah kenapa?" Ucap Cerry bingung.


Mark berdiri perlahan mendekat, Annisa diliputi rasa takut saat Mark mendekatinya tangan nya berkeringat dingin.


"Bunda takut ayah? Ayah baik." Ucap Cerry menyentuh tangan Annisa yang dingin.

__ADS_1


"Sayang, aku tak tau harus berkata seperti apa padamu, tapi aku tidak akan menyakitimu. Maaf saat itu aku begitu khawatir melihat mu di culik oleh nya, aku takut dia menyakitimu. Maaf jika ada perilaku ku yang menyakitimu. Percayalah." Ucap Mark berbisik pada Annisa agar Cerry tak mendengarkan nya.


"Hiks... hiks... hiks..." lirih Annisa meneteskan air matanya.


"Jangan menangis." Di usap nya dengan lembut air mata Annisa yang mengalir di pipi istrinya.


"Bunda jangan sedih." Gak Cerry berkaca-kaca.


"Sini Cerry peluk bunda." Ucap Annisa kembali memeluk Cerry.


Mark pun juga memeluk kedua wanita yang berharga di dalam hidupnya.


Sejak saat itu perlahan Annisa mau berdekatan bahkan di sentuh oleh Mark meski ia jarang berbicara dengan Mark, tapi itu sudah kemajuan yang sangat baik.


🍃


Maira POV


Maira menjatuhkan semua barang yang terdapat di meja rias nya. membanting semua barang yang ada didalam kamar.


"Aku akan membunuhmu dengan caraku Annisa!!!" Erangan nya tersenyum mematikan.


"Kau harus mati di tanganku!" Ucap nya lagi.


Mendengar bahwa Alex telah mati di tangan Mark sungguh membuat jiwa membunuhnya mendidih tak terima.


🍃


Brak.....


"Apa yang paman rencanakan!" Ucap Asisten Hito menatap serius pada paman Hugo dengan nada mengintimidasi.


"Aku tak melakukan apapun!" Jawabnya dengan tenang.


"Tuan Mark masih menghormati anda sebagai paman nya, ku mohon rencana apapun yang paman siapkan! akhiri dari sekarang!" Ucap Asisten ito tak bersahabat.


"Kurasa bantuan ku cukup sampai disini! ku peringatkan dirimu sekali lagi Paman Hugo! jangan macam-macam paman!" Ucap Asisten Hito berlalu pergi.


Kau benar-benar menyusahkan! Dasar asisten tak tau diri! Ancaman mu tak berarti untukku! Ucap Paman Hugo remeh menatap punggung Asisten Hito yang menghilang.


Asisten Hito mengemas semua pakaian nya, dan 1 jam lagi ia akan pulang ke Indonesia.


🌈🌈🌈


Happy Reading ya guys.


Jangan lupa like komen dan Vote.

__ADS_1


Nih yang tanya kapan Asisten Hito pulang ini bakal pulang kok❤


__ADS_2